alexametrics
30.4 C
Denpasar
Wednesday, January 26, 2022

Aliansi Hindu Nusantara Geruduk Kantor Gubernur dan DPRD Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS –  Ratusan anggota Aliansi Hindu Nusantara menggelar aksi damai di seputaran Monumen Bajra Sandi Renon, depan Kantor Gubernur Bali dan Wantilan DPRD Bali, Senin (25/10). Aksi tersebut dilakukan untuk menyikapi Mahasabha XII PHDI Pusat yang dikabarkan berlangsung pada 28 Oktober 2021 mendatang. 

Aksi damai  tersebut diisi dengan pernyataan sikap dan penandatanganan petisi bahwa Mahasabha XII PHDI Pusat  ilegal. Sebab dianggap sebagai pengayom sampradaya asing dan masa kepengurusan sebelumnya telah berakhir. Sehingga Aliansi Hindu Nusatara meminta agar Gubernur Bali menerima hasil Mahasabha Luar Biasa (MLB) PHDI Pusat. 

MLB tersebut telah memilih Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia sebagai Ketua Harian PHDI Pusat Masa Bakti 2021-2026 atau versi MLB.  Ketua Aliansi Hindu Nusantara, Wayan Bagiarta Negara menjelaskan Mahasabha yang akan digelar itu ilegal lantaran kepengurusan sebelumnya telah berakhir. 

Sehingga tidak memiliki kewenangan melakukan mahasabha kembali, dan hal itu menurutnya telah diambil alih oleh kepengurusan hasil MLB yang digelar di Pura Samuan Tiga, Gianyar, beberapa waktu lalu. “Aksi ini digelar agar para pihak mencermati kembali apabila diminta mensuport atau diundang dalam mahasabha yang dimaksud,” jelasnya. 

Saat berusaha bertemu dengan DPRD Provinsi Bali, Aliansi Hindu Nusantara hanya diterima perwakilan tiga orang oleh Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama. Pertemuan yang berlangsung secara tertutup tersebut mendapatkan hasil bahwa ketua DPRD Bali mendukung kegiatan aksi damai tersebut. 

Baca Juga :  Nasib Kakul, Yuyu, dan Semal di Era Normal Baru

“Sikap ketua DPRD sudah sangat jelas mendukung kegiatan kita hari ini, dan meminta semua pihak untuk mengawal agar Bali ke depan  tetap santhi. Terutama untuk memurnikan PHDI dan melenyapkan sampradaya berhasil,” tandas Bagiarta. 

Sedangkan Koordinator Aksi Damai I Wayan Supartha di depan Kantor Gubernur Bali mengajak semua masyarakat bersatu menjaga adat, tradisi dan budaya. “Mari kita tetap bersatu dan bersama menjaga adat tradisi budaya nusantara. Mati kita bersama-sama membersihkan PHDI dari sampradaya,” tegasnya. 

Pada kesempatan tersebut mereka meminta kepada Gubernur Bali sebagai pengayom umat Hindu di Bali agar mendukung hasil MLB. “Dengarkan suara kami, ingat kami akan selalu mengikuti pimpinan yang bijak, mari kita bersama-sama bergerak ngajegang gumi Bali. Dengan ajegnya adat budaya Bali kita akan bisa hidup damai, santhi untuk generasi kita selanjutnya. Mari getarkan Hindu nusantara kita,” tegasnya.

 

 

DENPASAR, BALI EXPRESS –  Ratusan anggota Aliansi Hindu Nusantara menggelar aksi damai di seputaran Monumen Bajra Sandi Renon, depan Kantor Gubernur Bali dan Wantilan DPRD Bali, Senin (25/10). Aksi tersebut dilakukan untuk menyikapi Mahasabha XII PHDI Pusat yang dikabarkan berlangsung pada 28 Oktober 2021 mendatang. 

Aksi damai  tersebut diisi dengan pernyataan sikap dan penandatanganan petisi bahwa Mahasabha XII PHDI Pusat  ilegal. Sebab dianggap sebagai pengayom sampradaya asing dan masa kepengurusan sebelumnya telah berakhir. Sehingga Aliansi Hindu Nusatara meminta agar Gubernur Bali menerima hasil Mahasabha Luar Biasa (MLB) PHDI Pusat. 

MLB tersebut telah memilih Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia sebagai Ketua Harian PHDI Pusat Masa Bakti 2021-2026 atau versi MLB.  Ketua Aliansi Hindu Nusantara, Wayan Bagiarta Negara menjelaskan Mahasabha yang akan digelar itu ilegal lantaran kepengurusan sebelumnya telah berakhir. 

Sehingga tidak memiliki kewenangan melakukan mahasabha kembali, dan hal itu menurutnya telah diambil alih oleh kepengurusan hasil MLB yang digelar di Pura Samuan Tiga, Gianyar, beberapa waktu lalu. “Aksi ini digelar agar para pihak mencermati kembali apabila diminta mensuport atau diundang dalam mahasabha yang dimaksud,” jelasnya. 

Saat berusaha bertemu dengan DPRD Provinsi Bali, Aliansi Hindu Nusantara hanya diterima perwakilan tiga orang oleh Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama. Pertemuan yang berlangsung secara tertutup tersebut mendapatkan hasil bahwa ketua DPRD Bali mendukung kegiatan aksi damai tersebut. 

Baca Juga :  Tempat Relokasi Pasar Gianyar Diprediksi Rawan Banjir

“Sikap ketua DPRD sudah sangat jelas mendukung kegiatan kita hari ini, dan meminta semua pihak untuk mengawal agar Bali ke depan  tetap santhi. Terutama untuk memurnikan PHDI dan melenyapkan sampradaya berhasil,” tandas Bagiarta. 

Sedangkan Koordinator Aksi Damai I Wayan Supartha di depan Kantor Gubernur Bali mengajak semua masyarakat bersatu menjaga adat, tradisi dan budaya. “Mari kita tetap bersatu dan bersama menjaga adat tradisi budaya nusantara. Mati kita bersama-sama membersihkan PHDI dari sampradaya,” tegasnya. 

Pada kesempatan tersebut mereka meminta kepada Gubernur Bali sebagai pengayom umat Hindu di Bali agar mendukung hasil MLB. “Dengarkan suara kami, ingat kami akan selalu mengikuti pimpinan yang bijak, mari kita bersama-sama bergerak ngajegang gumi Bali. Dengan ajegnya adat budaya Bali kita akan bisa hidup damai, santhi untuk generasi kita selanjutnya. Mari getarkan Hindu nusantara kita,” tegasnya.

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru