Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Dampak Cuaca Ekstrem, Polres Buleleng Gelar Apel Siaga Bencana

D
Penulis: Dian Suryantini❯

Apel kesiapsiagaan bencana di Polres Buleleng
Apel kesiapsiagaan bencana di Polres Buleleng


Advertisement

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Cuaca ekstrem yang tengah melanda sebagian besar wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak. Peningkatan curah hujan, angin kencang, dan potensi tanah longsor kini mengancam banyak daerah, termasuk Kabupaten Buleleng yang memiliki karakter geografis perbukitan dan pesisir dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Buleleng bersama instansi terkait menggelar Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Akibat Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi pada Rabu (5/11) di Lapangan Mapolres Buleleng. Kegiatan ini diikuti oleh unsur TNI, Sat Pol PP, Dinas PUTR, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, Basarnas, PMK, dan Satgas Bencana Desa Gitgit.

Advertisement

Apel kesiapan ini digelar sebagai bentuk keseriusan aparat dan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman bencana di musim hujan. Kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas instansi menjadi fokus utama kegiatan tersebut.

Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak dalam menghadapi potensi bencana. Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko bencana alam tertinggi di dunia.

“Bencana alam adalah tantangan global yang memerlukan kesiapan luar biasa. Indonesia yang berada di Cincin Api Dunia memiliki potensi bencana tinggi. Berdasarkan data BNPB hingga 19 Oktober 2025, tercatat lebih dari 2.600 kejadian bencana di seluruh Indonesia — sebagian besar berupa banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Oleh sebab itu, kita semua harus siap menghadapi kemungkinan bencana serupa di wilayah Buleleng,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan dengan puncaknya diperkirakan berlangsung pada November 2025 hingga Januari 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kejadian bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia termasuk Bali dan Buleleng.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Widwan Sutadi memastikan bahwa seluruh jajaran Polres Buleleng telah menyiapkan langkah antisipasi secara menyeluruh, mulai dari kesiapan personel hingga sarana prasarana pendukung.

“Kami di Polres Buleleng bersama seluruh stakeholder sudah menyiapkan personel dan sarana prasarana termasuk melibatkan Polsek jajaran. Dalam hal penanggulangan bencana seluruh personil dilibatkan. Kapan pun terjadi, kami siap bergerak cepat untuk membantu masyarakat,” tegasnya.

Dalam apel tersebut, dilakukan pula pengecekan langsung terhadap peralatan tanggap darurat dan logistik, termasuk kesiapan kendaraan evakuasi, perahu karet, tenda pengungsian, serta perlengkapan medis. Pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk memastikan semua komponen siap siaga ketika bencana terjadi. ***

Advertisement

Artikel Terkait

Empat Titik Longsor Terjang Kawasan Pura Pucak Adeng Tabanan, Kerugian Rp1 Miliar

Empat Titik Longsor Terjang Kawasan Pura Pucak Adeng Tabanan, Kerugian Rp1 Miliar

Bencana Tanah Longsor di awal musim hujan sudah mulai terjadi di Kabupaten Tabanan, salah satunya adalah di kawasan Pura Pucak Adeng, Banjar Munduk Lumbang, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti.

Pencarian Korban Longsor di Pelaga Eco Park, Tiga Posko Dibuka

Pencarian Korban Longsor di Pelaga Eco Park, Tiga Posko Dibuka

Penanganan bencana sekaligus pencairan korban di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, kini diperkuat dengan pembentukan tiga Posko Bencana.

BPBD Bali Jajaki Pemanfaatan AI untuk Percepat Informasi dan Peringatan Dini Bencana

BPBD Bali Jajaki Pemanfaatan AI untuk Percepat Informasi dan Peringatan Dini Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mulai mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat pengelolaan informasi kebencanaan, dll.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer