alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

PTM Dibuka, Banyak Siswa Kendarai Motor ke Sekolah Tanpa Helm

GIANYAR, BALI EXPRESS – Dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Gianyar ternyata memunculkan berbagai persoalan lama. Diantaranya fenomena pelajar SMP yang mengendarai sepeda motor ke sekolah. Yang membuat miris adalah para pelajar ini banyak yang tidak menggunakan helm.

 

Kasat Lantas Polres Gianyar, AKP Laksmi Wieryawan pun tak menamfik hal tersebut. Atas situasi tersebut maka pihaknya berencana akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. “Karena sudah mulai sekolah ya ada yang seperti itu,” ujarnya Kamis (25/3).

 

Hanya saja rencana sosialisasi yang hendak dilakukan terkendala situasi pandemi Covid-19. Sebab jangan sampai sosialisasi yang dilakukan menyebabkan kerumunan.

 

Dirinya menambahkan jika penindakan terhadap pelanggaran prioritas juga tetap dilaksanakan secara hunting sistem. “Selain itu kami juga senantiasa mengingatkan pengguna jalan untuk tetap tertib,” tandas AKP Laksmi.

 

Disisi lain, adanya pelajar mengendarai sepeda motor naik tanpa helm ini juga disayangkan oleh Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa. Apalagi menurutnya para siswa yang masih duduk dibangku SMP ini juga tidaj memiliki SIM. “Seakan fenomena ini sudah jadi budaya, ini sangat mengkhawatirkan,” sebutnya.

 

Mirisnya lagi, pelanggaran dilakukan bukan hanya oleh pelajar SMP. Namun juga pelajar SD dikawasan pedesaan. Maka dari itu pihaknya berharap pihak terkait bisa ikut turun tangan menangani hal ini agar kasus kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar bisa ditekan seminimal mungkin. “Ini tanggungjawab kita bersama jadi harus bersama-sama mencari solusi atas hal ini,” pungkasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Gianyar ternyata memunculkan berbagai persoalan lama. Diantaranya fenomena pelajar SMP yang mengendarai sepeda motor ke sekolah. Yang membuat miris adalah para pelajar ini banyak yang tidak menggunakan helm.

 

Kasat Lantas Polres Gianyar, AKP Laksmi Wieryawan pun tak menamfik hal tersebut. Atas situasi tersebut maka pihaknya berencana akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. “Karena sudah mulai sekolah ya ada yang seperti itu,” ujarnya Kamis (25/3).

 

Hanya saja rencana sosialisasi yang hendak dilakukan terkendala situasi pandemi Covid-19. Sebab jangan sampai sosialisasi yang dilakukan menyebabkan kerumunan.

 

Dirinya menambahkan jika penindakan terhadap pelanggaran prioritas juga tetap dilaksanakan secara hunting sistem. “Selain itu kami juga senantiasa mengingatkan pengguna jalan untuk tetap tertib,” tandas AKP Laksmi.

 

Disisi lain, adanya pelajar mengendarai sepeda motor naik tanpa helm ini juga disayangkan oleh Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa. Apalagi menurutnya para siswa yang masih duduk dibangku SMP ini juga tidaj memiliki SIM. “Seakan fenomena ini sudah jadi budaya, ini sangat mengkhawatirkan,” sebutnya.

 

Mirisnya lagi, pelanggaran dilakukan bukan hanya oleh pelajar SMP. Namun juga pelajar SD dikawasan pedesaan. Maka dari itu pihaknya berharap pihak terkait bisa ikut turun tangan menangani hal ini agar kasus kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar bisa ditekan seminimal mungkin. “Ini tanggungjawab kita bersama jadi harus bersama-sama mencari solusi atas hal ini,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/