alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Diimbau Taat Prokes, Wastafel Kantor Bupati Tak Berisi Sabun

BANGLI, BALI EXPRESS – Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Pemkab Bangli terus mengimbau masyarakat agar taat protokol kesehatan (prokes). Tim Yustisi juga gencar menindak warga yang ketahuan tidak menggunakan masker. Namun di balik hal itu, justru pemerintah terkesan tidak disiplin.

Kok bisa? Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (22/12) siang, tiga wastafel (tempat membersihkan diri/cuci tangan)  yang ada di kantor bupati Bangli tidak dilengkapi sabun.  Hanya disediakan air saja. Yakni tempat cuci tangan di pintu masuk utama dan pintu keluar. Termasuk di sebelah gedung ruang bupati dan wakil bupati Bangli juga hanya ada air. Padahal sebagaimana imbauan yang sering terdengar bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini masyarakat diimbau rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, selain harus tetap menggunakan masker dan jaga jarak.

Selain di kantor bupati, sabun juga tidak ada di kedua tempat cuci tangan di Lapangan Kapten Mudita maupun depan kantor DPRD Bangli. Saat dikonfirmasi, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa tak menampik kondisi itu. Semestinya sarana dan prasarana semacam itu selalu dicek oleh pihak terkait, sepertinya di kantor bupati Bangli. Tanggung jawab ada pada sekretariat daerah. Sedangkan tempat cuci tangan di Lapangan Kapten Mudita merupakan tanggung jawab PDAM Bangli. “Segera diingatkan,” tegas Dirgayusa.

Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles meminta pemerintah memperhatikan sarana dan prasarana prokes. Air, sabun dan kelengkapan lain harus dicek secara rutin sehingga tidak sampai kosong. Untuk memudahkan pemantauan, ia meminta agar menunjuk petugas khusus sehingga tidak ada kesan bahwa masyarakat diminta disiplin menjalankan prokes, malah pemerintah yang tidak disiplin. “Baik airnya, sabun diperiksa secara kontinyu,” saran Carles. Ia pun mengimbau masyarakat tetap taat prokes sehingga pandemi cepat berlalu Covid-19.


BANGLI, BALI EXPRESS – Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Pemkab Bangli terus mengimbau masyarakat agar taat protokol kesehatan (prokes). Tim Yustisi juga gencar menindak warga yang ketahuan tidak menggunakan masker. Namun di balik hal itu, justru pemerintah terkesan tidak disiplin.

Kok bisa? Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (22/12) siang, tiga wastafel (tempat membersihkan diri/cuci tangan)  yang ada di kantor bupati Bangli tidak dilengkapi sabun.  Hanya disediakan air saja. Yakni tempat cuci tangan di pintu masuk utama dan pintu keluar. Termasuk di sebelah gedung ruang bupati dan wakil bupati Bangli juga hanya ada air. Padahal sebagaimana imbauan yang sering terdengar bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini masyarakat diimbau rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, selain harus tetap menggunakan masker dan jaga jarak.

Selain di kantor bupati, sabun juga tidak ada di kedua tempat cuci tangan di Lapangan Kapten Mudita maupun depan kantor DPRD Bangli. Saat dikonfirmasi, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli I Wayan Dirgayusa tak menampik kondisi itu. Semestinya sarana dan prasarana semacam itu selalu dicek oleh pihak terkait, sepertinya di kantor bupati Bangli. Tanggung jawab ada pada sekretariat daerah. Sedangkan tempat cuci tangan di Lapangan Kapten Mudita merupakan tanggung jawab PDAM Bangli. “Segera diingatkan,” tegas Dirgayusa.

Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles meminta pemerintah memperhatikan sarana dan prasarana prokes. Air, sabun dan kelengkapan lain harus dicek secara rutin sehingga tidak sampai kosong. Untuk memudahkan pemantauan, ia meminta agar menunjuk petugas khusus sehingga tidak ada kesan bahwa masyarakat diminta disiplin menjalankan prokes, malah pemerintah yang tidak disiplin. “Baik airnya, sabun diperiksa secara kontinyu,” saran Carles. Ia pun mengimbau masyarakat tetap taat prokes sehingga pandemi cepat berlalu Covid-19.


Most Read

Artikel Terbaru

/