alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, January 26, 2022

Simulasi Pesawat Jatuh di Tanjung Benoa

KUTA, BALI EXPRESS – Sebuah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Lombok mengalami kecelakaan. Pesawat yang berangkat dari runway 9 ini menabrak burung, sehingga pesawat terguncang dan jatuh di perairan Tanjung Benoa. Petugas dari Landasan Udara TNI AU, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Rumah Sakit Kasih Ibu Kedonganan, Jasa Marga Bali Tol, Basarnas, dan Kantor Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Udara (KP3U) Ngurah Rai pun langsung melakukan upaya pertolongan.

Untungnya dalam kejadian dari pesawat yang membawa 106 penumpang dan 8 kru ini tidak sampai menyebabkan korban jiwa. Namun enam penumpang mengalami luka berat. Itulah sekilas skenario dari simulasi penanganan kecelakaan pesawat yang dilakukan PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I Taufan Yudhistira menjelaskan, kegiatan ini adalah modular exercise atau latihan kesiapsiagaan dalam menangani kecelakaan pesawat. “Tujuannya menguji kesigapan dan koordinasi antar personil bersama stakeholder terkait,” jelasnya saat ditemui Rabu (24/11).

Baca Juga :  Bangunan Kanopi Tak Berizin, Satpol PP Badung Lakukan Pembongkaran

Menurutnya, dalam modular exercise yang digelar hanya tiga dari keseluruhan modular yang dapat dilaksanakan. Dari pemantauan di lokasi korban dari pesawat yang mengalami kecelakaan berhamburan di perairan Tanjung Benoa. Setelah itu tim gabungan langsung melakukan pertolongan.

“Evaluasi penanganan terhadap kecelakaan ini akan kami lakukan selanjutnya, dan sudah ada tim penilai yang akan melakukan evaluasi. Harusnya response time dari kejadian ini paling lama tiga menit,” ungkapnya.

Lebih lanjut Taufan berharap kejadian seperti ini tidak terjadi. Namun pihaknya menilai pelatihan ini sangat penting untuk dilakukan. Agar saat terjadi kecelakaan seluruh stakeholder sudah siap.

KUTA, BALI EXPRESS – Sebuah pesawat lepas landas dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Lombok mengalami kecelakaan. Pesawat yang berangkat dari runway 9 ini menabrak burung, sehingga pesawat terguncang dan jatuh di perairan Tanjung Benoa. Petugas dari Landasan Udara TNI AU, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Rumah Sakit Kasih Ibu Kedonganan, Jasa Marga Bali Tol, Basarnas, dan Kantor Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Udara (KP3U) Ngurah Rai pun langsung melakukan upaya pertolongan.

Untungnya dalam kejadian dari pesawat yang membawa 106 penumpang dan 8 kru ini tidak sampai menyebabkan korban jiwa. Namun enam penumpang mengalami luka berat. Itulah sekilas skenario dari simulasi penanganan kecelakaan pesawat yang dilakukan PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I Taufan Yudhistira menjelaskan, kegiatan ini adalah modular exercise atau latihan kesiapsiagaan dalam menangani kecelakaan pesawat. “Tujuannya menguji kesigapan dan koordinasi antar personil bersama stakeholder terkait,” jelasnya saat ditemui Rabu (24/11).

Baca Juga :  Tekan Angka Laka, Ditlantas Polda Bali Goes to Campus

Menurutnya, dalam modular exercise yang digelar hanya tiga dari keseluruhan modular yang dapat dilaksanakan. Dari pemantauan di lokasi korban dari pesawat yang mengalami kecelakaan berhamburan di perairan Tanjung Benoa. Setelah itu tim gabungan langsung melakukan pertolongan.

“Evaluasi penanganan terhadap kecelakaan ini akan kami lakukan selanjutnya, dan sudah ada tim penilai yang akan melakukan evaluasi. Harusnya response time dari kejadian ini paling lama tiga menit,” ungkapnya.

Lebih lanjut Taufan berharap kejadian seperti ini tidak terjadi. Namun pihaknya menilai pelatihan ini sangat penting untuk dilakukan. Agar saat terjadi kecelakaan seluruh stakeholder sudah siap.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru