Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Kasus Dugaan Korupsi Masker Karangasem, Kejari Tetapkan 7 Tersangka

24 November 2021, 18: 52: 06 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kasus Dugaan Korupsi Masker Karangasem, Kejari Tetapkan 7 Tersangka

DITAHAN: Para tersangka digiring menuju mobil tahanan Kejari Karangasem, selanjutnya menuju tahanan Mapolsek Kota Karangasem, Rabu (24/11). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS - Dugaan korupsi pengadaan 512 ribu masker scuba di Dinas Sosial Karangasem mulai mengarah pada titik ujung. Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem menetapkan tujuh tersangka. Semuanya merupakan pejabat dan staf di Dinas Sosial Karangasem. Satu di antaranya, pejabat eselon II yang sempat menjabat Kepala Dinas Sosial Karangasem.

Ketujuh tersangka adalah IGB, GS, IWB, INR, IKSA, NKS, dan IGBY.

Meski belum ada rilis resmi hasil penghitungan kerugian negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI, tim penyidik Kejari telah melakukan penghitungan kerugian negara setelah tiga bulan menunggu penetapan tersangka.

Baca juga: Mola-mola 150 Tahun Terdampar di Pantai Penarukan

Hasil penghitungan, nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. Kepala Kejari Karangasem melalui Kasi Intel Kejari I Dewa Gede Semaraputra mengatakan, tujuh tersangka ini memang sangat bertanggung jawab atas pengadaan masker scuba pada pertengahan 2020 lalu.

Hal yang menjadi titik masalah kasus ini, pengadaan masker tidak sesuai dengan mekanisme. Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor 02.02/I/385/2020 tentang Penggunaan Masker dan Penyediaan Tempat Cuci Tangan Pakai Sabun Pencegahan Penularan Covid-19. Mengacu SE, masker kain dapat dipakai masyarakat umum dengan catatan dibuat berlapis tiga. Namun pengadaannya justru masker scuba satu lapis.

"Berdasarkan pemeriksaan saksi, penyidik menyimpulkan tujuh orang ini sudah memenuhi dua alat bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan pemeriksaan ahli juga dimasukkan dalam bukti surat. Seluruhnya berperan dalam pengadaan ini sampai tanda tangan administrasinya," terang Semaraputra, Rabu (24/11).

(bx/aka/yes/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia