26.5 C
Denpasar
Tuesday, June 6, 2023

Petinggi Sunda Empire Kunjungi Bali, Rancang Kongres Perempuan Sedunia

BADUNG, BALI EXPRESS – Kontroversial Sunda Empire yang mengklaim sebagai kerajaan dunia rupanya masih berlanjut. Kini petinggi Sunda Empire menginjakkan kakinya di Pulau Dewata, bahkan di hadapan awak media ia mengklaim beberapa hal yang dirasa menggelikan.

Dengan penuh percaya diri, Rangga yang mengklaim diri sebagai petinggi Kerajaan Sunda Empire ini mengatakan akan mengadakan acara World Wide Woman  yang diselenggarakan oleh Sunda Empire. Rencananya akan diadakan di Bandung, Jawa Barat pada 15-21 Juni 2020. Karena hal ini, Rangga Sasana selaku sekretaris Jenderal Sunda Empire akan menghadiri rapat konferensi wanita sedunia di Bali.

Yang tak kalah kontroversial, Sunda Empire mengklaim kegiatan kongres yang diadakan nantinya akan memakan biaya Rp 1 trilliun. Kongres tersebut akan dibiayai oleh World Bank. “World Bank itu bendahara kami. Dia akan biayai kongres,” ungkapnya.

“Kami memang sengaja datang di Bali, dalam kaitannya membentuk panitia konferensi wanita sedunia,” ujar Rangga. Dia juga menyatakan bahwa acara konferensi wanita ini akan dihadiri oleh semua wanita yang menjadi petinggi negara seperti ratu, perdana menteri dan juga ibu negara. Hal itu diungkapnya, Kamis (23/1), ketika ditemui di Kuta,  Bali

Baca Juga :  Pompa Hidram Diresmikan, Angkut Air Tukad Yeh Ho Sejauh 2 Kilometer

“Jadi pihak internasional juga terlibat, seperti Inggris dan Amerika. Saat ini kami lagi kompromi dengan kedubes dan konsulat negara-negara yang berkaitan dengan persoalan ini,” ujar Rangga.

Rangga sudah mengundang 176 ibu negara dan kepala negara perempuan. Selanjutnya acara ini akan membahas tentang peranan perempuan dalam perdamaian dunia. Rangga menerangkan bahwa acara itu akan membahas tentang peranan perempuan dalam perdamaian dunia, perempuan memiliki peranan untuk mendorong kesejahteraan dunia.

“Para ibu memiliki peran besar dalam menyatukan kekuatan bangsa-bangsa dan menyejahterakan tatanan negaranya atau rakyatnya,” ujar Sekjen Sunda Empire. Ia juga berharap ada kesejajaran dan kesetaraan sehingga rumah sakit tidak usah bayar, karena setiap manusia memiliki kesejajaran.

Sementara itu, persoalan kerajaan juga mencuat di Bali, seiring polemik pengklaiman raja-raja. Terkait hal itu, I Gusti Ngurah Juniartha alias Ngurah Harta melaporkan Arya Wedakarna ke Ditreskrimsus Polda Bali atas dugaan pengakuan sebagai raja Majapahit Bali. Anggota DPD ini juga di laporkan oleh Pusat Koordinasi Hindunesia tentang dugaan penghinaan terhadap sulinggih.

Baca Juga :  Budidayakan Ratusan Serangga, Hari Purwanto Jajal Hutan dan Pegunungan

Arya Wedakarna yang dikonfirmasi di sela-sela kehadirannya di acara MW KAHMI Bali, enggan berbicara banyak atas laporan dirinya tersebut. “Nanti ada forum khusus konferensi pers untuk hal itu, tunggu ya,” jawabnya singkat.

Ketika didesak apakah sudah ada konfirmasi dari Polda, AWK kembali enggan menjawab gamblang. “Saya santai saja, nanti ada forumnya,” jawabnya kembali.

Mengenai Sunda Empire yang datang ke Bali, Senator DPD dengan suara terbanyak ini juga tidak berkomentar gamblang.  “Kalau ada anak bangsa berbicara dari seluruh nusantara yang menjelaskan tentang leluhurnya itu, harus didukung. Yang penting ini tidak mengklaim teritorial. Setahu saya Sunda itu bukan teritori tapi filosofi ,” terangnya.

Mengenai kedatangan Petinggi Sunda Empire di Bali, AWK tidak mempermasalahkan. “Ya siapa pun berhak membuat acara di Bali. Turis aja kita undang ke sini, masak sesama anak bangsa tidak boleh. Yang penting sesuai dengan falsafah negara,” jawabnya kembali.


