alexametrics
30.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Hujan Lebat, 20 KK Terendam Banjir di Sanggalangit, Buleleng

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Hujan deras disertai petir yang menyambar-nyambar pada Jumat (25/3) dini hari mengakibat banjir. Air sungai meluap menggenangi Banjar Dinas Kayuputih, Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak. banjir menutupi jalan raya mulai dari simpang tiga Kepah hingga 400 meter ke arah timur sebelum perbatasan Sanggalangit-Gerokgak.

Dikonfirmasi Jumat (25/3) pagi, Kepala Desa Sanggalangit, Nyoman Sudika menjelaskan, hujan deras mengguyur desa pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 wita. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan air yang berasal dari sungai meluap dan menjalar menuju titik rendah wilayah desa Sanggalangit.

“Air yang meluap itu dari sungai. Di bagian selatan desa Sanggalangit itu ada tiga sungai. Namun ketiganya itu tidak memiliki muara. Jadinya kalau hujan deras dan blabar (banjir, red) airnya meluber pasti ke kebun warga dan di jalan. Hingga tembus ke jalan Swacipta. Itu titik terendahnya desa Sanggalangit. Sungainya membentang sampai ke dusun Taman Sari dan 800 meter dari jalan raya. Memang tidak ada saluran sungai jadi meluap ke got, jalan, dan ladang sampei ke Swacipta itu,” paparnya saat dihubungi via telepon.

Sedikitnya 20 KK di desa tersebut terendam banjir. Air yang menggenangi rumah warga mencapai ketinggian 50 senti meter. Hingga Jumat pagi warga masih bergotong royong membersihkan lumpur dan memompa air. “Tinggi air kurang lebih 50 senti meter atau selutut orang dewasa. Sekarag warga berusaha menyedot air denga pompa. Pompa itu milik warga juga. Jadi dilakukan secara gotong royong,” tambahnya.

Tidak ada kerusakan yang dilaorkan akibat banjir yang menggenangi rumah warga sejak Jumat dini hari tersebut. Hanya saja, perabotan rumah tangga serta peralatan dapur milik warga terendam banjir.

“Tidak ada kerusakan serius. Hanya basah akibat terendam saja,” sambungnya.

Stiap musim penghujan dengan intensitas tinggi, Desa Sanggalangit kerap menjadi langganan banjir. Tatkala banjir terjadi, jalan yang dilalui kendaraan pun tak luput dari rendama air yang meluber.

 






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Hujan deras disertai petir yang menyambar-nyambar pada Jumat (25/3) dini hari mengakibat banjir. Air sungai meluap menggenangi Banjar Dinas Kayuputih, Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak. banjir menutupi jalan raya mulai dari simpang tiga Kepah hingga 400 meter ke arah timur sebelum perbatasan Sanggalangit-Gerokgak.

Dikonfirmasi Jumat (25/3) pagi, Kepala Desa Sanggalangit, Nyoman Sudika menjelaskan, hujan deras mengguyur desa pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 wita. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan air yang berasal dari sungai meluap dan menjalar menuju titik rendah wilayah desa Sanggalangit.

“Air yang meluap itu dari sungai. Di bagian selatan desa Sanggalangit itu ada tiga sungai. Namun ketiganya itu tidak memiliki muara. Jadinya kalau hujan deras dan blabar (banjir, red) airnya meluber pasti ke kebun warga dan di jalan. Hingga tembus ke jalan Swacipta. Itu titik terendahnya desa Sanggalangit. Sungainya membentang sampai ke dusun Taman Sari dan 800 meter dari jalan raya. Memang tidak ada saluran sungai jadi meluap ke got, jalan, dan ladang sampei ke Swacipta itu,” paparnya saat dihubungi via telepon.

Sedikitnya 20 KK di desa tersebut terendam banjir. Air yang menggenangi rumah warga mencapai ketinggian 50 senti meter. Hingga Jumat pagi warga masih bergotong royong membersihkan lumpur dan memompa air. “Tinggi air kurang lebih 50 senti meter atau selutut orang dewasa. Sekarag warga berusaha menyedot air denga pompa. Pompa itu milik warga juga. Jadi dilakukan secara gotong royong,” tambahnya.

Tidak ada kerusakan yang dilaorkan akibat banjir yang menggenangi rumah warga sejak Jumat dini hari tersebut. Hanya saja, perabotan rumah tangga serta peralatan dapur milik warga terendam banjir.

“Tidak ada kerusakan serius. Hanya basah akibat terendam saja,” sambungnya.

Stiap musim penghujan dengan intensitas tinggi, Desa Sanggalangit kerap menjadi langganan banjir. Tatkala banjir terjadi, jalan yang dilalui kendaraan pun tak luput dari rendama air yang meluber.

 






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/