alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Diduga Mabuk, Anak Punk yang Hadang Bus Trans Metro Dewata Minta Maaf

DENPASAR, BALI EXPRESS – Kelakuan dua anak punk di Halte 3 Matahari Terbit, Sanur, Denpasar Selatan sempat membuat heboh masyarakat, terutama pengguna media sosial. Pasalnya mereka diduga dalam keadaan mabuk memaksa masuk bus.

Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan, AKP Hadimastika Karsito Putro menjelaskan peristiwa bermula saat sopir bus Trans Metro Dewata jurusan Matahari Terbit mengambil penumpang di Halte 3, Sabtu (23/10) pukul 19.00. Tampaklah di lokasi, dua anak punk diketahui bernama Michael Ristandi, 19, dan Brajamusti, 25.

“Mereka sedikit oleng (mabuk) dan meminta masuk bus,” ujarnya Senin (25/10). Melihat anak punk diduga mabuk, sopir bus bernama Ketut Sukerta, tak mengijinkan saat mereka minta masuk. Sebab, sopir khawatir bisa mengganggu atau bahkan membahayakan penumpang lainnya. Namun kedua laki-laki itu tetap memaksa masuk.

Mulai dari menggedor-gedor, bahkan sampai menendang bus. Aksi Michael dan Brajamusti ini sempat diabadikan dalam rekaman video berdurasi 6 detik oleh warga sekitar.  Terdengar Brajamusti yang berperawakan tinggi dan gundul berteriak kepada sopir, bahwa mereka sebetulnya hanya ingin pulang.  

“Saya mau pulang pak, ini fasilitas negara (bus), gratis, saya juga punya kartu,” kata anak punk itu. Tetapi sopir belum berani membukakan dan penumpang lain jadi turut tak bisa masuk, sehingga perjalanan bus tersendat. Video yang diambil pun menjadi viral setelahnya.

Hadimastika melanjutkan, berdasarkan rekaman video yang viral di Medsos, Kapolsek Densel, AKP I Gede Sudyatmaja menginstruksikan jajaran Reskrim  untuk menyelidiki dua lelaki tersebut. Lalu, didapati informasi, bahwa anak punk sedang nongkrong di wilayah Ubung, Denpasar Utara.

Hingga Minggu (24/10), Michael dan Brajamusti pun diamankan saat sedang nongkrong di kawasan itu. Dari pemeriksaan, saat kejadian keduanya disebut baru selesai nonton konser punk, sambil minum di Pantai Matahari Terbit. Ketika hendak pulang menaiki bus menuju Terminal Ubung, terjadilah masalah itu. 

Kini keduanya telah meminta maaf jika perbuatannya mengganggu kenyamanan orang lain. Karena tidak ada melakukan tindak pidana, mereka tidak diproses hukum. “Tidak diproses hanya diminta keterangan, mereka sudah minta maaf,” tutupnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Kelakuan dua anak punk di Halte 3 Matahari Terbit, Sanur, Denpasar Selatan sempat membuat heboh masyarakat, terutama pengguna media sosial. Pasalnya mereka diduga dalam keadaan mabuk memaksa masuk bus.

Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan, AKP Hadimastika Karsito Putro menjelaskan peristiwa bermula saat sopir bus Trans Metro Dewata jurusan Matahari Terbit mengambil penumpang di Halte 3, Sabtu (23/10) pukul 19.00. Tampaklah di lokasi, dua anak punk diketahui bernama Michael Ristandi, 19, dan Brajamusti, 25.

“Mereka sedikit oleng (mabuk) dan meminta masuk bus,” ujarnya Senin (25/10). Melihat anak punk diduga mabuk, sopir bus bernama Ketut Sukerta, tak mengijinkan saat mereka minta masuk. Sebab, sopir khawatir bisa mengganggu atau bahkan membahayakan penumpang lainnya. Namun kedua laki-laki itu tetap memaksa masuk.

Mulai dari menggedor-gedor, bahkan sampai menendang bus. Aksi Michael dan Brajamusti ini sempat diabadikan dalam rekaman video berdurasi 6 detik oleh warga sekitar.  Terdengar Brajamusti yang berperawakan tinggi dan gundul berteriak kepada sopir, bahwa mereka sebetulnya hanya ingin pulang.  

“Saya mau pulang pak, ini fasilitas negara (bus), gratis, saya juga punya kartu,” kata anak punk itu. Tetapi sopir belum berani membukakan dan penumpang lain jadi turut tak bisa masuk, sehingga perjalanan bus tersendat. Video yang diambil pun menjadi viral setelahnya.

Hadimastika melanjutkan, berdasarkan rekaman video yang viral di Medsos, Kapolsek Densel, AKP I Gede Sudyatmaja menginstruksikan jajaran Reskrim  untuk menyelidiki dua lelaki tersebut. Lalu, didapati informasi, bahwa anak punk sedang nongkrong di wilayah Ubung, Denpasar Utara.

Hingga Minggu (24/10), Michael dan Brajamusti pun diamankan saat sedang nongkrong di kawasan itu. Dari pemeriksaan, saat kejadian keduanya disebut baru selesai nonton konser punk, sambil minum di Pantai Matahari Terbit. Ketika hendak pulang menaiki bus menuju Terminal Ubung, terjadilah masalah itu. 

Kini keduanya telah meminta maaf jika perbuatannya mengganggu kenyamanan orang lain. Karena tidak ada melakukan tindak pidana, mereka tidak diproses hukum. “Tidak diproses hanya diminta keterangan, mereka sudah minta maaf,” tutupnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/