Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Beralasan Fokus Mengurus Orang Tua, Perbekel Pejeng Mengundurkan Diri

Masa Jabatan Tinggal Dua Tahun, Ingin Santai

25 November 2021, 14: 14: 54 WIB | editor : I Dewa Gede Rastana

Beralasan Fokus Mengurus Orang Tua, Perbekel Pejeng Mengundurkan Diri

MUNDUR : Perbekel Pejeng Tjok Agung Kusuma Yuda (kiri). Surat permohonan pengunduran diri Perbekel Pejeng Tjok Agung Kusuma Yuda (kanan). (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kabar cukup mengejutkan datang dari Perbekel Desa Pejeng, Tjok Agung Kusuma Yuda P. Sebab ia tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya tersebut. Pengunduran diri itu ia lakukan disebut-sebut karena ingin fokus mengurus orang tuanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, surat permohonan pengajuan pengunduran diri dengan nomor 881/115/DP/XI/2021 dilayangkan Tjok Agung para tanggal 18 November 2021 kepada Bupati Gianyar dengan tembusan Kepala Dinas PMD Gianyar, Camat Tampaksiring, serta Ketua Badan Pemusyawaratan Desa Pejeng.

Dalam surat bermaterai 10.000 tersebut, Tjok Agung menyatakan bahwa dirinya mengundurkan diri sebagai Perbekel Desa Pejeng dengan alasan tidak bisa lagi menjalankan tugas dan tanggungjawaban sebagai Perbekel Pejeng lantaran harus fokus mengurus kedua orang tuanya.

Baca juga: Kawasan Pasar Rawan, Polsek Rendang Rutin Patroli Prokes

Saat dikonfirmasi, pria yang sudah dua periode menjabat sebagai Perbekel Pejeng itu pun membenarkan perihal pengunduran dirinya tersebut. Dirinya mengaku ingin beristirahat dan ingin  lebih santai. “Benar mundur. Mau istirahat saja, sudah umur juga. Biar santai,” ujarnya Tjok Agung Kusuma Yuda, Kamis (25/11).

Perbekel yang pada periode kali ini baru menjabat 2,5 tahun itu mengaku sudah cukup menjabat dalam kurun waktu tersebut dan kini memberikan kesempatan generasi muda untuk mengisi jabatan tersebut. “Lagi 2,5 tahun (masa jabatan). Kanggeang je amunika (cukup segitu), biar ada anak muda,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, mengaku masih memproses Surat Keputusan (SK) Bupati terkait pemberhentian Perbekel Pejeng tersebut. "Nanti proses pemberhentian itu dengan Pak Bupati. Termasuk nanti mengangkat Penjabat (Pj) Perbekel," paparnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa pengangkatan Pj berlaku maksimal 6 bulan sebelum ada pergantian antar waktu (PAW). “Dan setelah terpilih, yang menggantikan akan melaksanakan tugas sampai masa sisa waktu yang bersangkutan,” bebernya.

Dimana berdasarkan data yang diperolehnya, Tjok Agung menjabat sebagai Perbekel Pejeng sejak bulan Januari 2018 dan akan mengakhiri masa jabatannya pada tahun 2024 mendatang. “Jadi sisa jabatannya dua tahun lagi,” sambungnya.

Sedangkan mengenai alasan pengunduran diri dari Tjok Agung, Dewa Adi mengaku tidak mengetahui secara detil. Bahkan pihaknya juga belum menanyakan secara langsung alasan pasti mundur. Namun yang pasti kata dia Perbekel sah-sah saja jika mengajukan pengunduran diri. "Kalau perbekel itu bisa berhenti. Satu karena meninggal, dan bisa karena mengundurkan diri,” tegasnya.

Disisi lain, Ketua Forum Perbekel se-Kabupaten Gianyar, Gusti Ngurah Susila, mengaku belum mendengar kabar mengenai pengunduran diri salah satu rekan sesama perbekel tersebut. "Saya belum itu. Tapi mengundurkan diri itu sah-sah, itu hak,” tandasnya.

Pengunduran diri yang dilakukan oleh Tjok Agung pun membuat pelayanan administrasi di Desa Pejeng terhambat. Menurut salah seorang warga yang hendak meminta tanda tangan perbekel untuk pensertifikatan tanah Teba, sejak pagi dirinya sudah datang ke Kantor Perbekel untuk belum juga mendapatkan tanda tangan hingga siang hari. “Kami datang pagi untuk tanda tangan Perbekel, terkait penyertifikatan tanah teba kami. Tapi belum juga dapat,” ujar Gede Julius.

Ia pun mengaku sudah mendengar jika Perbekel Desa Pejeng mengundurkan diri sehingga pada kesempatan itu, pihaknya juga ingin memastikan hal tersebut. "Kami juga datang menanyakan kebenaran isu tersebut. Ternyata memang Perbekel tidak ada, kita dibuatkan memo kunjungan,” imbuhnya.

Sayangnya saat meminta bertemu, Perbekel justru menolak. Dimana setelah ditelepon oleh Sekdes untuk meminta agenda ketemu dengan warga, Perbekel bilang melalui telepon tidak mau bertemu dengan warga dengan alasan sudah mengundurkan diri sebagai perbekel.

“Jadi saya sudah tiga kali sia-sia datang ke kantor desa. Alasan pertama tidak mau tanda tangan, katanya menunggu sp3 (Bendesa adat Jro Kuta Pejeng). Kedua ada surat dari Bendesa ke BPN Gianyar. Dan sekarang alasannya Perbekel mengundurkan diri. Saya jadi bingung,” imbuhnya. Terlebih pasca perdamaian soal polemik penyertifikatan tanah teba ini, baik Bendesa maupun Perbekel bersedia melayani warga. 

(bx/ras/ras/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia