alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Ahli Waris Merasa Kecewa, Pemkab Gianyar Akan Berikan Lahan Pengganti

GIANYAR, BALI EXPRESS – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Buahan terpaksa dipulangkan setelah salah seorang warga setempat melakukan penutupan terhadap sekolah tersebut Senin (25/4). Penutupan dilakukan dengan memasang kayu balok dan beberapa buah ban bekas.

 

Beberapa saat kemudian, pihak terkait Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Gianyar menggelar pertemuan dengan pemilik lahan tempat SDN 1 Buahan berdiri di Kantor Desa Buahan Kaja. Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Kepala Desa, Camat Payangan, hingga Kepala Dinas Pendidikan Gianyar.

 

Dimana pertemuan itu menghasilkan pemilik lahan dan Pemkab Gianyar menyepakati pihak pemilik tanah akan mendapatkan tanah penukar atau pengganti sesuai luas lahan sekolah tersebut. Namun tentunya hal itu membutuhkan proses.

 

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Gianyar, I Gusti Ngurah Swastika menyampaikan bahwa memang benar tanah tersebut merupakan tanah milik warga tersebut. Dan setelah dilakukan mediasi, disepakati bahwa Pemkab Gianyar akan memberikan tanah penukar. Dimana tanah penukar tersebut akan menggunakan aset provinsi. “Kita dengan pemilik sudah ada kesepakatan  bahwa tanah penukar aset provinsi. Ada dua pilihan, yakni kawasan di Banjar Tengipis dan Banjar Selat yang sama-sama di wilayah Buahan Kaja dan sudah bersertifikat. Nanti yang dimana akan dipilih, kita tindak lanjuti,” ungkapnya.

 

Menurutnya, penyegelan terjadi lantaran ada miskomunikasi antara pemerintah dengan pemilik lahan. Sebab pihaknya telah melakukan tahap-tahapan penukaran lahan, bahkan pihaknya sudah bersurat ke BPN untuk melakukan proses pengukuran. “Tanggal 14 April 2022 kemarin kami sudah bersurat ke BPN Gianyar untuk melakukan pengukuran. Ketika sudah kita ukur,  baru kita tukar tanah. Intinya pemerintah sudah berproses sejak dulu,” paparnya.

 

Sementara itu, perwakilan pemilik lahan, I Nyoman Budiarsa menjelaskan bahwa pihaknya berharap secepatnya mendapatkan penukar tanah tersebut. Dimana menurutnya, luas lahan milik leluhurnya yang digunakan untuk membangun SDN 1 Buahan adalah mencapai 30 are. “Kami berharap supaya secepatnya dapat tanah pengganti,” tegasnya.

 

Ditambahkan oleh I Made Semaranata yang juga ahli waris alm. I Cana jika pihaknya berulang kali mengajukan surat permohonan penukar tanah tersebut ke Pemkab Gianyar namun hingga saat ini memang belum ada kepastian dari Pemkab Gianyar. “Sehingga kami kembali bersurat ke Pemda Gianyar, dan saat ini kami masih menunggu jawaban dari Pemda Gianyar terkait kejelasan permohonan penukar atau pengganti tanah leluhur kami itu,” ungkapnya.

 

Kemudian saat mediasi pada tanggal 14 April 2022 lalu di SDN 1 Buahan antara ahli waris alm. I Cana dengan staf Dinas Pendidikan Gianyar menurutnya tidak menemukan titik terang sehingga pihak keluarga merasa kecewa. Hal itu lah yang kemudian membuat pihak keluarga ahli waris alm. I Cana akhirnya melakukan penutupan pintu gerbang SDN 1 Buahan.

 

Sementara itu, Camat Payangan Wayan Widana mengatakan bahwa sejak dua bulan yang lalu, pihaknya sudah berupaya melakukan mediasi. Dimana dari mediasi tersebut pihaknya akan melihat data asset. Dan karena lahan SDN 1 Buahan itu sudah masuk dalam asset daerah maka terkait penukar atau pengganti kemungkinan akan diupayakan oleh Pemkab Gianyar. “Saya dengan pak Kades nanti secepatnya berkoordinasi ke bagian aset dan Dinas Perkim,” tegasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Buahan terpaksa dipulangkan setelah salah seorang warga setempat melakukan penutupan terhadap sekolah tersebut Senin (25/4). Penutupan dilakukan dengan memasang kayu balok dan beberapa buah ban bekas.

 

Beberapa saat kemudian, pihak terkait Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Gianyar menggelar pertemuan dengan pemilik lahan tempat SDN 1 Buahan berdiri di Kantor Desa Buahan Kaja. Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Kepala Desa, Camat Payangan, hingga Kepala Dinas Pendidikan Gianyar.

 

Dimana pertemuan itu menghasilkan pemilik lahan dan Pemkab Gianyar menyepakati pihak pemilik tanah akan mendapatkan tanah penukar atau pengganti sesuai luas lahan sekolah tersebut. Namun tentunya hal itu membutuhkan proses.

 

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Gianyar, I Gusti Ngurah Swastika menyampaikan bahwa memang benar tanah tersebut merupakan tanah milik warga tersebut. Dan setelah dilakukan mediasi, disepakati bahwa Pemkab Gianyar akan memberikan tanah penukar. Dimana tanah penukar tersebut akan menggunakan aset provinsi. “Kita dengan pemilik sudah ada kesepakatan  bahwa tanah penukar aset provinsi. Ada dua pilihan, yakni kawasan di Banjar Tengipis dan Banjar Selat yang sama-sama di wilayah Buahan Kaja dan sudah bersertifikat. Nanti yang dimana akan dipilih, kita tindak lanjuti,” ungkapnya.

 

Menurutnya, penyegelan terjadi lantaran ada miskomunikasi antara pemerintah dengan pemilik lahan. Sebab pihaknya telah melakukan tahap-tahapan penukaran lahan, bahkan pihaknya sudah bersurat ke BPN untuk melakukan proses pengukuran. “Tanggal 14 April 2022 kemarin kami sudah bersurat ke BPN Gianyar untuk melakukan pengukuran. Ketika sudah kita ukur,  baru kita tukar tanah. Intinya pemerintah sudah berproses sejak dulu,” paparnya.

 

Sementara itu, perwakilan pemilik lahan, I Nyoman Budiarsa menjelaskan bahwa pihaknya berharap secepatnya mendapatkan penukar tanah tersebut. Dimana menurutnya, luas lahan milik leluhurnya yang digunakan untuk membangun SDN 1 Buahan adalah mencapai 30 are. “Kami berharap supaya secepatnya dapat tanah pengganti,” tegasnya.

 

Ditambahkan oleh I Made Semaranata yang juga ahli waris alm. I Cana jika pihaknya berulang kali mengajukan surat permohonan penukar tanah tersebut ke Pemkab Gianyar namun hingga saat ini memang belum ada kepastian dari Pemkab Gianyar. “Sehingga kami kembali bersurat ke Pemda Gianyar, dan saat ini kami masih menunggu jawaban dari Pemda Gianyar terkait kejelasan permohonan penukar atau pengganti tanah leluhur kami itu,” ungkapnya.

 

Kemudian saat mediasi pada tanggal 14 April 2022 lalu di SDN 1 Buahan antara ahli waris alm. I Cana dengan staf Dinas Pendidikan Gianyar menurutnya tidak menemukan titik terang sehingga pihak keluarga merasa kecewa. Hal itu lah yang kemudian membuat pihak keluarga ahli waris alm. I Cana akhirnya melakukan penutupan pintu gerbang SDN 1 Buahan.

 

Sementara itu, Camat Payangan Wayan Widana mengatakan bahwa sejak dua bulan yang lalu, pihaknya sudah berupaya melakukan mediasi. Dimana dari mediasi tersebut pihaknya akan melihat data asset. Dan karena lahan SDN 1 Buahan itu sudah masuk dalam asset daerah maka terkait penukar atau pengganti kemungkinan akan diupayakan oleh Pemkab Gianyar. “Saya dengan pak Kades nanti secepatnya berkoordinasi ke bagian aset dan Dinas Perkim,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/