Minggu, 28 Nov 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Jelang Sudhi Wadani, Sukmawati Jalani Ritual Melukat di Segara Lovina

25 Oktober 2021, 20: 55: 54 WIB | editor : I Dewa Gede Rastana

Jelang Sudhi Wadani, Sukmawati Jalani Ritual Melukat di Segara Lovina

MELUKAT : Sukmawati Soekarnoputri saat menjalani upacara melukat di Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, pada Senin (25/10) petang. (I Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Sehari sebelum menjalani upacara Sudhi Wadani, Diah Mutiara Sukmawati Soekarno Putri atau Sukmawati terlebih dahulu menjalani ritual Melukat di Segara Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng pada Senin (25/10) petang. Prosesi melukat dipuput oleh Ida Pandita Mpu Satya Dwijananda dari Griya Kasaiwan Satya Mandala, Lingkungan Tegal Sari, Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Dalam ritual itu, terlihat Sukmawati mengenakan baju putih. Ia juga terlihat didampingi oleh sejumlah penglingsir dari Bale Agung, yang notabene adalah keluarga besar dari sang Nenek, Nyoman Rai Serimben, Ibunda Bung Karno. Bahkan, prosesi melukat dilaksanakan secara tertutup. Awak media dilarang untuk mengambil gambar dari jarak dekat.

Gede Made Suardhana yang juga sekaligus sebagai Jero Mangku Merahab Pasek Tatar Bale Agung menjelaskan, prosesi melukat ynag dijalani Sukmawati sebagai bentuk penyucian diri secara niskala. Tjuannya mengembalikan lagi pada posisi yang sebelumnya menganut keyakinan lain.“Ini prosesi meruwat agar badan rohani bersih,” jelasnya kepada awak media.

Baca juga: Seorang Pria Terekam CCTV Curi Besi Penutup Gorong-gorong

Lanjutnya, pelaksanaan rangkaian sudhi wadani yang akan dijalani memang ritualnya sudah sesuai urutan yang dipimpin Ida Pandita. “Atas petunjuk Ida Pandita, memang harus dibersihkan dulu di laut dengan ritual pembersihan diri," jelasnya.

Terkait dipilihanya Pantai Lovina sebagai tempat penyucian disebutkan Suardhana tidak ada pertimbangan khusus. Sebab, Sukmawati memang sedang menginap di hotel dekat dekat dengan lokasi melukat. Pihak keluarga besar Bale Agung juga sudah berkoordinasi dengan Kelian Desa Adat Kalibukbuk.

Ia menambahkan, prosesi Sudhi Wadani yang sedianya dilaksanakan Selasa (26/10) pihak Keluarga besar Bale Agung memang sudah ditunjuk sebagai Pengerajeg Karya. Sedangkan prosesi Sudhi Wadani besok akan dipimpin Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng.

"Saat Sudhi Wadani dilaksanakan, nani prosesi itu akan dipimpin PHDI Buleleng. Akan ada beberapa tanya jawab, kemudian sumpah janji, sekaligus prosesi penandatanganan, Setelah itu, secara normatif atau formal, beliau (Sukmawati) sudah menyatakan diri sebagai warga yang beragama Hindu," imbuhnya.

Setelah resmi menjadi pemeluk agama Hindu, masih ada sejumlah prosesi adat atau upacara yang akan dijalani oleh Sukmawati. Di antaranya upacara tiga bulanan, otonan, potong gigi, yang digelar secara simbolis. Kemudian, dilanjutkan dengan sembahyang ke merajan.

Di sisi lain, Sukmawati memang sudah mantap untuk berpindah keyakinan memeluk agama Hindu kepada Keluarga Besar Bale Agung. Upacara tersebut kemudian diputuskan digelar pada Selasa, tepat usia Sukmawati yang ke-70.

Ia menambahkan, putri keempat Presiden RI pertama itu memang sudah ada dorongan atau pewisik sejak kecil, untuk memeluk Hindu. Terlebih, setelah dihubungkan dengan nenek beliau yang merupakan pemeluk agama Hindu dari Bale Agung. “Sehingga niat beliau ditetapkan besok, sesuai hari lahir beliau dan bertepatan dengan hari baik, Anggara Kasih Julungwangi," paparnya.

pihaknya mewakili Keluarga Besar Bale Agung berharap agar Sukmawati menjadi penganut Agama Hindu yang baik. 'Kami akan membimbing, dengan ajaran yang sesuai tata krama Hindu. Sehingga, bisa menemui jalan yang baik," pungkasnya.

(bx/dik/ras/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia