Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PDGI Denpasar Prioritaskan Pemerataan Spesialis dan Perkuat Penegakan Kode Etik

I
Penulis: I Ketut Ari Teja❯

Ketua PDGI Cabang Denpasar periode 2025–2030, drg. Raziv Ganesha, Sp.PM, usai pelantikan pengurus baru
Ketua PDGI Cabang Denpasar periode 2025–2030, drg. Raziv Ganesha, Sp.PM, usai pelantikan pengurus baru
BALIEXPRESS.ID– Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Denpasar menegaskan komitmen untuk mempercepat pemerataan dokter gigi spesialis serta memperkuat pemahaman kode etik di kalangan anggotanya. Fokus ini disampaikan Ketua PDGI Cabang Denpasar periode 2025–2030, drg. Raziv Ganesha, Sp.PM, usai pelantikan pengurus baru.


Advertisement

drg. Raziv mengungkapkan bahwa PDGI Denpasar terus mendorong peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan guna menjawab tantangan profesi yang semakin kompleks.

Meski Denpasar menjadi pusat konsentrasi tenaga dokter gigi di Bali, distribusi dokter gigi spesialis di level kecamatan dinilai masih belum merata.

“Untuk dokter spesialis di Denpasar sudah lengkap, tetapi belum merata di keempat kecamatan,” ujarnya. Beberapa wilayah bahkan masih kekurangan jenis spesialis tertentu.

Advertisement

Sebagai strategi pemenuhan kebutuhan, PDGI Denpasar bekerja sama dengan PDGI dan Ikatan Dokter Gigi Spesialis untuk memprioritaskan anggota di Bali melanjutkan pendidikan spesialis, sehingga ketika kembali, mereka dapat menutup kekurangan tenaga spesialis di seluruh daerah.

Distribusi bantuan tenaga spesialis juga dilakukan dengan mengirim dokter gigi spesialis dari Denpasar ke sejumlah kabupaten, seperti Bangli, Singaraja, Klungkung, Karangasem, Gianyar, Negara, dan Tabanan melalui kerja sama lintas cabang.

Penguatan Etika dan Pembinaan Pelanggaran

Advertisement

Terkait penguatan etika profesi, drg. Raziv mengakui masih ada anggota yang belum memahami keseluruhan kode etik. PDGI Denpasar mempertegas pembinaan melalui edukasi berkelanjutan dalam setiap kegiatan organisasi. Bagi anggota yang melakukan pelanggaran tanpa unsur kesengajaan, PDGI menerapkan mekanisme pembinaan berupa pemanggilan, klarifikasi, hingga pemberian teguran untuk mencegah pengulangan kasus serupa.

Sikapi Isu Tukang Gigi

Menanggapi isu praktik tukang gigi yang kerap menjadi sorotan nasional, drg. Raziv menegaskan adanya perbedaan jelas antara tukang gigi dan dokter gigi. PDGI Denpasar telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Denpasar untuk membina para tukang gigi terkait batasan kewenangan mereka.

“Kami tetap membutuhkan peran tukang gigi untuk pembuatan protesa, namun mereka harus bekerja sesuai batasannya,” tegas drg. Raziv.

Dengan langkah-langkah ini, PDGI Denpasar menargetkan pelayanan kesehatan gigi yang lebih merata, berkualitas, dan berlandaskan etika di seluruh Bali. (art)

Advertisement

Artikel Terkait

YILI dan Joyday Dukung Gaya Hidup Sehat melalui Self-Care AMRun 5K 2026 di Bali

YILI dan Joyday Dukung Gaya Hidup Sehat melalui Self-Care AMRun 5K 2026 di Bali

PT Yili Indonesia Dairy (YILI) bersama merek es krim Joyday turut berpartisipasi dalam kegiatan Self-Care Antimicrobial Resistance Awareness Run (AMRun) 5K 2026 yang diselenggarakan di kawasan Sanur, Bali awal November

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata meninjau lokasi longsor pada Senin (2/11).

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer