alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Kajeng Kliwon, Pretima di Pura Desa Tegallantang Raib Digondol Maling

GIANYAR, BALI EXPRESS – Lagi-lagi peristiwa pencurian pretima terjadi di wilayah Gianyar. Kali ini pencurian pretima terjadi di Pura Desa lan Puseh Lingkungan Tegallantang, Kelurahan/Kecamatan Ubud, Gianyar. 

 

Sejumlah benda sakral yang baru di upacarai pun berhasil dibawa kabur. Diantaranya Rambut Sedana dan Sekar Emas (bunga emas), yang tersimpan di gedong penyimpenan pura tersebut.

 

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, peristiwa itu diketahui pada hari Kamis (25/3) sekitar pukul 06.15 Wita. Saat itu Pemangku Pura Desa lan Puseh Jro Mangku I Gusti Ketut Rai, 71, pergi ke Pura Desa lan Puseh untuk ngayah mesegeh lantaran hari itu merupakan rahina Kajeng Kliwon.

 

Sesampainya di Pura Desa lan Puseh, Jro Mangku Rai melihat pintu gedong penyimpanan Pretima dalam keadaan terbuka. Atas kondisi tersebut maka Jro Mangku Rai naik ke gedong penyimpanan untuk mengecek keadaan didalam gedong penyimpenan tersebut. Saat dicek ternyata pintu penyimpenan dalam keadaan rusak, dan gembok pintu telah raib. Kemudian Pretima dan Arca sudah dalam keadaan berantakan.

 

Jro Mangku Rai kemudian menyampaikan peristiwa itu kepada  Bendesa Adat Tegalantang I Gusti Ngurah Putu Gede Suradnya dan Kaling Link Tegalantang I Gusti Sidimantra yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ubud.

 

Hal itu pun diamini oleh Bendesa Adat Desa Tegallantang, I Gusti Putu Gede Suradnya. Ia menuturkan jika informasi mengenai hilangnya benda sakral tersebut ia dapat dari pemangku pura yang pada pagi hari hendak bersih-bersih dan melakukan persembahyangan Kajeng Kliwon. “Yang pertama kali mengetahui itu Jro Mangku Lingsir, karena paginya akan ngaturang bakti di pura. Tapi ternyata gedong penyimpenan sampun meungkaban (sudah terbuka),” paparnya.

 

Kemudian kata dia, hal itu disampaikan kepada Pemangku Pura Dalem dan kemudian memberitahu dirinya. Bersama krama yang satu per satu datang, pihaknya pun kemudian mengecek gedong penyimpenan tersebut yang ternyata Patung Rambut Sedana Lanang-Istri serta 8 Sekar Emas yang ada di dalamnya telah raib. “Semua sekar Sesuunan kami letakkan disana,” imbuhnya.

 

Patung Rambut Sedana Lanang-Istri itu sendiri terbuat dari uang kepeng Bali asli dan prerainya (wajahnya) terbuat dari kayu yang dilapisi emas. Hanya saja prerai patung rambut sedana yang istri tertinggal di TKP.

 

Kata dia, aksi pencurian itu terekam CCTV salah satu hotel yang ada di dekat TKP sekitar pukul 04.15 Wita. Saat dicek, terekam pencuri benda sakral itu masuk ke area pura lewat penyengker pura dibagian belakang. Diduga pencuri memanjat tembok melalui sebelah utara pura.  “Dalam rekaman terlihat pencurinya seorang pria. Awalnya dia clingak-clinguk di depan pura. Kemudian dia memanjat tembok dan masuk ke pura. Diluar pura terlihat ada temannya menunggu, cuma pakai sepeda motor apa mobil itu belum jelas,” jelasnya.

 

Setelah berhasil mendapatkan benda sakral, pencuri tersebut kemudian keliar pura dengan kembali meloncat tembok belakang pura. Dan jika ditelurusi jejaknya terlihat pencuri menyusuri pematang sawah ke utara sampai di villa budaya. “Sampai disana jejaknya hilang,” ujarnya. 

 

Pihaknya pun memperkirakan jika kerugian yang alami pihak adat mencapai Rp 60 Juta. “Kerugiannya tidak banyak, tapi aci (Upacara untuk membersihkan ) yang banyak menghabiskan dan kesakralannya, karena benda tersebut masih anyar (baru dibuat), sekitar bulan Mei 2020 lalu,” lanjutnya.

 

Sementara itu Kapolsek Ubud AKP I Gede Sudyatmaja setelah mendapatkan laporan, pihaknya telah mendatangi TKP dan melakukan olah TKP serta berkoordinasi dengan tim K9 Polda Bali untuk menurunkan anjing pelacak guna melakukan penyisiran dan pelacakan. 

 

Disamping itu pihaknya juga telah mengamankan barang bukti berupa dua buah kotak yang terbuat dari kertas tempat menyimpan 8 tangkai bunga emas, 2 buah tas kain warna putih , dan 1 buah patahan bunga emas. “Dan kasus ini sedang kita dalami, nanti kita informasikan untuk perkembangannya,” tegasnya.

 

Peristiwa pencurian pretima ini pun menambah panjang daftar kasus pencurian pretima di Kabupaten Gianyar. Dimana sebelumnya pada tahun 2020 kasus serupa terjadi di Pura Taman Limut di Desa Pengosekan, Ubud, Pura Gunung Sari, Desa Buruan, dan Pura Dalem Sakti , Desa Adat Petemon, Pejeng Kelod, Tampaksiring, Gianyar. Kemudian di tahun 2021, pencurian benda sakral ini terjadi di Pura Sakenan, Banjar Tengah Blahbatuh, Desa Blahbatuh, dan Pura Bendesa Manik Mas Batan Tingkih, Banjar Kesian, Desa Lebih Gianyar. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Lagi-lagi peristiwa pencurian pretima terjadi di wilayah Gianyar. Kali ini pencurian pretima terjadi di Pura Desa lan Puseh Lingkungan Tegallantang, Kelurahan/Kecamatan Ubud, Gianyar. 

