alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Diketahui Tetangga, Dua Pria Diduga Perkosa Anak SD di Kos Darmasaba

BADUNG, BALI EXPRESS – Seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas 6 SD berinisial KI, 11, diduga menjadi korban pemerkosaan dan digilir oleh dua orang pria dewasa. Tindakan asusila itu disebut terjadi di kos korban, kawasan Tegal Bersih, Darmasaba, Abiansemal, Badung.

Menurut kerabat korban yang enggan disebut namanya kepada Bali Express (Jawa Pos Grup), peristiwa itu terjadi antara Juli 2021. “Pelakunya ada dua orang, perkiraan saya berumur sekitar 25 tahun, namanya Kaplik dan Goyoh,” ujar sumber itu, Rabu (25/8).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa insiden korban dirudapaksa oleh pelaku pertama kali diketahui oleh tetangga di sekitar kos tersebut. Pencabulan itu kemudian tersampaikan ke telinga kakak korban dan diadukan ke orang Ayah korban PS, 40, yang disebut berprofesi sebagai seorang buruh asal Buleleng.

“Bapaknya langsung mencari pelaku, saat ketemu pelaku mengakui telah melecehkan korban,” tuturnya. Orang tua yang mendengar anak gadisnya dilecehkan tentu saja tak terima dan langsung melapor ke Reskrim Polres Badung tepatnya Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

Kerabat ini pun mengaku mendampingi korban saat melakukan proses visum di Polres Badung, Rabu (24/8). “Saya diberitahu kalo polisi sekarang sedang mencari pelaku di Desa Ban, Kubu, Karangasem,” lanjutnya. Terkait kronologi kejadian yang lebih rinci, dirinya berucap bahwa hanya orang tua korban yang mengetahui lebih jelas. 

Namun orang tua korban enggan berbicara mengenai anaknya yang masih dibawah umur dilecehkan. Anehnya juga, pelaku disebut terus mendatangi kedua orang tua korban untuk melakukan mediasi, sehingga keluarga korban coba menjauh untuk saat ini. “Kalau sudah begini, dikonfirmasi ke polres Badung saja ya, karena sudah melapor dan lebih jelasnya di sana,” tutupnya.

Sementara Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya laporan tersebut. Tetapi dirinya enggan menjelaskan lebih jauh tentang kronologi kejadian itu. “Benar ada laporan pada Senin (23/8), pelakunya sudah diidentifikasi, namun masih proses penyelidikan ya,” ungkapnya. (ges)


BADUNG, BALI EXPRESS – Seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas 6 SD berinisial KI, 11, diduga menjadi korban pemerkosaan dan digilir oleh dua orang pria dewasa. Tindakan asusila itu disebut terjadi di kos korban, kawasan Tegal Bersih, Darmasaba, Abiansemal, Badung.

Menurut kerabat korban yang enggan disebut namanya kepada Bali Express (Jawa Pos Grup), peristiwa itu terjadi antara Juli 2021. “Pelakunya ada dua orang, perkiraan saya berumur sekitar 25 tahun, namanya Kaplik dan Goyoh,” ujar sumber itu, Rabu (25/8).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa insiden korban dirudapaksa oleh pelaku pertama kali diketahui oleh tetangga di sekitar kos tersebut. Pencabulan itu kemudian tersampaikan ke telinga kakak korban dan diadukan ke orang Ayah korban PS, 40, yang disebut berprofesi sebagai seorang buruh asal Buleleng.

“Bapaknya langsung mencari pelaku, saat ketemu pelaku mengakui telah melecehkan korban,” tuturnya. Orang tua yang mendengar anak gadisnya dilecehkan tentu saja tak terima dan langsung melapor ke Reskrim Polres Badung tepatnya Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

Kerabat ini pun mengaku mendampingi korban saat melakukan proses visum di Polres Badung, Rabu (24/8). “Saya diberitahu kalo polisi sekarang sedang mencari pelaku di Desa Ban, Kubu, Karangasem,” lanjutnya. Terkait kronologi kejadian yang lebih rinci, dirinya berucap bahwa hanya orang tua korban yang mengetahui lebih jelas. 

Namun orang tua korban enggan berbicara mengenai anaknya yang masih dibawah umur dilecehkan. Anehnya juga, pelaku disebut terus mendatangi kedua orang tua korban untuk melakukan mediasi, sehingga keluarga korban coba menjauh untuk saat ini. “Kalau sudah begini, dikonfirmasi ke polres Badung saja ya, karena sudah melapor dan lebih jelasnya di sana,” tutupnya.

Sementara Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya laporan tersebut. Tetapi dirinya enggan menjelaskan lebih jauh tentang kronologi kejadian itu. “Benar ada laporan pada Senin (23/8), pelakunya sudah diidentifikasi, namun masih proses penyelidikan ya,” ungkapnya. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/