alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Sering Makan Korban, Perbaikan Gorong-gorong Diharapkan Cepat Rampung

GIANYAR, BALI EXPRESS – Perbaikan gorong-gorong di Jalan Raya Pantai Purnama, memasuki Banjar Palak hingga Banjar Telabah, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, dipertanyakan masyarakat lantaran diduga mangkrak. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejak 3 minggu terakhir ini nampak tak ada pekerja yang melakukan aktifitas di proyek tersebut. Padahal biasanya ada alat berat yang beroperasi dan pekerja yang melakukan aktifitas sembari mengatur lalu lintas di lokasi proyek.

Hal itu pun membuat pemandangan dilokasi proyek terkesan amburadul. Sebab aspal yang sudah terlanjur tergali dan dipasangkan beton masih menganga, meskipun dibeberapa titik gorong-gorong sudah tertutup sempurna. 

Salah seorang warga menuturkan jika kondisi itu kerap memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sebab sudah cukup banyak terjadi kecelakaan orang jatuh karena material masih berserakan di sekitar proyek. “Karena proyek ini sekarang jalannya jadi sempit, jadinya pas ramai otomatis jalannya macet. Material proyek juga bikin beberapa pengguna jalan jatuh,” ujar salah seorang sumber di lapangan yang enggan disebutkan namanya, Minggu (25/7).

Atas situasi tersebut, sejatinya warga ini sempat bertanya kepada pekerja, mengenai apa alasan proyek tersebut mangkrak, yang jawabannya karena  kehabisan bahan material. “Kurang bahannya bahkan sampai tiga minggu, kalau begini mending tidak usah dibongkar,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Perbekel Sukawati I Wayan Asdita Adi mengaku belum mendengar keluhan masyarakat terkait mangkraknya proyek tersebut. “Mengenai keluhan masyarakat ssya belum dengar nanti saya akan konfirmasi dengan perangkat saya,” tegasnya. 

Hanya saja dirinya mengaku sudah berkoordinasi dengan pemborong agar dipercepat pelaksanaannya. Dimana menurut hasil koordinasi tersebut, pemborong mengatakan tutup gorong-gorong baru datang Minggu (25/7). Dan nantinya akan dikerahkan alat Exa dan forklip untuk menutup gorong-gorong tersebut. “Berdasarkan hasil koordinasi  tutup gorong-gorong terlambat karena produksinya memerlukan perhitungan waktu. Jadi menunggu umur beton. Karena kalau belum umur sesuai dengan persyaratan, tidak bisa diangkut pasang,” tandasnya.

Pembangunan Drainase Sukawati itu sendiri pengerjaannya dibawah instansi Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali,  Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Bali, Dirjen Ciptakan Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat RI. Proyek ini menggunakan dana yang bersumber APBN senilai Rp 20 Miliar, dan mulai dikerjakan sejak 19 Februari 2021 selama 240 hari kalender. PT Jangkar Sejati Utama terpilih sebagai pelaksana dan CV Tri Matra Disain sebagai konsultan supervisi.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Perbaikan gorong-gorong di Jalan Raya Pantai Purnama, memasuki Banjar Palak hingga Banjar Telabah, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, dipertanyakan masyarakat lantaran diduga mangkrak. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sejak 3 minggu terakhir ini nampak tak ada pekerja yang melakukan aktifitas di proyek tersebut. Padahal biasanya ada alat berat yang beroperasi dan pekerja yang melakukan aktifitas sembari mengatur lalu lintas di lokasi proyek.

Hal itu pun membuat pemandangan dilokasi proyek terkesan amburadul. Sebab aspal yang sudah terlanjur tergali dan dipasangkan beton masih menganga, meskipun dibeberapa titik gorong-gorong sudah tertutup sempurna. 

Salah seorang warga menuturkan jika kondisi itu kerap memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sebab sudah cukup banyak terjadi kecelakaan orang jatuh karena material masih berserakan di sekitar proyek. “Karena proyek ini sekarang jalannya jadi sempit, jadinya pas ramai otomatis jalannya macet. Material proyek juga bikin beberapa pengguna jalan jatuh,” ujar salah seorang sumber di lapangan yang enggan disebutkan namanya, Minggu (25/7).

Atas situasi tersebut, sejatinya warga ini sempat bertanya kepada pekerja, mengenai apa alasan proyek tersebut mangkrak, yang jawabannya karena  kehabisan bahan material. “Kurang bahannya bahkan sampai tiga minggu, kalau begini mending tidak usah dibongkar,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Perbekel Sukawati I Wayan Asdita Adi mengaku belum mendengar keluhan masyarakat terkait mangkraknya proyek tersebut. “Mengenai keluhan masyarakat ssya belum dengar nanti saya akan konfirmasi dengan perangkat saya,” tegasnya. 

Hanya saja dirinya mengaku sudah berkoordinasi dengan pemborong agar dipercepat pelaksanaannya. Dimana menurut hasil koordinasi tersebut, pemborong mengatakan tutup gorong-gorong baru datang Minggu (25/7). Dan nantinya akan dikerahkan alat Exa dan forklip untuk menutup gorong-gorong tersebut. “Berdasarkan hasil koordinasi  tutup gorong-gorong terlambat karena produksinya memerlukan perhitungan waktu. Jadi menunggu umur beton. Karena kalau belum umur sesuai dengan persyaratan, tidak bisa diangkut pasang,” tandasnya.

Pembangunan Drainase Sukawati itu sendiri pengerjaannya dibawah instansi Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali,  Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Bali, Dirjen Ciptakan Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat RI. Proyek ini menggunakan dana yang bersumber APBN senilai Rp 20 Miliar, dan mulai dikerjakan sejak 19 Februari 2021 selama 240 hari kalender. PT Jangkar Sejati Utama terpilih sebagai pelaksana dan CV Tri Matra Disain sebagai konsultan supervisi.


Most Read

Artikel Terbaru

/