 

Sejumlah benda sakral yang baru di upacarai pun berhasil dibawa kabur. Diantaranya Rambut Sedana dan Sekar Emas (bunga emas), yang tersimpan di gedong penyimpenan pura tersebut.

 

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, peristiwa itu diketahui pada hari Kamis (25/3) sekitar pukul 06.15 Wita. Saat itu Pemangku Pura Desa lan Puseh Jro Mangku I Gusti Ketut Rai, 71, pergi ke Pura Desa lan Puseh untuk ngayah mesegeh lantaran hari itu merupakan rahina Kajeng Kliwon.

 

Sesampainya di Pura Desa lan Puseh, Jro Mangku Rai melihat pintu gedong penyimpanan Pretima dalam keadaan terbuka. Atas kondisi tersebut maka Jro Mangku Rai naik ke gedong penyimpanan untuk mengecek keadaan didalam gedong penyimpenan tersebut. Saat dicek ternyata pintu penyimpenan dalam keadaan rusak, dan gembok pintu telah raib. Kemudian Pretima dan Arca sudah dalam keadaan berantakan.

 

Jro Mangku Rai kemudian menyampaikan peristiwa itu kepada  Bendesa Adat Tegalantang I Gusti Ngurah Putu Gede Suradnya dan Kaling Link Tegalantang I Gusti Sidimantra yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ubud.

 

Hal itu pun diamini oleh Bendesa Adat Desa Tegallantang, I Gusti Putu Gede Suradnya. Ia menuturkan jika informasi mengenai hilangnya benda sakral tersebut ia dapat dari pemangku pura yang pada pagi hari hendak bersih-bersih dan melakukan persembahyangan Kajeng Kliwon. “Yang pertama kali mengetahui itu Jro Mangku Lingsir, karena paginya akan ngaturang bakti di pura. Tapi ternyata gedong penyimpenan sampun meungkaban (sudah terbuka),” paparnya.

 

Kemudian kata dia, hal itu disampaikan kepada Pemangku Pura Dalem dan kemudian memberitahu dirinya. Bersama krama yang satu per satu datang, pihaknya pun kemudian mengecek gedong penyimpenan tersebut yang ternyata Patung Rambut Sedana Lanang-Istri serta 8 Sekar Emas yang ada di dalamnya telah raib. “Semua sekar Sesuunan kami letakkan disana,” imbuhnya.

 

Patung Rambut Sedana Lanang-Istri itu sendiri terbuat dari uang kepeng Bali asli dan prerainya (wajahnya) terbuat dari kayu yang dilapisi emas. Hanya saja prerai patung rambut sedana yang istri tertinggal di TKP.

 

Kata dia, aksi pencurian itu terekam CCTV salah satu hotel yang ada di dekat TKP sekitar pukul 04.15 Wita. Saat dicek, terekam pencuri benda sakral itu masuk ke area pura lewat penyengker pura dibagian belakang. Diduga pencuri memanjat tembok melalui sebelah utara pura.  “Dalam rekaman terlihat pencurinya seorang pria. Awalnya dia clingak-clinguk di depan pura. Kemudian dia memanjat tembok dan masuk ke pura. Diluar pura terlihat ada temannya menunggu, cuma pakai sepeda motor apa mobil itu belum jelas,” jelasnya.

 

Setelah berhasil mendapatkan benda sakral, pencuri tersebut kemudian keliar pura dengan kembali meloncat tembok belakang pura. Dan jika ditelurusi jejaknya terlihat pencuri menyusuri pematang sawah ke utara sampai di villa budaya. “Sampai disana jejaknya hilang,” ujarnya. 

 

Pihaknya pun memperkirakan jika kerugian yang alami pihak adat mencapai Rp 60 Juta. “Kerugiannya tidak banyak, tapi aci (Upacara untuk membersihkan ) yang banyak menghabiskan dan kesakralannya, karena benda tersebut masih anyar (baru dibuat), sekitar bulan Mei 2020 lalu,” lanjutnya.

 

Sementara itu Kapolsek Ubud AKP I Gede Sudyatmaja setelah mendapatkan laporan, pihaknya telah mendatangi TKP dan melakukan olah TKP serta berkoordinasi dengan tim K9 Polda Bali untuk menurunkan anjing pelacak guna melakukan penyisiran dan pelacakan. 

 

Disamping itu pihaknya juga telah mengamankan barang bukti berupa dua buah kotak yang terbuat dari kertas tempat menyimpan 8 tangkai bunga emas, 2 buah tas kain warna putih , dan 1 buah patahan bunga emas. “Dan kasus ini sedang kita dalami, nanti kita informasikan untuk perkembangannya,” tegasnya.

 

Peristiwa pencurian pretima ini pun menambah panjang daftar kasus pencurian pretima di Kabupaten Gianyar. Dimana sebelumnya pada tahun 2020 kasus serupa terjadi di Pura Taman Limut di Desa Pengosekan, Ubud, Pura Gunung Sari, Desa Buruan, dan Pura Dalem Sakti , Desa Adat Petemon, Pejeng Kelod, Tampaksiring, Gianyar. Kemudian di tahun 2021, pencurian benda sakral ini terjadi di Pura Sakenan, Banjar Tengah Blahbatuh, Desa Blahbatuh, dan Pura Bendesa Manik Mas Batan Tingkih, Banjar Kesian, Desa Lebih Gianyar. 


Most Read

Artikel Terbaru

/