alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Tekan Kasus Stunting, Tim Percepatan Awali dari Nusa Penida

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS —Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta Sesuai data Dinas Kesehatan Klungkung, angka kasus stunting di Gumi Serombotan pada 2021 lalu menyentuh angka 653 orang atau 6,20 persen. Laporan berasal dari seluruh Puskesmas. Karena itu, Pemkab Klungkung pun membentuk tim percepatan penurunan stunting sejak 28 April lalu.

Tim ini nantinya mencari penyebab, solusi, dan pencegahan stunting. Tim yang terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bakal segera turun lapangan dalam waktu dekat dam diawali dari Kecamatan Nusa Penida.

Rapat rekonsiliasi percepatan penurunan stunting belum lama ini digelar. Rapat itu digelar oleh Tim Satgas Stunting Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di Klungkung. Bahkan pada Mei lalu, sempat diadakan monitoring dan evaluasi (Monev).

Baca Juga :  Bank Sampah Luwu Mas Rutin Tukar Sampah Jadi Beras

“Secepatnya tim akan turun lapangan. Jika stunting disebabkan akibat faktor sosial maka Dinas Sosial bergerak. Jika disebabkan oleh faktor kesehatan, maka Dinas Kesehatan bergerak,” ujar Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Klungkung, Jumat (24/6).

Sedangkan Sekretaris BKKBN Bali Made Arnawa mengatakan, dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif serta tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan maka dilakukan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dengan pemerintah kabupaten.

Berdasarkan Hasil SSGI 2021, terjadi disparitas antar kabupaten/kota di Bali. Prevalensi stunting di Bali sebesar 10,5 persen, yang sudah dibawah rata rata nasional. Sedangkan di Klungkung sebesar 15,4 persen. Penurunan stunting di Bali tahun 2024 diharapkan menjadi 6,15 persen.

Baca Juga :  Puluhan Karateka Klungkung Siap Jajal Gubernur Cup

Saat ini telah disusun strategi nasional menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

“Pemerintah daerah harus mampu prioritaskan sumber daya yang tersedia untuk naikkan cakupan pelayanan kepada kelompok sasaran Percepatan Penurunan Stunting, meliputi remaja, calon pengantin atau calon pasangan usia subur, Ibu hamil ibu menyusui dan anak usia 0-59 bulan,” ujar Made Arnawa.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS —Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta Sesuai data Dinas Kesehatan Klungkung, angka kasus stunting di Gumi Serombotan pada 2021 lalu menyentuh angka 653 orang atau 6,20 persen. Laporan berasal dari seluruh Puskesmas. Karena itu, Pemkab Klungkung pun membentuk tim percepatan penurunan stunting sejak 28 April lalu.

Tim ini nantinya mencari penyebab, solusi, dan pencegahan stunting. Tim yang terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bakal segera turun lapangan dalam waktu dekat dam diawali dari Kecamatan Nusa Penida.

Rapat rekonsiliasi percepatan penurunan stunting belum lama ini digelar. Rapat itu digelar oleh Tim Satgas Stunting Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di Klungkung. Bahkan pada Mei lalu, sempat diadakan monitoring dan evaluasi (Monev).

Baca Juga :  Bank Sampah Luwu Mas Rutin Tukar Sampah Jadi Beras

“Secepatnya tim akan turun lapangan. Jika stunting disebabkan akibat faktor sosial maka Dinas Sosial bergerak. Jika disebabkan oleh faktor kesehatan, maka Dinas Kesehatan bergerak,” ujar Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Klungkung, Jumat (24/6).

Sedangkan Sekretaris BKKBN Bali Made Arnawa mengatakan, dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif serta tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan maka dilakukan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, dengan pemerintah kabupaten.

Berdasarkan Hasil SSGI 2021, terjadi disparitas antar kabupaten/kota di Bali. Prevalensi stunting di Bali sebesar 10,5 persen, yang sudah dibawah rata rata nasional. Sedangkan di Klungkung sebesar 15,4 persen. Penurunan stunting di Bali tahun 2024 diharapkan menjadi 6,15 persen.

Baca Juga :  Anggota DPD RI Ajak Warga Patuh dan Lakukan 3M

Saat ini telah disusun strategi nasional menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

“Pemerintah daerah harus mampu prioritaskan sumber daya yang tersedia untuk naikkan cakupan pelayanan kepada kelompok sasaran Percepatan Penurunan Stunting, meliputi remaja, calon pengantin atau calon pasangan usia subur, Ibu hamil ibu menyusui dan anak usia 0-59 bulan,” ujar Made Arnawa.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/