Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MDA Bangli Bongkar Akar LPD Bermasalah, Tekankan Penguatan Awig-Awig dan SDM

I
Penulis: I Made Mertawan❯
Unit Tipikor Polres Bangli menggeledah LPD Selulung, Jumat (17/10/2025).
Unit Tipikor Polres Bangli menggeledah LPD Selulung, Jumat (17/10/2025).

BALIEXPRESS.ID- Sejumlah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kabupaten Bangli bermasalah. Hal ini  mendapat perhatian Majelis Desa Adat (MDA) setempat.


Advertisement

MDA Bangli menilai, akar persoalan LPD bukan semata pada kasus hukum, melainkan lemahnya aturan yang menopang lembaga keuangan milik desa adat tersebut.

Petajuh I MDA Bangli, I Nyoman Wandri, menegaskan keterlibatan MDA dalam penanganan LPD bermasalah diawali dengan pembenahan sistem melalui penguatan awig-awig dan pararem.

Menurutnya, aturan adat menjadi fondasi utama agar LPD benar-benar dipahami dan dijalankan sebagai milik desa adat, oleh desa adat, dan untuk desa adat.

Advertisement

Wandri mengungkapkan, hingga kini sebagian besar LPD di Bangli belum memiliki aturan yang kuat.

Dari sekitar 170 desa adat, sekitar 65 persen di antaranya masih lemah dalam pengaturan LPD.

Kondisi ini dipengaruhi oleh pola pikir keliru yang menganggap LPD semata-mata dibentuk berdasarkan peraturan daerah, sehingga rasa memiliki masyarakat adat terhadap LPD belum sepenuhnya tumbuh.

Advertisement

Selain penguatan regulasi, MDA Bangli juga menyoroti persoalan sumber daya manusia (SDM) pengurusnya.

Wandri mengakui masih ditemui oknum pengurus LPD yang bermain dan menyalahgunakan kewenangan.

Pendampingan terhadap LPD bermasalah akan dilakukan dengan memberikan pemahaman agar penyelesaian kasus diutamakan melalui mekanisme desa adat, sebelum menempuh jalur hukum sebagai langkah terakhir apabila terbukti terjadi penyelewengan dana.

"Upaya hukum jalan terakhir atau terbukti misalnya ada penyelewengan penggunaan dana," kata Wandri.

Ke depan, penguatan LPD ditetapkan sebagai salah satu target utama MDA Bangli.

Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan krama adat serta memastikan LPD kembali berfungsi sebagai penopang ekonomi desa adat secara sehat dan berkelanjutan. (*)

 

Advertisement
Editor : I Made Mertawan

Artikel Terkait

BRI Kuta Pererat Kolaborasi dengan LPD Lewat Gathering Kemitraan

BRI Kuta Pererat Kolaborasi dengan LPD Lewat Gathering Kemitraan

Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Kuta menggelar kegiatan gathering bersama pengurus dan pengelola Lembaga Perkreditan Desa (LPD)

Update! Kasus Korupsi LPD Desa Adat Mambal, Mantan Kepala Ditetapkan Tersangka, Kerugian Capai Rp33,6 M

Update! Kasus Korupsi LPD Desa Adat Mambal, Mantan Kepala Ditetapkan Tersangka, Kerugian Capai Rp33,6 M

Kasus dugaan korupsi pengelolaan dana LPD Desa Adat Mambal, Abiansemal, memasuki babak baru. Setelah melalui proses hukum selama hampir empat tahun, Polres Badung menetapkan eks kepala sebagai tersangka.

HUT ke-34 LPD Desa Adat Kerobokan: Usung Semangat "Satya Laksana", Perkuat Ekonomi Berbasis Kejujuran

HUT ke-34 LPD Desa Adat Kerobokan: Usung Semangat "Satya Laksana", Perkuat Ekonomi Berbasis Kejujuran

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kerobokan merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 dengan semarak pada Rabu (6/5). Bertempat di kantor LPD setempat, peringatan tahun ini mengusung tema "Satya Laksana Nguku

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer