alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Gempa Karangasem Rusak Gedung di 30 SD

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Dari delapan SD di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, lima sekolah di antaranya terdampak gempa bumi pada Sabtu (16/10) pagi lalu. Kerusakan yang ditimbulkan tidak sampai rusak berat.

Seperti yang terjadi di SD Negeri 5 Ban di Dusun Belong, Desa Ban. Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 4,8 itu menyebabkan dinding sejumlah ruang belajar hanya retak. Kondisi serupa juga terlihat di SD 2, 4, 6, dan SD 7 Desa Ban. Sementara itu, tidak ada laporan kerusakan dari SD 1, 3 dan 8 di desa itu.

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem sudah mendapat jumlah total sekolah yang terdampak gempa. Ada 30 SD dilaporkan mengalami rusak ringan, sedang hingga berat. Di sisi lain, beberapa sekolah di luar desa Ban dan Kecamatan Kubu juga melaporkan ada kerusakan. Yakni di Kecamatan Rendang, Bebandem, Abang, dan satu SD di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis yang notabene jauh dari pusat gempa. Misalnya tembok di SD 2 Amerta Buana Kecamatan Selat yang ambruk. Begitu juga tembok penyengker jebol di SD 1 Menanga di Rendang.

Kepala Disdikpora Karangasem I Wayan Sutrisna mengakui sudah menindaklanjuti kerusakan beberapa sekolah itu. Hasil asesment, sekolah yang rusak berat agar sementara tak dimanfaatkan demi keamanan belajar tatap muka. Nanti penanganan dimohonkan melalui APBD, bantuan keuangan khusus (BKK), dana insentif daerah (DID), atau dana alokasi khusus (DAK).

Sedangkan untuk sekolah yang mengalami rusak ringan, misalnya perbaikan hanya ganti komponen yang rusak bisa mengunakan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS). Sehingga belajar tatap muka bisa tetap berjalan. “Kita masih bisa laksanakan PTM dengan prokes ketat,” ujar mantan Kadis Perindag Karangasem itu.

Selain SD, beberapa unit bangunan SMP dan satu gedung PAUD juga terdampak gempa. “Ada tujuh SMP negeri dan satu swasta dilaporkan terdampak (rusak ringan). Rusaknya macam-macam. Seperti genting jatuh, plafon lepas, dinding retak. Satuan pendidikan sudah bersihkan dan sudah melapor ke kami,” tukas Sutrisna.

 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Dari delapan SD di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, lima sekolah di antaranya terdampak gempa bumi pada Sabtu (16/10) pagi lalu. Kerusakan yang ditimbulkan tidak sampai rusak berat.

Seperti yang terjadi di SD Negeri 5 Ban di Dusun Belong, Desa Ban. Guncangan gempa berkekuatan magnitudo 4,8 itu menyebabkan dinding sejumlah ruang belajar hanya retak. Kondisi serupa juga terlihat di SD 2, 4, 6, dan SD 7 Desa Ban. Sementara itu, tidak ada laporan kerusakan dari SD 1, 3 dan 8 di desa itu.

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem sudah mendapat jumlah total sekolah yang terdampak gempa. Ada 30 SD dilaporkan mengalami rusak ringan, sedang hingga berat. Di sisi lain, beberapa sekolah di luar desa Ban dan Kecamatan Kubu juga melaporkan ada kerusakan. Yakni di Kecamatan Rendang, Bebandem, Abang, dan satu SD di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis yang notabene jauh dari pusat gempa. Misalnya tembok di SD 2 Amerta Buana Kecamatan Selat yang ambruk. Begitu juga tembok penyengker jebol di SD 1 Menanga di Rendang.

Kepala Disdikpora Karangasem I Wayan Sutrisna mengakui sudah menindaklanjuti kerusakan beberapa sekolah itu. Hasil asesment, sekolah yang rusak berat agar sementara tak dimanfaatkan demi keamanan belajar tatap muka. Nanti penanganan dimohonkan melalui APBD, bantuan keuangan khusus (BKK), dana insentif daerah (DID), atau dana alokasi khusus (DAK).

Sedangkan untuk sekolah yang mengalami rusak ringan, misalnya perbaikan hanya ganti komponen yang rusak bisa mengunakan anggaran bantuan operasional sekolah (BOS). Sehingga belajar tatap muka bisa tetap berjalan. “Kita masih bisa laksanakan PTM dengan prokes ketat,” ujar mantan Kadis Perindag Karangasem itu.

Selain SD, beberapa unit bangunan SMP dan satu gedung PAUD juga terdampak gempa. “Ada tujuh SMP negeri dan satu swasta dilaporkan terdampak (rusak ringan). Rusaknya macam-macam. Seperti genting jatuh, plafon lepas, dinding retak. Satuan pendidikan sudah bersihkan dan sudah melapor ke kami,” tukas Sutrisna.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/