alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Mantan Ketua LPD Gulingan Jadi Tersangka Korupsi Rp 30 M

BADUNG, BALI EXPRESS – Lagi kasus dugaan korupsi di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) muncul ke permukaan. Kali ini terjadi di LPD Gulingan, Mengwi, Badung, Bali. Mantan ketuanya, I Ketut Rai Darta, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat dalam kasus korupsi Rp 30 miliar di LPD tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolres Badung AKBP Leo Deddy Defretes didampingi Kasatreskrim AKP Putu Ika Prabawa Kartima Utama pada Sabtu (26/2). Dijelaskan oleh Leo, tersangka diduga menyebabkan LPD mengalami potensi kerugian sebesar Rp 30 miliar, karena kesalahan pengelolaan keuangan LPD oleh tersangka.

Masalah ini bermula dari aduan nasabah LPD yang tidak bisa menarik tabungannya.

Sehingga Polres Badung melalui Unit Tindak Pidana Korupsi sekitar Mei 2021 melakukan penyelidikan. Hasilnya, ditemukan peristiwa pidana dan berdasarkan hasil audit ditemukan kerugian sebesar Rp. 30.922.440.294.

“Kami lakukan gelar perkara dan disepakati statusnya ditingkatkan ke tahap Penyidikan,” tandas mantan Kasat PJR Polda Bali ini.

Kemudian pada 25 Oktober 2021, penyidikan mulai dilaksanakan terhadap terlapor I Ketut Rai Darta dan pengurus lain seperti Bendahara berinisial ND (almarhum). Pihaknya pun memeriksa saksi sebanyak 39 orang, termasuk saksi ahli dan terlapor yang menghasilkan fakta bahwa kerugian itu disebabkan oleh penyimpangan dilakukan oleh Rai maupun ND.






Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Lagi kasus dugaan korupsi di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) muncul ke permukaan. Kali ini terjadi di LPD Gulingan, Mengwi, Badung, Bali. Mantan ketuanya, I Ketut Rai Darta, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat dalam kasus korupsi Rp 30 miliar di LPD tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolres Badung AKBP Leo Deddy Defretes didampingi Kasatreskrim AKP Putu Ika Prabawa Kartima Utama pada Sabtu (26/2). Dijelaskan oleh Leo, tersangka diduga menyebabkan LPD mengalami potensi kerugian sebesar Rp 30 miliar, karena kesalahan pengelolaan keuangan LPD oleh tersangka.

Masalah ini bermula dari aduan nasabah LPD yang tidak bisa menarik tabungannya.

Sehingga Polres Badung melalui Unit Tindak Pidana Korupsi sekitar Mei 2021 melakukan penyelidikan. Hasilnya, ditemukan peristiwa pidana dan berdasarkan hasil audit ditemukan kerugian sebesar Rp. 30.922.440.294.

“Kami lakukan gelar perkara dan disepakati statusnya ditingkatkan ke tahap Penyidikan,” tandas mantan Kasat PJR Polda Bali ini.

Kemudian pada 25 Oktober 2021, penyidikan mulai dilaksanakan terhadap terlapor I Ketut Rai Darta dan pengurus lain seperti Bendahara berinisial ND (almarhum). Pihaknya pun memeriksa saksi sebanyak 39 orang, termasuk saksi ahli dan terlapor yang menghasilkan fakta bahwa kerugian itu disebabkan oleh penyimpangan dilakukan oleh Rai maupun ND.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/