alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Ale Diciduk Oplos Ratusan Gas Elpiji Bersubsidi Jadi Nonsubsidi

BADUNG, BALI EXPRESS – Seorang pria berinisial Ale, 35, diciduk Tim Opsnal Reskrim Polres Badung lantaran terlibat tindak pidana penyalahgunaan niaga bahan bakar gas atau LPG (elpiji) yang disubsidi pemerintah. Dari tangannya, polisi menyita ratusan tabung gas yang telah dioplos.

Kasatreskrim Polres Badung, AKP Putu Ika Prabawa, Selasa (25/5) menjelaskan, pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti Tim Opsnal Reskrim Polres Badung. Ale diringkus saat petugas menggerebek di kosannya Jalan Klimunan Nomor 18 Banjar Negara Kelod, Sading, Mengwi Badung, Jumat (30/4) sekitar pukul 12.30 Wita.

“Areal kamar kos tersebut dijadikan tempat pengoplosan oleh pelaku,” tandasnya. Saat diinterogasi, pria asal Bondowoso, Jawa Timur itu, mengaku mengoplos gas dengan cara memindahkan isi gas LPG dalam tabung 3 kilogram yang disubsidi pemerintah ke dalam tabung 12 kilogram untuk dijual ke masyarakat dengan harga nonsubsidi, sehingga memperoleh keuntungan lebih. 

“Motifnya ekonomi sebagai mata pencaharian tambahan, untuk memperoleh keuntungan dengan cepat,” ujarnya. Dikatakannya, pelaku telah melakukan aksinya sudah selama satu tahun. Barang bukti yang disita 20 buah tabung gas ukuran 12 kilogram, 85 buah tabung gas ukuran tiga kilogram, 20 batang stik besi dan sebuah timbangan digital. 

Akibat perbuatan nakalnya, Ale dijerat pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun penjara. (ges)


BADUNG, BALI EXPRESS – Seorang pria berinisial Ale, 35, diciduk Tim Opsnal Reskrim Polres Badung lantaran terlibat tindak pidana penyalahgunaan niaga bahan bakar gas atau LPG (elpiji) yang disubsidi pemerintah. Dari tangannya, polisi menyita ratusan tabung gas yang telah dioplos.

Kasatreskrim Polres Badung, AKP Putu Ika Prabawa, Selasa (25/5) menjelaskan, pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti Tim Opsnal Reskrim Polres Badung. Ale diringkus saat petugas menggerebek di kosannya Jalan Klimunan Nomor 18 Banjar Negara Kelod, Sading, Mengwi Badung, Jumat (30/4) sekitar pukul 12.30 Wita.

“Areal kamar kos tersebut dijadikan tempat pengoplosan oleh pelaku,” tandasnya. Saat diinterogasi, pria asal Bondowoso, Jawa Timur itu, mengaku mengoplos gas dengan cara memindahkan isi gas LPG dalam tabung 3 kilogram yang disubsidi pemerintah ke dalam tabung 12 kilogram untuk dijual ke masyarakat dengan harga nonsubsidi, sehingga memperoleh keuntungan lebih. 

“Motifnya ekonomi sebagai mata pencaharian tambahan, untuk memperoleh keuntungan dengan cepat,” ujarnya. Dikatakannya, pelaku telah melakukan aksinya sudah selama satu tahun. Barang bukti yang disita 20 buah tabung gas ukuran 12 kilogram, 85 buah tabung gas ukuran tiga kilogram, 20 batang stik besi dan sebuah timbangan digital. 

Akibat perbuatan nakalnya, Ale dijerat pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun penjara. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/