BADUNG, BALI EXPRESS – Kontroversial Sunda Empire yang mengklaim sebagai kerajaan dunia rupanya masih berlanjut. Kini petinggi Sunda Empire menginjakkan kakinya di Pulau Dewata, bahkan di hadapan awak media ia mengklaim beberapa hal yang dirasa menggelikan.

Dengan penuh percaya diri, Rangga yang mengklaim diri sebagai petinggi Kerajaan Sunda Empire ini mengatakan akan mengadakan acara World Wide Woman  yang diselenggarakan oleh Sunda Empire. Rencananya akan diadakan di Bandung, Jawa Barat pada 15-21 Juni 2020. Karena hal ini, Rangga Sasana selaku sekretaris Jenderal Sunda Empire akan menghadiri rapat konferensi wanita sedunia di Bali.

Yang tak kalah kontroversial, Sunda Empire mengklaim kegiatan kongres yang diadakan nantinya akan memakan biaya Rp 1 trilliun. Kongres tersebut akan dibiayai oleh World Bank. “World Bank itu bendahara kami. Dia akan biayai kongres,” ungkapnya.

“Kami memang sengaja datang di Bali, dalam kaitannya membentuk panitia konferensi wanita sedunia,” ujar Rangga. Dia juga menyatakan bahwa acara konferensi wanita ini akan dihadiri oleh semua wanita yang menjadi petinggi negara seperti ratu, perdana menteri dan juga ibu negara. Hal itu diungkapnya, Kamis (23/1), ketika ditemui di Kuta,  Bali

Baca Juga :  Tim Gabungan Sidak Warung Remang Kawasan IB Mantra

“Jadi pihak internasional juga terlibat, seperti Inggris dan Amerika. Saat ini kami lagi kompromi dengan kedubes dan konsulat negara-negara yang berkaitan dengan persoalan ini,” ujar Rangga.

Rangga sudah mengundang 176 ibu negara dan kepala negara perempuan. Selanjutnya acara ini akan membahas tentang peranan perempuan dalam perdamaian dunia. Rangga menerangkan bahwa acara itu akan membahas tentang peranan perempuan dalam perdamaian dunia, perempuan memiliki peranan untuk mendorong kesejahteraan dunia.

“Para ibu memiliki peran besar dalam menyatukan kekuatan bangsa-bangsa dan menyejahterakan tatanan negaranya atau rakyatnya,” ujar Sekjen Sunda Empire. Ia juga berharap ada kesejajaran dan kesetaraan sehingga rumah sakit tidak usah bayar, karena setiap manusia memiliki kesejajaran.

Sementara itu, persoalan kerajaan juga mencuat di Bali, seiring polemik pengklaiman raja-raja. Terkait hal itu, I Gusti Ngurah Juniartha alias Ngurah Harta melaporkan Arya Wedakarna ke Ditreskrimsus Polda Bali atas dugaan pengakuan sebagai raja Majapahit Bali. Anggota DPD ini juga di laporkan oleh Pusat Koordinasi Hindunesia tentang dugaan penghinaan terhadap sulinggih.

Baca Juga :  Partisipasi PSN Rendah, 264 Warga Gianyar Terjangkit DBD

Arya Wedakarna yang dikonfirmasi di sela-sela kehadirannya di acara MW KAHMI Bali, enggan berbicara banyak atas laporan dirinya tersebut. “Nanti ada forum khusus konferensi pers untuk hal itu, tunggu ya,” jawabnya singkat.

Ketika didesak apakah sudah ada konfirmasi dari Polda, AWK kembali enggan menjawab gamblang. “Saya santai saja, nanti ada forumnya,” jawabnya kembali.

Mengenai Sunda Empire yang datang ke Bali, Senator DPD dengan suara terbanyak ini juga tidak berkomentar gamblang.  “Kalau ada anak bangsa berbicara dari seluruh nusantara yang menjelaskan tentang leluhurnya itu, harus didukung. Yang penting ini tidak mengklaim teritorial. Setahu saya Sunda itu bukan teritori tapi filosofi ,” terangnya.

Mengenai kedatangan Petinggi Sunda Empire di Bali, AWK tidak mempermasalahkan. “Ya siapa pun berhak membuat acara di Bali. Turis aja kita undang ke sini, masak sesama anak bangsa tidak boleh. Yang penting sesuai dengan falsafah negara,” jawabnya kembali.


Most Read

Artikel Terbaru