alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

400 Pelaku Pariwisata Divaksin di Kawasan Desa Pemuteran

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pemerintah megusulkan tiga Daerah Tujuan Wisata (DTW) untuk dijadikan wilayah zona hijau Covid-19 atau Green Zone. Untuk mendukung usulan tersebut tentunya para pelaku wisata serta masyarakat yang terdapat di kawasan tersebut mendapat fasilitas vaksin. Tiga DTW tersebut yakni Desa Pemuteran untuk wilayah barat, Desa Munduk untuk wilayah selatan dan kawasan Lovina untuk wilayah tengah.

Vaksinasi diawali di desa Pemuteran yang merupakan wilayah barat. Terdapat 400 pelaku parwisata yang berasal dari 10 hotel dan restoran yang tersebar dikawasan Buleleng Barat. Setiap hotel dan restoran mendapat jatah 40 orang. Vaksinasi dipusatkan di hotel Adi Asri, Desa Pemuteran, Kamis (25/3) pagi.

Ketua PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa menjelaskan, pelaksanaan vaksin ini dilakukan untuk membantu program pemerintah dalam proses vaksinasi. Khususnya untuk pelaku pariwisata. Apalagi terdapat wacana usulan DTW yang akan dijadikan zona hijau, maka dari itu para pelaku pariwisata sejumlah 400 orang di kawasan Desa Pemuteran ini diprioritaskan untuk mendapat fasilitas vaksin. “Kami prioritaskan dulu mereka yang ada di kawasan Pemuteran. Kawasan ini yang diusulkan pemerintah untuk dijadikan zona hijau. Ada 400 pelaku pariwisata yang divaksin. Tiga zone dtw, yang menjadi proritas untuk zona hijau covid 19, merupakan upaya uji coba untuk dibuka kembali pariwisata Buleleng. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan kembali perekonomian didaerah-daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata,” jelasnya.

Disisi lain, Gede Suniarta, seorang Housekeeping dari Kubuku Hotel berharap dengan program vaksinasi ini, angka kasus positif dapat ditekan dan semua kembali normal. Ia pun mengaku sempat dirumahkan akibat pandemi ini. Dan kini ia dipanggil kembali hanya untuk sekedar bersih-bersih di hotel. “Sempat dirumahkan dari akhir Maret 2020 sampai awal September 2020. Dengan adanya vaksin ini biar cepat pulih dan kembali bekerja. Banyak sekali yang nganggur karena covid-19. Diatas 70 persen warga yang mengganggur,” terangnya.

Sementara, HRD Manager The Menjangan Hotel Wayan Suniarta Atmaja mengatakan, sejak pandemi melanda, tingkat hunian di hotel menurun. Kunjungan wisatawan pun belum normal karena penerbangan belum dibuka. Ia berharap dengan program vaksinasi ini kondisi dapat pulih kembali dan tidak ada lagi kasus Covid-19 yang tercatat. “Kunjungan sangat berkurang di pandemi ini. Eropa berkurang karena tidak ada penerbangan, lokal masih ada yang berkunjung. Tingkat hunian menurun. Harapan kami vaksinasi ini berjalan lancar. Dan kami harap segera dibukanya penerbangan, dibukanya pariwisata dan Bali bisa beraktivitas kembali,” jelasnya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pemerintah megusulkan tiga Daerah Tujuan Wisata (DTW) untuk dijadikan wilayah zona hijau Covid-19 atau Green Zone. Untuk mendukung usulan tersebut tentunya para pelaku wisata serta masyarakat yang terdapat di kawasan tersebut mendapat fasilitas vaksin. Tiga DTW tersebut yakni Desa Pemuteran untuk wilayah barat, Desa Munduk untuk wilayah selatan dan kawasan Lovina untuk wilayah tengah.

Vaksinasi diawali di desa Pemuteran yang merupakan wilayah barat. Terdapat 400 pelaku parwisata yang berasal dari 10 hotel dan restoran yang tersebar dikawasan Buleleng Barat. Setiap hotel dan restoran mendapat jatah 40 orang. Vaksinasi dipusatkan di hotel Adi Asri, Desa Pemuteran, Kamis (25/3) pagi.

Ketua PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa menjelaskan, pelaksanaan vaksin ini dilakukan untuk membantu program pemerintah dalam proses vaksinasi. Khususnya untuk pelaku pariwisata. Apalagi terdapat wacana usulan DTW yang akan dijadikan zona hijau, maka dari itu para pelaku pariwisata sejumlah 400 orang di kawasan Desa Pemuteran ini diprioritaskan untuk mendapat fasilitas vaksin. “Kami prioritaskan dulu mereka yang ada di kawasan Pemuteran. Kawasan ini yang diusulkan pemerintah untuk dijadikan zona hijau. Ada 400 pelaku pariwisata yang divaksin. Tiga zone dtw, yang menjadi proritas untuk zona hijau covid 19, merupakan upaya uji coba untuk dibuka kembali pariwisata Buleleng. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan kembali perekonomian didaerah-daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata,” jelasnya.

Disisi lain, Gede Suniarta, seorang Housekeeping dari Kubuku Hotel berharap dengan program vaksinasi ini, angka kasus positif dapat ditekan dan semua kembali normal. Ia pun mengaku sempat dirumahkan akibat pandemi ini. Dan kini ia dipanggil kembali hanya untuk sekedar bersih-bersih di hotel. “Sempat dirumahkan dari akhir Maret 2020 sampai awal September 2020. Dengan adanya vaksin ini biar cepat pulih dan kembali bekerja. Banyak sekali yang nganggur karena covid-19. Diatas 70 persen warga yang mengganggur,” terangnya.

Sementara, HRD Manager The Menjangan Hotel Wayan Suniarta Atmaja mengatakan, sejak pandemi melanda, tingkat hunian di hotel menurun. Kunjungan wisatawan pun belum normal karena penerbangan belum dibuka. Ia berharap dengan program vaksinasi ini kondisi dapat pulih kembali dan tidak ada lagi kasus Covid-19 yang tercatat. “Kunjungan sangat berkurang di pandemi ini. Eropa berkurang karena tidak ada penerbangan, lokal masih ada yang berkunjung. Tingkat hunian menurun. Harapan kami vaksinasi ini berjalan lancar. Dan kami harap segera dibukanya penerbangan, dibukanya pariwisata dan Bali bisa beraktivitas kembali,” jelasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/