alexametrics
28.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Belum Semua Desa Lapor Perkiraan Kerugian Bencana 

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Beberapa peristiwa bencana alam terjadi hampir merata di seluruh wilayah Karangasem. Bencana longsor dan pohon tumbang paling mendominasi sejak awal tahun 2020. Dua jenis bencana alam itu, paling sering terjadi lantaran faktor kondisi geografis wilayah Karangasem.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem memperkirakan kerugian yang ditimbulkan peristiwa itu mencapai Rp 3 Miliar. Meski diakui, BPBD belum sepenuhnya menerima laporan kerugian dari desa yang sempat dilanda bencana. Namun, angka tersebut masih sebatas estimasi kerugian. 

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa mengatakan, peristiwa tanah longsor dan pohon tumbang paling sering terjadi. Disusul kebakaran, banjir, angin kencang, dan gelombang pasang. 

“Setelah laporan dari desa masuk semua, baru bisa dicantumkan nilainya,” ucap Arimbawa. Dia menyebut, kerugian tersebut berdasarkan kerusakan bangunan akibat dampak bencana. 

Data yang dirangkum bulan Desember ini saja, peristiwa angin kencang porak-porandakan puluhan rumah di wilayah Seraya, Kecamatan Karangasem. Rumah warga rusak sedang hingga berat. Kerugian ditaksir hampir Rp 200 juta. 

Tidak itu saja, angin kencang mengakibatkan beberapa pohon tumbang di beberapa titik dalam sehari. Bahkan bulan ini saja, pohon tumbang hingga merusak fasilitas umum, rumah warga, hingga timbulkan korban luka akibat pohon tumbang di jalan raya. Intensitas hujan beberapa kurun waktu terakhir juga akibatkan pohon tumbang dan longsor.

Bencana angin kencang yang melanda Karangasem sejak awal Januari hingga Februari 2020, mengakibatkan belasan rumah penduduk rusak parah. Begitu juga bangunan pura menjadi korban amukan angin kencang. Kerugian akibat angin kencang ini ditaksir sampai angka Rp 1 Milliar. 

Kejadian mencolok di Desa Adat Sega, Desa Dinas Bunutan, Kecamatan Abang. Pohon beringin berdiameter 2 meter tumbang menimpa Pura Penataran desa setempat, Maret lalu. Puluhan palinggih hancur ditimpa pohon berusia tua itu. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp 300 juta.

Longsor juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, juga menjadi catatan BPBD Karangasem, beberapa bulan lalu. Hujan deras lagi-lagi jadi pemicu tanah labil longsor. Termasuk longsor yang kerap terjadi di Kecamatan Sidemen. 

Kejadian yang mencolok, batu raksasa menggelinding dari tebing menimpa rumah warga hingga tembok kamar jebol. Termasuk bencana lain seperti kebakaran, banjir, dan lainnya. 


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Beberapa peristiwa bencana alam terjadi hampir merata di seluruh wilayah Karangasem. Bencana longsor dan pohon tumbang paling mendominasi sejak awal tahun 2020. Dua jenis bencana alam itu, paling sering terjadi lantaran faktor kondisi geografis wilayah Karangasem.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem memperkirakan kerugian yang ditimbulkan peristiwa itu mencapai Rp 3 Miliar. Meski diakui, BPBD belum sepenuhnya menerima laporan kerugian dari desa yang sempat dilanda bencana. Namun, angka tersebut masih sebatas estimasi kerugian. 

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa mengatakan, peristiwa tanah longsor dan pohon tumbang paling sering terjadi. Disusul kebakaran, banjir, angin kencang, dan gelombang pasang. 

“Setelah laporan dari desa masuk semua, baru bisa dicantumkan nilainya,” ucap Arimbawa. Dia menyebut, kerugian tersebut berdasarkan kerusakan bangunan akibat dampak bencana. 

Data yang dirangkum bulan Desember ini saja, peristiwa angin kencang porak-porandakan puluhan rumah di wilayah Seraya, Kecamatan Karangasem. Rumah warga rusak sedang hingga berat. Kerugian ditaksir hampir Rp 200 juta. 

Tidak itu saja, angin kencang mengakibatkan beberapa pohon tumbang di beberapa titik dalam sehari. Bahkan bulan ini saja, pohon tumbang hingga merusak fasilitas umum, rumah warga, hingga timbulkan korban luka akibat pohon tumbang di jalan raya. Intensitas hujan beberapa kurun waktu terakhir juga akibatkan pohon tumbang dan longsor.

Bencana angin kencang yang melanda Karangasem sejak awal Januari hingga Februari 2020, mengakibatkan belasan rumah penduduk rusak parah. Begitu juga bangunan pura menjadi korban amukan angin kencang. Kerugian akibat angin kencang ini ditaksir sampai angka Rp 1 Milliar. 

Kejadian mencolok di Desa Adat Sega, Desa Dinas Bunutan, Kecamatan Abang. Pohon beringin berdiameter 2 meter tumbang menimpa Pura Penataran desa setempat, Maret lalu. Puluhan palinggih hancur ditimpa pohon berusia tua itu. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp 300 juta.

Longsor juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, juga menjadi catatan BPBD Karangasem, beberapa bulan lalu. Hujan deras lagi-lagi jadi pemicu tanah labil longsor. Termasuk longsor yang kerap terjadi di Kecamatan Sidemen. 

Kejadian yang mencolok, batu raksasa menggelinding dari tebing menimpa rumah warga hingga tembok kamar jebol. Termasuk bencana lain seperti kebakaran, banjir, dan lainnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/