Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nyepi akan Kembali Digelar Pada Tilem Kasanga

R
Penulis: Rika Riyanti❯

AMAN: Gubernur Bali Wayan Koster
AMAN: Gubernur Bali Wayan Koster


Advertisement

 

BALIEXPRESS.ID – Pelaksanaan Hari Raya Nyepi direncanakan akan dikembalikan ke waktu asalnya, yakni bertepatan dengan Tilem Kasanga, seperti tradisi sebelum tahun 1981.

Sejak tahun tersebut hingga kini, Nyepi diperingati sehari setelah Tilem Kasanga atau tanggal apisan sasih kadasa, namun dalam forum Pasamuhan Agung Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat 2025, usulan perubahan kembali dibahas secara resmi.

Advertisement

Pasamuhan Agung SKHDN Pusat digelar Selasa (30/12), di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.

Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah upaya mengembalikan pelaksanaan Nyepi seperti ketentuan lama yang dinilai sesuai dengan sumber sastra Hindu Bali.

Advertisement

Ketua Umum Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat, Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, menyampaikan bahwa sebelum tahun 1981, Nyepi memang dilaksanakan tepat saat Tilem Kasanga.

Ia merujuk sejumlah lontar yang menjadi acuan, seperti Lontar Sundarigama, Kuttara Kanda, dan Batur Kalawasan.

Dalam lontar-lontar tersebut disebutkan bahwa Nyepi dilaksanakan pada saat panglong ping molas kresna paksa atau Tilem.

“Salah satu pembahasan yakni mengembalikan nyepi seperti sebelum tahun 1981. Mengembalikan Nyepi agar kembali ke Bali ribuan tahun lalu. Sebab tahun 1981 diubah oleh PHDI provinsi Bali,” katanya.

Jika usulan ini disepakati, maka pelaksanaan Tawur dan Pangerupukan akan kembali digelar pada panglong catur dasi atau purwani Tilem Kasanga, yakni sehari sebelum Tilem seperti tradisi terdahulu.

Gubernur Bali, Wayan Koster, yang turut hadir, menyatakan dukungannya terhadap keputusan yang akan ditetapkan melalui pasamuhan tersebut.

Ia menilai pengembalian waktu pelaksanaan Nyepi ke Tilem Kasanga merupakan langkah yang sejalan dengan dasar sastra.

“Dulu Nyepi di Tilem dia, sekarang bergeser, saat Tilem dilaksanakan tawur besoknya baru Nyepi. Nanti silakan Ida Sulinggih membahas,” terangnya.

Koster menegaskan siap mendukung keputusan final yang dihasilkan dan diberlakukan di Bali.

Ia menilai usulan ini layak diterapkan karena memiliki dasar kuat dalam lontar sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara niskala.(ika)

Advertisement

Artikel Terkait

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Giri Prasta Turun ke Lokasi Longsor Pelaga, Dua Korban Masih Dicari

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata meninjau lokasi longsor pada Senin (2/11).

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Gelar Seminar, Women’s World Banking Ungkap 23 Persen Usaha Perempuan Bertahan Lebih dari 5 Tahun

Riset tersebut menemukan hanya 44 persen pengusaha perempuan yang mampu mempertahankan usahanya selama tiga hingga lima tahun. Sementara itu, hanya 23 persen yang dapat bertahan lebih dari lima tahun.

Bidik 64 Ribu Pekerja, Perlindungan Jaminan Sosial Diperluas Lewat Jaringan BPR

Bidik 64 Ribu Pekerja, Perlindungan Jaminan Sosial Diperluas Lewat Jaringan BPR

Pekerja sektor informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi sasaran perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dengan PT BPR Bank Nusamba Bali Nus

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer