alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

OTG-GR Covid-19 di Bangli Wajib Jalani Isolasi Terpusat

BANGLI, BALI EXPRESS- Pemkab Bangli kembali memberlakukan isolasi terpusat bagi orang tanpa gejala-gejala ringan (OTG-GR) Covid-19. Lokasinya memanfaatkan gedung diklat rumah Sakit Jiwa (RSJ)  Provinsi Bali di Bangli. OTG-GR wajib isolasi di sana. Sementara mereka yang bergejala diisolasi di rumah sakit.

Hal itu disampaikan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Minggu (25/7). Menurut bupati, isolasi terpusat berlaku sejak Minggu. OTG-GR yang terkonfirmasi positif sehari sebelumnya mulai menjalani isolasi di sana. Sedangkan yang terkonfirmasi beberapa hari sebelumnya dan telanjur isolasi mandiri, tetap mandiri. Tetapi harus disiplin dan diawasi dengan ketat. “Kalau masih berkeliaran akan dijemput (diajak isolasi terpusat),” jelas Sedana Arta didampingi Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana, dan Direktur RSJ Dewa Gede Basudewa di RSJ Provinsi Bali.

Sedana Arta menyebutkan, gedung diklat tersebut bisa menampung sekitar 100 orang. Apabila penuh, maka akan memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) di Dusun Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut. Di sana bisa menampung sekitar 50 orang. Sedana Arta pun menyampaikan, Pemkab Bangli mewajibkan OTG-GR menjalani isolasi terpusat lantaran kasus di Bumi Sejuk itu terus mengalami peningkatan. Selain itu karena instruksi pemerintah pusat. “Sekarang kami harus tegas karena kecenderungan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangli masih sangat tinggi,” tegas politikus PDIP itu.

Pasien OTG-GR ini menjalani isolasi sampai hasil swab negatif. Mereka test swab PCR setiap lima hari. Apabila hasilnya negatif, boleh pulang. Namun ketika masih positif tetap menjalani isolasi di sana. Kebutuhan makan ditanggung APBD kabupaten melalui belanja tak terduga (BTT).   Mengacu data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, terdapat 43 orang mulai menjalani isolasi di RSJ.


BANGLI, BALI EXPRESS- Pemkab Bangli kembali memberlakukan isolasi terpusat bagi orang tanpa gejala-gejala ringan (OTG-GR) Covid-19. Lokasinya memanfaatkan gedung diklat rumah Sakit Jiwa (RSJ)  Provinsi Bali di Bangli. OTG-GR wajib isolasi di sana. Sementara mereka yang bergejala diisolasi di rumah sakit.

Hal itu disampaikan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Minggu (25/7). Menurut bupati, isolasi terpusat berlaku sejak Minggu. OTG-GR yang terkonfirmasi positif sehari sebelumnya mulai menjalani isolasi di sana. Sedangkan yang terkonfirmasi beberapa hari sebelumnya dan telanjur isolasi mandiri, tetap mandiri. Tetapi harus disiplin dan diawasi dengan ketat. “Kalau masih berkeliaran akan dijemput (diajak isolasi terpusat),” jelas Sedana Arta didampingi Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Dandim 1626/Bangli Letkol Inf I Gde Putu Suwardana, dan Direktur RSJ Dewa Gede Basudewa di RSJ Provinsi Bali.

Sedana Arta menyebutkan, gedung diklat tersebut bisa menampung sekitar 100 orang. Apabila penuh, maka akan memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) di Dusun Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut. Di sana bisa menampung sekitar 50 orang. Sedana Arta pun menyampaikan, Pemkab Bangli mewajibkan OTG-GR menjalani isolasi terpusat lantaran kasus di Bumi Sejuk itu terus mengalami peningkatan. Selain itu karena instruksi pemerintah pusat. “Sekarang kami harus tegas karena kecenderungan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangli masih sangat tinggi,” tegas politikus PDIP itu.

Pasien OTG-GR ini menjalani isolasi sampai hasil swab negatif. Mereka test swab PCR setiap lima hari. Apabila hasilnya negatif, boleh pulang. Namun ketika masih positif tetap menjalani isolasi di sana. Kebutuhan makan ditanggung APBD kabupaten melalui belanja tak terduga (BTT).   Mengacu data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, terdapat 43 orang mulai menjalani isolasi di RSJ.


Most Read

Artikel Terbaru

/