Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Para Tersangka Korupsi Masker Karangasem Seret Nama Mas Sumatri

25 November 2021, 18: 09: 20 WIB | editor : I Putu Suyatra

Para Tersangka Korupsi Masker Karangasem Seret Nama Mas Sumatri

DITAHAN: Para tersangka korupsi pengadaan masker di Karangasem saat ditahan, Rabu (24/11). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS - Para tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan 512 ribu masker di Dinas Sosial Karangasem, Bali, menyinggung soal dugaan adanya disposisi mantan bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri dalam pengadaan masker pertengahan 2020 lalu. Hal itu pun terungkap usai tujuh orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem pada Rabu (24/11).

Pande Gede Jaya Suparta dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang mendampingi para tersangka, menyinggung beberapa keterangan yang diutarakan kliennya selama pemeriksaan sebagai tersangka. Satu di antaranya dugaan adanya disposisi dari bupati yang kala itu masih dijabat Mas Sumatri.

"Disebut yang mengusulkan masker bukan Dinsos, disposisi dari bupati saat itu. Mereka (tersangka) sempat mengatakan, yang ambil ini (proyek) harusnya Dinas Kesehatan. 'Kok bisa ke Dinsos. Kan ini masalah kesehatan. Ada disposisi'. Ini menurut keterangan para tersangka, ya," ujar Pande Suparta di hadapan awak media usai penetapan tersangka.

Baca juga: Simulasi Pesawat Jatuh di Tanjung Benoa

Terkait hal ini, Kasi Intel Kejari Karangasem I Dewa Gede Semaraputra membenarkan para tersangka menyampaikan keterangan dugaan adanya disposisi kepada penyidik selama pemeriksaan sebagai tersangka. "Saat diperiksa sebagai saksi, keterangan ini tidak muncul. Jadi itu muncul selama pemeriksaan sebagai tersangka. Maka ini jadi info baru bagi penyidik," kata Dewa, Kamis (25/11).

Disinggung apakah kerugian negara dinikmati para tersangka, menurutnya

pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang dapat menyimpulkannya. "Belum diketahui apakah ada yang menikmati. Siapa yang diuntungkan, dan siapa yang memberi keuntungan belum diketahui," sebut jaksa asal Bangli ini seraya menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini.

Adanya dugaan penyimpangan dalam penghitungan maupun pengadaan masker scuba Rp 2,9 miliar membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem mengusut kasus itu pada Mei 2021. Sudah ada 60 orang saksi yang diperiksa. Tim penyidik Kejari Karangasem lantas tetapkan tujuh tersangka pada Rabu (24/11) setelah mengantongi dua alat bukti.

IGB, mantan Kepala Dinas Sosial Karangasem terseret dalam kasus ini sebagai tersangka. Termasuk GS selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), IWB dan INR yang merupakan tim teknis, serta tim pemeriksa barang IKSA, NKS, dan IGPY di Dinas Sosial Karangasem. Mereka sementara dititipkan di tiga tahanan berbeda selama 20 hari di tiga Mapolsek jajaran Polres Karangasem.

(bx/aka/yes/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia