Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Polemik PHDI, Wisnu Bawa Tenaya Bertemu dengan Ida Bagus Putu Dunia

25 Oktober 2021, 21: 39: 48 WIB | editor : I Made Mertawan

Polemik PHDI, Wisnu Bawa Tenaya Bertemu dengan Ida Bagus Putu Dunia

Ketua Aliansi Hindu Nusantara Wayan Bagiarta Negara (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tengah bergejolak. Umat Hindu dibuat bingung dengan adanya dua kubu kepengurusan PHDI Pusat. Elit kedua kubu PHDI dikabarkan telah bertemu, membahas keberlangsungan lembaga umat Hindu itu ke depan.

Ketua Aliansi Hindu Nusantara Wayan Bagiarta Negara, Senin (25/10) membenarkan Ketua PHDI Pusat versi Mahasabha Luar Biasa (MLB) Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia bertemu dengan Ketua PHDI Pusat Mayor Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT).  “Mereka  berdua bertemu di kantronya bapak  Moeldoko. Jadi di situ ada diskusi cukup serius, di antaranya menyangkut dengan Hindu,” jelas Bagiarta.

Disebutkannya, menurut pandangan Wisnu Bawa Tenaya, Hindu itu terdiri dari beragam sampradaya. Semua sampradaya dilindungi termasuk Hindu Bali juga disebutkan sebagai sampradaya. “Jadi sangat berbeda sekali dengan apa yang mereka ajarkan dan sebarkan ke Indonesia,” kata Bagiarta.

Baca juga: Jelang Sudhi Wadani, Sukmawati Jalani Ritual Melukat di Segara Lovina

Ditambahkannya, menurut  pandangan Wisnu Bawa Tenaya tersebut, Hindu Bali dan nusantara adalah sampradaya sebuah konsep yang sudah bertolak belakang dengan apa yang diyakini sekarang. “Untuk itu WBT akan melanjutkan Mahasabha PHDI XII, karena demikian maka kami melakukan perlawanan,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bagiarta menambahkan hal tersebut juga disampaikan oleh Ida Bagus Putu Dunia, bahwa pandangan yang bertentangan bisa melumpuhkan sendi ajaran agama Hindu Bali. “Dalam saat itu Bapak Moeldoko bisa menengahi, diminta agar jangan ada saling mengganggu,” katanya.

Dengan demikian, Bagiarta mengatakan jika ISKCON jadi agama, jadilah agama jangan mengganggu. Terutama jangan mengkonversi orang yang sudah beragama, khususnya beragama Hindu.

Disinggung jika Mahasabha PHDI Pusat XII tetap digelar akhir Oktober nanti, Bagiarta mengatakan pihaknya akan tetap melakukan aksi penolakan. Bahkan akan tetap melakukan penuntutan sampai ke jalur hukum. “Kami akan tolak, sampai melakukan penuntutan ke jalur pengadilan,” tandasnya.

(bx/ade/wan/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia