alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Gugat Polres Tabanan, Tersangka Narkoba Ajukan Praperadilan

TABANAN, BALI EXPRESS – Pengungkapan kasus narkotika oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tabanan berujung praperadilan. Gugatan praperadilan tersebut diajukan salah satu tersangka yakni I Putu Krisna Mukti alias Rere,31.

 

Melalui kuasa hukumnya, Singgih Tomi Gumilang, Rere yang ditetapkan sebagai tersangka mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Tabanan.

 

Rere sendiri merupakan salah satu tersangka kasus narkoba yang ditangkap Satresnarkoba Polres Tabanan. Selain Rere, ada juga dua tersangka lainnya yang ditangkap pada hari yang sama.

 

Materi gugatan praperadilan tersebut telah diajukan dan teregistrasi pada Senin (22/11) lalu. Sehingga tinggal menunggu sidang perdananya.

 

Sedangkan materi gugatannya secara prinsip menyangkut sah atau tidaknya penetapan status tersangka. Seperti disampaikan kuasa hukum pemohon, Singgih Tomi Gumilang.

 

“Mengenai syarat sahnya penangkapan. Kurangnya barang bukti yang cukup. Tidak ada barang buktinya justru. Dituduh jual ganja, tetapi nggak ada ganjanya,” jelasnya, Selasa (23/11).

 

Kliennya ditangkap hanya berdasarkan ponsel. Yang menurutnya ponsel itu kosong. “Itu dibuat sebagai bukti,” sambungnya lagi.

 

Apalagi proses penangkapan, klaimnya, tidak disertai dengan surat penangkapan. Petugas Kepolisian datang ujug-ujug melakukan penangkapan. Semetara di rumahnya, ibu tersangka yang berusia 51 tahun, panik kedatangan tamu polisi. “Dan tidak diberikan surat penangkapan,” sambungnya.

 

Dia menambahkan, permohonan gugatan praperadilan dari kliennya itu telah diajukan ke PN Tabanan. Bahkan telah diregistrasi. Pihaknya saat ini sedang menunggu jadwal sidang pertama.

 

Secara terpisah, Pihak Polres Tabanan tidak memungkiri adanya gugatan praperadilan tersebut. Seperti disampaikan Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra.

 

“Oh iya ada praperadilan. Tidak kenapa. Itu kan haknya tersangka. Tidak apa-apa,” jawabnya saat dikonfirmasi di sela persiapan peresmian gedung baru di Polres Tabanan.

 

Selebihnya dia hanya memberikan gambaran singkat bahwa gugatan tersebut mengenai sah atau tidaknya penetapan status tersangka.

 

“Yang jelas kami siap menghadapi,” sambungnya seraya menyebutkan bahwa pihaknya diwakili oleh Bidang Hukum atau Bidkum Polda Bali dalam proses persidangan.

 

Senada dengan itu, Kepala Satresnarkoba Polres Tabanan, AKP I Gede Sudiarna Putra, juga membenarkan adanya gugatan tersebut.

 

“Tidak kenapa. Yang penting kami sudah prosedural (dalam penangkapan),” jawabnya singkat.

 

Pihaknya yakin bahwa upaya penangkapan hingga penetapan status tersangka sudah sesuai prosedur. Sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. “Dan itu hasil pengembangan kasus dua tersangka sebelumnya,” tegasnya.

 

Sekadar mengingat, Satresnarkoba Polres Tabanan belum lama ini menetapkan tiga orang pemuda sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana narkotika.

 

Ketiga pemuda itu antara lain I Gede Ari Setiawan alias Ari,34; I Nengah Diksa Prabawa alias Diksa,22; dan I Putu Krisna Mukti alias Rere,31.

 

Ketiga pemuda tersebut ditangkap di dua lokasi berbeda awal bulan lalu. Dua orang di antaranya, masing-masing Ari dan Diksa, ditangkap di rumahnya di Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel.

 

Sedangkan Rere ditangkap di rumahnya juga yakni di Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan.

 

Sementara barang bukti yang kini disita dari ketiga tersangka tersebut berupa ganja yang berat bersihnya 1,89 gram.


TABANAN, BALI EXPRESS – Pengungkapan kasus narkotika oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tabanan berujung praperadilan. Gugatan praperadilan tersebut diajukan salah satu tersangka yakni I Putu Krisna Mukti alias Rere,31.

 

Melalui kuasa hukumnya, Singgih Tomi Gumilang, Rere yang ditetapkan sebagai tersangka mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Tabanan.

 

Rere sendiri merupakan salah satu tersangka kasus narkoba yang ditangkap Satresnarkoba Polres Tabanan. Selain Rere, ada juga dua tersangka lainnya yang ditangkap pada hari yang sama.

 

Materi gugatan praperadilan tersebut telah diajukan dan teregistrasi pada Senin (22/11) lalu. Sehingga tinggal menunggu sidang perdananya.

 

Sedangkan materi gugatannya secara prinsip menyangkut sah atau tidaknya penetapan status tersangka. Seperti disampaikan kuasa hukum pemohon, Singgih Tomi Gumilang.

 

“Mengenai syarat sahnya penangkapan. Kurangnya barang bukti yang cukup. Tidak ada barang buktinya justru. Dituduh jual ganja, tetapi nggak ada ganjanya,” jelasnya, Selasa (23/11).

 

Kliennya ditangkap hanya berdasarkan ponsel. Yang menurutnya ponsel itu kosong. “Itu dibuat sebagai bukti,” sambungnya lagi.

 

Apalagi proses penangkapan, klaimnya, tidak disertai dengan surat penangkapan. Petugas Kepolisian datang ujug-ujug melakukan penangkapan. Semetara di rumahnya, ibu tersangka yang berusia 51 tahun, panik kedatangan tamu polisi. “Dan tidak diberikan surat penangkapan,” sambungnya.

 

Dia menambahkan, permohonan gugatan praperadilan dari kliennya itu telah diajukan ke PN Tabanan. Bahkan telah diregistrasi. Pihaknya saat ini sedang menunggu jadwal sidang pertama.

 

Secara terpisah, Pihak Polres Tabanan tidak memungkiri adanya gugatan praperadilan tersebut. Seperti disampaikan Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra.

 

“Oh iya ada praperadilan. Tidak kenapa. Itu kan haknya tersangka. Tidak apa-apa,” jawabnya saat dikonfirmasi di sela persiapan peresmian gedung baru di Polres Tabanan.

 

Selebihnya dia hanya memberikan gambaran singkat bahwa gugatan tersebut mengenai sah atau tidaknya penetapan status tersangka.

 

“Yang jelas kami siap menghadapi,” sambungnya seraya menyebutkan bahwa pihaknya diwakili oleh Bidang Hukum atau Bidkum Polda Bali dalam proses persidangan.

 

Senada dengan itu, Kepala Satresnarkoba Polres Tabanan, AKP I Gede Sudiarna Putra, juga membenarkan adanya gugatan tersebut.

 

“Tidak kenapa. Yang penting kami sudah prosedural (dalam penangkapan),” jawabnya singkat.

 

Pihaknya yakin bahwa upaya penangkapan hingga penetapan status tersangka sudah sesuai prosedur. Sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. “Dan itu hasil pengembangan kasus dua tersangka sebelumnya,” tegasnya.

 

Sekadar mengingat, Satresnarkoba Polres Tabanan belum lama ini menetapkan tiga orang pemuda sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana narkotika.

 

Ketiga pemuda itu antara lain I Gede Ari Setiawan alias Ari,34; I Nengah Diksa Prabawa alias Diksa,22; dan I Putu Krisna Mukti alias Rere,31.

 

Ketiga pemuda tersebut ditangkap di dua lokasi berbeda awal bulan lalu. Dua orang di antaranya, masing-masing Ari dan Diksa, ditangkap di rumahnya di Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel.

 

Sedangkan Rere ditangkap di rumahnya juga yakni di Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan.

 

Sementara barang bukti yang kini disita dari ketiga tersangka tersebut berupa ganja yang berat bersihnya 1,89 gram.


Most Read

Artikel Terbaru

/