alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Berakhir Damai, Kapolsek Bayari SPP Siswi yang Curi Sesari Sampai Tamat

GIANYAR, BALI EXPRESS – Adanya kasus pencurian sesari di Pura Dalem Desa Adat Talepud, di Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Senin (20/6) ternyata menjadi atensi pihak kepolisian. Terutama setelah mengetahui motif dari pelaku sehingga nekat melakukan pencurian di tempat suci tersebut.

 

Dimana siswi salah sekolah SMK di Tegallalang berinisial NKESP itu mengaku mencuri sesari untuk membayar tunggakan SPP di sekolahnya. Karena memang kedua orang tuanya sudah bercerai dan ia hanya hidup bersama kakek yang termasuk keluarga tidak mampu. Maka dari itu, kasus tersebut diselesaikan secara damai bahkan pihak kepolisian akan memberikan biaya sekolah untuk siswi tersebut.

 

Kapolsek Tegallalang, AKP I Ketut Sudita menjelaskan bahwa atas arahan Kapolres Gianyar pihaknya pun berinisiatif untuk membantu meringankan beban siswi dengan membayar SPP siswi tersebut.

Baca Juga :  Hilangkan Jejak, Spesialis Jambret WNA Gunakan Motor Sewaan

 

“Setelah kita mengidentifikasi anak itu, kita ketahui kondisinya dirumahnya dan menanyakan alasannya mencuri uang sesari itu. Katanya untuk membayar tunggakan SPP di sekolahnya,” ujarnya Sabtu (25/6).

 

Mendengar alasan siswi tersebut, pihaknya kemudian mengupayakan agar kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Kami juga koordinasikan ke prajuru agar bisa diselesaikan damai,” imbuhnya.

 

Disamping itu, pihaknya merasa memiliki kewajiban untuk memberikan bantuan kepada siswi tersebu. Sebab siswi tersebut sudah ditinggal orang tuanya yang bercerai sejak usia 4 tahun dan ia hanya tinggal bersama kakeknya yang merupakan petani dan sudah tua. “Jadi saya putuskan untuk membayarkan uang SPP siswi ini mulai Juni-Desember 2021, kemudian Januari-Juni 2022. Dan sampai tamat akan kami bayari,” tegasnya.

Baca Juga :  Denpasar Festival Ke-12 Usung Tema Jentera Kebahagiaan

 

Hanya saja ia berpesan kepada siswi tersebut agar serius bersekolah. Sehingga setelah tamat SMK bisa mencari pekerjaan dan tentunya dapat memiliki kehidupan yang lebih baik. “Saya berpesan agar dia semangat sekolah, ini dana dari kantong pribadi saya. Kalau untuk sehari-hari sementara ini masih dibiayai oleh ayahnya yang sudah menikah lagi,” sambung AKP Sudita.

 

Pihaknya juga mengajak masyarakat yang memiliki rejeki lebih untuk dapat ikut membantu siswi tersebut. Tidak berpatokan pada bantuan uang saja, namun juga berupa peralatan sekolah atau sejenisnya. “Akan lebih baik berupa barang misalnya buku, sepatu, dan sejenisnya. Kalau uang, takutnya anak ini tidak bisa mengatur uangnya,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Adanya kasus pencurian sesari di Pura Dalem Desa Adat Talepud, di Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Senin (20/6) ternyata menjadi atensi pihak kepolisian. Terutama setelah mengetahui motif dari pelaku sehingga nekat melakukan pencurian di tempat suci tersebut.

 

Dimana siswi salah sekolah SMK di Tegallalang berinisial NKESP itu mengaku mencuri sesari untuk membayar tunggakan SPP di sekolahnya. Karena memang kedua orang tuanya sudah bercerai dan ia hanya hidup bersama kakek yang termasuk keluarga tidak mampu. Maka dari itu, kasus tersebut diselesaikan secara damai bahkan pihak kepolisian akan memberikan biaya sekolah untuk siswi tersebut.

 

Kapolsek Tegallalang, AKP I Ketut Sudita menjelaskan bahwa atas arahan Kapolres Gianyar pihaknya pun berinisiatif untuk membantu meringankan beban siswi dengan membayar SPP siswi tersebut.

Baca Juga :  Kasus Bapak Perkosa Anak Kandung, Hakim Sebut Otaknya Sakit

 

“Setelah kita mengidentifikasi anak itu, kita ketahui kondisinya dirumahnya dan menanyakan alasannya mencuri uang sesari itu. Katanya untuk membayar tunggakan SPP di sekolahnya,” ujarnya Sabtu (25/6).

 

Mendengar alasan siswi tersebut, pihaknya kemudian mengupayakan agar kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Kami juga koordinasikan ke prajuru agar bisa diselesaikan damai,” imbuhnya.

 

Disamping itu, pihaknya merasa memiliki kewajiban untuk memberikan bantuan kepada siswi tersebu. Sebab siswi tersebut sudah ditinggal orang tuanya yang bercerai sejak usia 4 tahun dan ia hanya tinggal bersama kakeknya yang merupakan petani dan sudah tua. “Jadi saya putuskan untuk membayarkan uang SPP siswi ini mulai Juni-Desember 2021, kemudian Januari-Juni 2022. Dan sampai tamat akan kami bayari,” tegasnya.

Baca Juga :  Tentara Bekuk Perampok Berjimat yang Beraksi di Depan Markas TNI

 

Hanya saja ia berpesan kepada siswi tersebut agar serius bersekolah. Sehingga setelah tamat SMK bisa mencari pekerjaan dan tentunya dapat memiliki kehidupan yang lebih baik. “Saya berpesan agar dia semangat sekolah, ini dana dari kantong pribadi saya. Kalau untuk sehari-hari sementara ini masih dibiayai oleh ayahnya yang sudah menikah lagi,” sambung AKP Sudita.

 

Pihaknya juga mengajak masyarakat yang memiliki rejeki lebih untuk dapat ikut membantu siswi tersebut. Tidak berpatokan pada bantuan uang saja, namun juga berupa peralatan sekolah atau sejenisnya. “Akan lebih baik berupa barang misalnya buku, sepatu, dan sejenisnya. Kalau uang, takutnya anak ini tidak bisa mengatur uangnya,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/