alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Tembus Pasar Nasional, Kue Iku-iku Tulikup Terus Dikembangkan

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pembuatan kue iku-iku atau yang lebih dikenal dengan kue gambir di Desa Tulikup, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, saat ini masih terkendala daya tahan kue yang hanya bertahan 3 sampai 4 hari. Padahal kue menyerupai dodol yang dibungkus dengan daun bambu itu sangat diminati untuk dikirim ke luar Bali, bahkan luar negeri.

Perbekel Desa Tulikup, I Made Ardika menjelaskan bahwa saat ini ada 5 KK pembuat kue iku-iku di Desa Tulikup. Dimana kue iku-iku merupakan kue yang terbuat ketan hitam menyerupai dodol namun memiliki isian manis di dalamnya. “Jadi potensi kuliner di Tulikup digali, ada kue iku-iku, juga ada agar-agar dari daun kelor,” ujarnya Minggu (25/7).

Melalui PKK Desa Tulikup, pembuatan kue iku-iku juga terus dilatih. Terutama bagaimana agar kue iku-iku bisa bertahan lama. Sebab sejauh ini kue iku-iku hanya tahan 3 sampai 4 hari, karena pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet. “Ketahanan dari jajan ini yang masih jadi kendala, karena lebih dari 4 hari biasanya sudah muncul jamur,” imbuhnya.

Selain soal daya tahan, yang masih menjadi kendala adalah soal pembungkusan kue yang menggunakan tali rapia sebagai pengikatnya. Pihaknya pun menyarankan agar pengikatnya diganti menjadi tali bambu agar seluruhnya ramahnya lingkungan. “Kalau biasanya pengikatnya pakai tali rapia, itu kurang elok, jadi disarankan pakai tiing tali atau tali kupas,” sambungnya.

Maka dari itu pembuat kue iku-iku di Tulikup ini pun terus mengikuti pelatihan-pelatihan untuk semakin mengembangkan kue khas Bali tersebut. Terlebih dari 5 KK pembuat kue iku-iku di Tulikup ini ada yang permintaannya datang dari luar Bali bahkan luar negeri. “Ada yang dikirim ke Jakarta sampai luar negeri, tapi ya itu kendalanya di ketahanan kue,” bebernya.

Pihaknya pun berharap dengan pembinaan yang terus dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Gianyar potensi kuliner di Tulikup bisa semakin berkembang sehingga mampu menopang perekonomian masyarakat Desa Tulikup.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Pembuatan kue iku-iku atau yang lebih dikenal dengan kue gambir di Desa Tulikup, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, saat ini masih terkendala daya tahan kue yang hanya bertahan 3 sampai 4 hari. Padahal kue menyerupai dodol yang dibungkus dengan daun bambu itu sangat diminati untuk dikirim ke luar Bali, bahkan luar negeri.

Perbekel Desa Tulikup, I Made Ardika menjelaskan bahwa saat ini ada 5 KK pembuat kue iku-iku di Desa Tulikup. Dimana kue iku-iku merupakan kue yang terbuat ketan hitam menyerupai dodol namun memiliki isian manis di dalamnya. “Jadi potensi kuliner di Tulikup digali, ada kue iku-iku, juga ada agar-agar dari daun kelor,” ujarnya Minggu (25/7).

Melalui PKK Desa Tulikup, pembuatan kue iku-iku juga terus dilatih. Terutama bagaimana agar kue iku-iku bisa bertahan lama. Sebab sejauh ini kue iku-iku hanya tahan 3 sampai 4 hari, karena pembuatannya tidak menggunakan bahan pengawet. “Ketahanan dari jajan ini yang masih jadi kendala, karena lebih dari 4 hari biasanya sudah muncul jamur,” imbuhnya.

Selain soal daya tahan, yang masih menjadi kendala adalah soal pembungkusan kue yang menggunakan tali rapia sebagai pengikatnya. Pihaknya pun menyarankan agar pengikatnya diganti menjadi tali bambu agar seluruhnya ramahnya lingkungan. “Kalau biasanya pengikatnya pakai tali rapia, itu kurang elok, jadi disarankan pakai tiing tali atau tali kupas,” sambungnya.

Maka dari itu pembuat kue iku-iku di Tulikup ini pun terus mengikuti pelatihan-pelatihan untuk semakin mengembangkan kue khas Bali tersebut. Terlebih dari 5 KK pembuat kue iku-iku di Tulikup ini ada yang permintaannya datang dari luar Bali bahkan luar negeri. “Ada yang dikirim ke Jakarta sampai luar negeri, tapi ya itu kendalanya di ketahanan kue,” bebernya.

Pihaknya pun berharap dengan pembinaan yang terus dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Gianyar potensi kuliner di Tulikup bisa semakin berkembang sehingga mampu menopang perekonomian masyarakat Desa Tulikup.


Most Read

Artikel Terbaru

/