alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Seluruh Fraksi Setuju Perubahan KUA dan PPAS APBD Denpasar

DENPASAR, BALI EXPRESS – Penutupan Sidang Paripurna ke-17 Masa Persidangan II DPRD Kota Denpasar digelar secara resmi pada Selasa (24/8). Sidang yang mengagendakan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Denpasar Tahun Anggaran 2021 dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede bersama Wakil Ketua I Wayan Mariyana Wandhira, I Made Mulyawan Arya dan AA Ketut Asmara Putra.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, Pj Sekda I Made Toya serta OPD terkait secara daring dan luring. Dalam sidang tersebut, seluruh fraksi menyetujui penetapan perubahan KUA dan PPAS 2021.

Walikota Jaya Negara dalam sambutanya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota dewan atas kesungguhan dan kerja samanya sehingga rancangan Perubahan KUA dan PPAS 2021 tersebut telah disepakati untuk dapat disetujui seluruh fraksi untuk menjadi pedoman dalam penyusunan Perubahan APBD 2021.

Lebih lanjut Jaya Negara berkeyakinan, keputusan yang menjadi kesepakatan ini tentunya sudah didahului dengan proses dan tahapan-tahapan pembahasan. “Untuk itu, kebersamaan tersebut merupakan dasar dan komitmen bersama untuk secara berkesinambungan melaksanakan program-program pembangunan yang telah direncanakan. Mengingat dalam pendapat akhir fraksi masih ada catatan-catatan yang disampaikan baik berupa usul atau saran maupun komentar. Maka terhadap hal-hal tersebut akan dikaji serta ditindaklanjuti sesuai dengan urgensi dan manfaatnya serta akan dijadikan bahan acuan dalam rangka penyusunan program kerja berikutnya,” ujar Jaya Negara.

Perubahan KUA dan PPAS 2021 dijelaskam sebagai berikut, pendapatan daerah setelah perubahan dirancang Rp 1,85 triliun lebih. Selanjutnya untuk belanja daerah dirancang Rp 2,16 triliun lebih atau bertambah Rp 202,41 miliar lebih. Berdasarkan target pendapatan dan belanja daerah yang telah diuraikan di atas, maka dalam rancangan perubahan KUA dan PPAS 2021 terjadi defisit Rp 312,80 miliar lebih. Dimana, rencana defisit ini akan ditutupi dari pembiayaan daerah yang bersumber dari Silpa 2020 sebesar Rp 312,80 miliar lebih.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Penutupan Sidang Paripurna ke-17 Masa Persidangan II DPRD Kota Denpasar digelar secara resmi pada Selasa (24/8). Sidang yang mengagendakan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Denpasar Tahun Anggaran 2021 dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede bersama Wakil Ketua I Wayan Mariyana Wandhira, I Made Mulyawan Arya dan AA Ketut Asmara Putra.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, Pj Sekda I Made Toya serta OPD terkait secara daring dan luring. Dalam sidang tersebut, seluruh fraksi menyetujui penetapan perubahan KUA dan PPAS 2021.

Walikota Jaya Negara dalam sambutanya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota dewan atas kesungguhan dan kerja samanya sehingga rancangan Perubahan KUA dan PPAS 2021 tersebut telah disepakati untuk dapat disetujui seluruh fraksi untuk menjadi pedoman dalam penyusunan Perubahan APBD 2021.

Lebih lanjut Jaya Negara berkeyakinan, keputusan yang menjadi kesepakatan ini tentunya sudah didahului dengan proses dan tahapan-tahapan pembahasan. “Untuk itu, kebersamaan tersebut merupakan dasar dan komitmen bersama untuk secara berkesinambungan melaksanakan program-program pembangunan yang telah direncanakan. Mengingat dalam pendapat akhir fraksi masih ada catatan-catatan yang disampaikan baik berupa usul atau saran maupun komentar. Maka terhadap hal-hal tersebut akan dikaji serta ditindaklanjuti sesuai dengan urgensi dan manfaatnya serta akan dijadikan bahan acuan dalam rangka penyusunan program kerja berikutnya,” ujar Jaya Negara.

Perubahan KUA dan PPAS 2021 dijelaskam sebagai berikut, pendapatan daerah setelah perubahan dirancang Rp 1,85 triliun lebih. Selanjutnya untuk belanja daerah dirancang Rp 2,16 triliun lebih atau bertambah Rp 202,41 miliar lebih. Berdasarkan target pendapatan dan belanja daerah yang telah diuraikan di atas, maka dalam rancangan perubahan KUA dan PPAS 2021 terjadi defisit Rp 312,80 miliar lebih. Dimana, rencana defisit ini akan ditutupi dari pembiayaan daerah yang bersumber dari Silpa 2020 sebesar Rp 312,80 miliar lebih.


Most Read

Artikel Terbaru

/