alexametrics
28.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Turnamen Tamiya Serangkaian D’Youth Festival

DENPASAR, BALI EXPRESS – Generasi 90 an tentu tak akan melupakan tamiya. Mainan asal Jepang ini memiliki memori indah bagi para penggunanya ketika itu. Kalaupun masih ada yang memainkannya, mungkin sudah berkeluarga ataupun sudah berkepala 3 atau lebih.

 

Dalam D’Youth Festival yang digelar di Dharma Negara Alaya, memori itu kembali dibangkitkan. Puluhan peserta meramaikan acara turnamen yang digeber pada Minggu (24/10).

 

Panitia turnamen, Reonando Ferrari mengatakan peserta dalam turnamen ini sangat antusias. Dimana, jumlah peserta yang ikut sebanyak 50 orang. Awalnya, peserta yang mendaftar sebanyak 60 orang, tapi yang hadir saat gelaran dirasa sudah cukup banyak.

 

Lantas, bagaimana sistem dalam turnamen tersebut? Lanjutnya, setiap peserta diwajibkan menggunakan mesin tamiya yang asli serta belum dimodifikasi. Jika ada yang kedapatan memodifikasi, maka otomatis akan langsung di diskualifikasi.

 

“Masing-masing peserta kami berikan kesempatan untuk race maksimal sebanyak 50 kali, namun yang kami hitung dalam penilaian hanya 10 kali saja,” sebutnya.

 

Peserta turnamen tamiya yang digelar serangkaian Denpasar Youth Festival 2021 disambut antusias oleh peserta. Acara yang digelar di Dharma Negara Alaya Lumintang ini diikuti oleh remaja hingga orang dewasa.

 

Salah satu peserta, Tristan, 34 mengaku ikut turnamen ini untuk mengenang masa kecilnya dulu. “Saya sudah main tamiya sejak SD. Sekarang mulai booming lagi, jadi saya ikut,” ujar pria yang tinggal di Denpasar ini.

 

Yang menjadi kepuasan baginya bermain tamiya ini ketika merakitnya. Terlebih lagi, mobil yang ia rakit bisa melesat cepat dan menjadi juara. “Saya sudah ikut turnamen sudah lima kali, dua diantaranya juara,” ungkapnya.

 

Peserta lainnya Wayan Antonio, 27 memiliki cerita yang berbeda. Antonio rela jauh-jauh dari Singaraja untuk mengikuti turnamen ini. Soal dunia tamiya, ia baru menggandrunginya sejak tiga bulan lalu. “Ini pertama kali saya ikut turnamen. Untuk biaya sih kurang lebih satu jutaan. Yang mahal itu partnya, itu untuk yang original. Kalau yang imitasi lebih murah,” katanya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Generasi 90 an tentu tak akan melupakan tamiya. Mainan asal Jepang ini memiliki memori indah bagi para penggunanya ketika itu. Kalaupun masih ada yang memainkannya, mungkin sudah berkeluarga ataupun sudah berkepala 3 atau lebih.

 

Dalam D’Youth Festival yang digelar di Dharma Negara Alaya, memori itu kembali dibangkitkan. Puluhan peserta meramaikan acara turnamen yang digeber pada Minggu (24/10).

 

Panitia turnamen, Reonando Ferrari mengatakan peserta dalam turnamen ini sangat antusias. Dimana, jumlah peserta yang ikut sebanyak 50 orang. Awalnya, peserta yang mendaftar sebanyak 60 orang, tapi yang hadir saat gelaran dirasa sudah cukup banyak.

 

Lantas, bagaimana sistem dalam turnamen tersebut? Lanjutnya, setiap peserta diwajibkan menggunakan mesin tamiya yang asli serta belum dimodifikasi. Jika ada yang kedapatan memodifikasi, maka otomatis akan langsung di diskualifikasi.

 

“Masing-masing peserta kami berikan kesempatan untuk race maksimal sebanyak 50 kali, namun yang kami hitung dalam penilaian hanya 10 kali saja,” sebutnya.

 

Peserta turnamen tamiya yang digelar serangkaian Denpasar Youth Festival 2021 disambut antusias oleh peserta. Acara yang digelar di Dharma Negara Alaya Lumintang ini diikuti oleh remaja hingga orang dewasa.

 

Salah satu peserta, Tristan, 34 mengaku ikut turnamen ini untuk mengenang masa kecilnya dulu. “Saya sudah main tamiya sejak SD. Sekarang mulai booming lagi, jadi saya ikut,” ujar pria yang tinggal di Denpasar ini.

 

Yang menjadi kepuasan baginya bermain tamiya ini ketika merakitnya. Terlebih lagi, mobil yang ia rakit bisa melesat cepat dan menjadi juara. “Saya sudah ikut turnamen sudah lima kali, dua diantaranya juara,” ungkapnya.

 

Peserta lainnya Wayan Antonio, 27 memiliki cerita yang berbeda. Antonio rela jauh-jauh dari Singaraja untuk mengikuti turnamen ini. Soal dunia tamiya, ia baru menggandrunginya sejak tiga bulan lalu. “Ini pertama kali saya ikut turnamen. Untuk biaya sih kurang lebih satu jutaan. Yang mahal itu partnya, itu untuk yang original. Kalau yang imitasi lebih murah,” katanya.


Most Read

Artikel Terbaru

/