alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Paman Perkosa Keponakan di Jembrana, Didengar Nenek yang Lagi Sakit

NEGARA, BALI EXPRESS – Polres Jembrana memberikan atensi khusus terhadap kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang paman terhadap ponakannya yang baru berumur 12 tahun. Hal itu ditegaskan Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP M Reza Pranata seizin Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa.

 

“Kami atensi dan pastikan kasus ini lanjut. Karena kekerasan pada anak menjadi atensi khusus kami,” ujarnya Minggu (24/10) siang.

 

Pihaknya diakui Reza pada Kamis (21/10) telah menerima laporan ayah kandung korban terkait dugaan pemerkosaan yang menimpa anaknya. Sejumlah saksi juga telah diperiksa termasuk melaksanakan visum terhadap korban. “Ayah korban langsung melapor ke Polres Jembrana. Visum sudah dilaksanakan dan tinggal menunggu hasil. Senin jika hasil sudah keluar dan benar ada tanda-tanda pemerkosaan kami amankan pelaku,” imbuhnya.

 

Sementara itu dari penelusuran Bali Express (Jawa Pos Group), dugaan pemerkosaan oleh ZN,24 yang tak lain adalah paman korban dilakukan pada Selasa (19/10) lalu. Korban saat itu dipaksa pelaku melayani nafsu bejatnya disalah satu kamar dirumah korban. Sempat melawan, namun korban akhirnya tak berdaya melawan keberingasan pelaku.

 

Saat kejadian, dirumah itu hanya ada nenek korban yang terbaring dikamar lainnya dalam kondisi sakit. Sementara ayah korban saat itu sedang tidak tidak berada dirumah. Peristiwa pemerkosaan itu sempat didengar nenek korban yang terbaring tak berdaya dikamar sebelah. Setelah puas menyetubuhi keponakannya, ZN lantas menyuruh korban pergi begitu saja.


NEGARA, BALI EXPRESS – Polres Jembrana memberikan atensi khusus terhadap kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang paman terhadap ponakannya yang baru berumur 12 tahun. Hal itu ditegaskan Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP M Reza Pranata seizin Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa.

 

“Kami atensi dan pastikan kasus ini lanjut. Karena kekerasan pada anak menjadi atensi khusus kami,” ujarnya Minggu (24/10) siang.

 

Pihaknya diakui Reza pada Kamis (21/10) telah menerima laporan ayah kandung korban terkait dugaan pemerkosaan yang menimpa anaknya. Sejumlah saksi juga telah diperiksa termasuk melaksanakan visum terhadap korban. “Ayah korban langsung melapor ke Polres Jembrana. Visum sudah dilaksanakan dan tinggal menunggu hasil. Senin jika hasil sudah keluar dan benar ada tanda-tanda pemerkosaan kami amankan pelaku,” imbuhnya.

 

Sementara itu dari penelusuran Bali Express (Jawa Pos Group), dugaan pemerkosaan oleh ZN,24 yang tak lain adalah paman korban dilakukan pada Selasa (19/10) lalu. Korban saat itu dipaksa pelaku melayani nafsu bejatnya disalah satu kamar dirumah korban. Sempat melawan, namun korban akhirnya tak berdaya melawan keberingasan pelaku.

 

Saat kejadian, dirumah itu hanya ada nenek korban yang terbaring dikamar lainnya dalam kondisi sakit. Sementara ayah korban saat itu sedang tidak tidak berada dirumah. Peristiwa pemerkosaan itu sempat didengar nenek korban yang terbaring tak berdaya dikamar sebelah. Setelah puas menyetubuhi keponakannya, ZN lantas menyuruh korban pergi begitu saja.


Most Read

Artikel Terbaru

/