alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, January 26, 2022

Tak Ingin Kasus Melonjak Jelang Nataru, BIN Vaksinasi Warga Gianyar

GIANYAR, BALI EXPRESS – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bali menggelar vaksinasi Covid-19 untuk ratusan masyarakat  di Kabupaten Gianyar, Kamis (25/11) bertempat di Masjid Agung AL-A’La Kabupaten Gianyar. Dalam kegiatan tersebut, digunakan dua jenis vaksin yakni Sinovac Bio Farma dan Astra Zeneca.

 

Pantauan di lapangan, vaksinasi tersebut mendapat respon baik dari masyarakat. Selain menggelar vaksinasi terpusat, juga digelar vaksinasi door to door di Banjar Kembengan, Desa Tulikup, Kecamatan/Kabupaten Gianyar. 

 

Salah satu peserta vaksinasi Covid-19, Subir, 30 alamat Candi Baru, Gianyar, dirinya saat itu menjalani vaksinasi tahap kedua. Ia mengaku baru sempat menjalani vaksinasi kedua karena kesibukan di kampungnya. “Jadi jarak antara vaksinasi pertama ke vaksin kedua sekitar sebulan lebih, karena kemarin sibuk dikampung,” ujarnya.

 

Pria yang sehari-hari berjualan bubur ini menambahkan jika menurutnya program vaksinasi ini sangat bagus terutama untuk meningkatkan sistem imun agar terhindari dari Covid-19.  “Ya program vaksinasi ini sangat bagus, dan sekarang saya sudah vaksin 2 kali pakai Astra Zeneca,” lanjutnya.

 

Sementara itu Kepala BIN Daerah (Kabinda) Bali, Brigadir Pol Hadi Purnomo menjelaskan jika pada kegiatan tersebut pihaknya menyediakan 1.000 dosis vaksin Sinovac dan 500 dosis vaksin Astra Zeneca. Menurutnya vaksinasi sangat penting diberikan kepada masyarakat terlebih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru ini sudah terpantau ada peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Bali. “Dari yang sebelumnya 1 digit sekarang sudah 2 digit lagi, jadi ada peningkatan dan ini perlu kita sadari dan waspadai,” tegasnya.

Baca Juga :  Dikejar Pelajar, Pencuri Motor Ketemu Polisi di Kuta Utara

 

Maka dari itu pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin serta mengikuti vaksinasi Covid-19. “Vaksinasi itu penting karena kita sadari Covid-19 itu belum ada obatnya, dan salah satu pencegahannya adalah melalui vaksinasi baik tahap I maupun tahap II. Untuk masyarakat yang belum divaksin bisa menghubungi Kabinda Bali,” lanjutnya.

 

Untuk vaksinasi door to door yang dilakukan di Desa Tulikup, kata dia pihaknya menyediakan 500 dosis vaksin Sinovac dan Astra Zeneca. Dimana kegiatan tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan yang sudah digelar pada bulan Oktober lalu. Desa Tulikup sendiri dipilih karena banyak lansia di Desa Tulikup yang sebelumnya belum menjalani vaksinasi Covid-19. “Banyak lansia di di Tulikup yang belum menjalani vaksinasi, maka kita lakukan vaksinasi door to door,” sambungnya.

 

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa segala upaya telah ia lakukan agar capaian vaksinasi bisa melampaui target. Mulai dari vaksinasi massal, maupun vaksinasi door to door atau penjemputan. “Kita terhambatnya di lansia, tapi dengan kita lakukan vaksinasi secara masif, baik itu dengan door to door atau penjemputan, ya capaiannya sudah cukup,” tegasnya.

 

Kendatipun demikian, menurutnya kegiatan tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Kabinda Bali saja, namun juga semua stakeholder maupun lembaga vertikal yang ada. Karena dengan demikian dapat memotivasi kita maupun pemerintah daerah. 

GIANYAR, BALI EXPRESS – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bali menggelar vaksinasi Covid-19 untuk ratusan masyarakat  di Kabupaten Gianyar, Kamis (25/11) bertempat di Masjid Agung AL-A’La Kabupaten Gianyar. Dalam kegiatan tersebut, digunakan dua jenis vaksin yakni Sinovac Bio Farma dan Astra Zeneca.

 

Pantauan di lapangan, vaksinasi tersebut mendapat respon baik dari masyarakat. Selain menggelar vaksinasi terpusat, juga digelar vaksinasi door to door di Banjar Kembengan, Desa Tulikup, Kecamatan/Kabupaten Gianyar. 

 

Salah satu peserta vaksinasi Covid-19, Subir, 30 alamat Candi Baru, Gianyar, dirinya saat itu menjalani vaksinasi tahap kedua. Ia mengaku baru sempat menjalani vaksinasi kedua karena kesibukan di kampungnya. “Jadi jarak antara vaksinasi pertama ke vaksin kedua sekitar sebulan lebih, karena kemarin sibuk dikampung,” ujarnya.

 

Pria yang sehari-hari berjualan bubur ini menambahkan jika menurutnya program vaksinasi ini sangat bagus terutama untuk meningkatkan sistem imun agar terhindari dari Covid-19.  “Ya program vaksinasi ini sangat bagus, dan sekarang saya sudah vaksin 2 kali pakai Astra Zeneca,” lanjutnya.

 

Sementara itu Kepala BIN Daerah (Kabinda) Bali, Brigadir Pol Hadi Purnomo menjelaskan jika pada kegiatan tersebut pihaknya menyediakan 1.000 dosis vaksin Sinovac dan 500 dosis vaksin Astra Zeneca. Menurutnya vaksinasi sangat penting diberikan kepada masyarakat terlebih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru ini sudah terpantau ada peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Bali. “Dari yang sebelumnya 1 digit sekarang sudah 2 digit lagi, jadi ada peningkatan dan ini perlu kita sadari dan waspadai,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRD Badung Harapkan Eksekutif Lebih Cermat

 

Maka dari itu pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin serta mengikuti vaksinasi Covid-19. “Vaksinasi itu penting karena kita sadari Covid-19 itu belum ada obatnya, dan salah satu pencegahannya adalah melalui vaksinasi baik tahap I maupun tahap II. Untuk masyarakat yang belum divaksin bisa menghubungi Kabinda Bali,” lanjutnya.

 

Untuk vaksinasi door to door yang dilakukan di Desa Tulikup, kata dia pihaknya menyediakan 500 dosis vaksin Sinovac dan Astra Zeneca. Dimana kegiatan tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan yang sudah digelar pada bulan Oktober lalu. Desa Tulikup sendiri dipilih karena banyak lansia di Desa Tulikup yang sebelumnya belum menjalani vaksinasi Covid-19. “Banyak lansia di di Tulikup yang belum menjalani vaksinasi, maka kita lakukan vaksinasi door to door,” sambungnya.

 

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa segala upaya telah ia lakukan agar capaian vaksinasi bisa melampaui target. Mulai dari vaksinasi massal, maupun vaksinasi door to door atau penjemputan. “Kita terhambatnya di lansia, tapi dengan kita lakukan vaksinasi secara masif, baik itu dengan door to door atau penjemputan, ya capaiannya sudah cukup,” tegasnya.

 

Kendatipun demikian, menurutnya kegiatan tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh Kabinda Bali saja, namun juga semua stakeholder maupun lembaga vertikal yang ada. Karena dengan demikian dapat memotivasi kita maupun pemerintah daerah. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru