alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Mengaku Dirugikan SOP Pemutusan Air PDAM, Warga Lapor ORI Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS – Warga bernama Anak Agung Agus Eka Putra melaporkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Denpasar ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Provinsi Bali. Sebab dirinya merasa dirugikan oleh sistem teknis pemutusan aliran air atau segel pelanggan oleh PDAM.

Pelaporan itu dilakukan pada Rabu (23/2) dengan didampingi kuasa hukumnya Denny Sambeka. Dijelaskan Agus, masalah bermula dari adanya surat pemutusan aliran air sementara di rumahnya Jalan Turi, Denpasar pada (21/12/2021), terhadap tunggakan Oktober sampai Desember 2022 sebesar Rp 450 ribu. Kemudian dia hendak membayar pada (7/2). Namun pembayaran tidak bisa dilakukan karena tidak dapat diinput ke sistem. “Sehingga saya menitipkan uang tersebut,” kata dia saat dikonfirmasi Sabtu, (26/2).

Kemudian dirinya mendapatkan telepon dari pihak PDAM untuk membayar biaya penyambungan kembali, biaya pembongkaran dan pengaspalan sebesar Rp 2.068.600. Agus mempermasalahkan semua biaya telah dibebankan kepadanya, padahal pembongkaran, penyambungan kembali dan pengaspalan belum dilakukan. Terlebih tidak ada surat pemberitahuan soal pembongkaran tersebut.

“Ketika saya tanyakan perihal ini ke PDAM, mereka merespon bahwa pembongkaran dilakukan oleh teknis lapangan dan bukan wewenang PDAM. Setelah ditanyakan baru mereka bongkar,” tuturnya. Sehingga Agus merasa ada pembengkakan biaya yang merugikan dirinya akibat tidak jelasnya Standar Operasional Procedure (SOP) dari PDAM Denpasar dan melaporkan ke ORI Bali.

Pria ini mengaku ingin minta keadilan, sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak takut melapor jika dirugikan oleh SOP PDAM yang diduga tidak tepat. Tentunya melapor dibarengi alat bukti yang kuat seperti surat penyegelan dan total tagihan. Menambahkan keterangan kliennya, Denny Sambeka selaku kuasa hukum berharap ORI Bali transparan dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat.

“Tujuan klien melapor ke Ombudsman Bali agar mendat kepastian mengenai SOP pemutusan aliran air, apalagi sejumlah warga juga mengeluhkan,” tandasnya. Karena menurutnya kurang lebih sudah ada tujuh warga mengeluhkan hal serupa kepada dirinya. Untuk itu dia menginginkan kepastian keadilan berkaitan dengan pemutusan aliran air apakah memang sesuai aturan prosedurnya PDAM.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Warga bernama Anak Agung Agus Eka Putra melaporkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Denpasar ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Provinsi Bali. Sebab dirinya merasa dirugikan oleh sistem teknis pemutusan aliran air atau segel pelanggan oleh PDAM.

Pelaporan itu dilakukan pada Rabu (23/2) dengan didampingi kuasa hukumnya Denny Sambeka. Dijelaskan Agus, masalah bermula dari adanya surat pemutusan aliran air sementara di rumahnya Jalan Turi, Denpasar pada (21/12/2021), terhadap tunggakan Oktober sampai Desember 2022 sebesar Rp 450 ribu. Kemudian dia hendak membayar pada (7/2). Namun pembayaran tidak bisa dilakukan karena tidak dapat diinput ke sistem. “Sehingga saya menitipkan uang tersebut,” kata dia saat dikonfirmasi Sabtu, (26/2).

Kemudian dirinya mendapatkan telepon dari pihak PDAM untuk membayar biaya penyambungan kembali, biaya pembongkaran dan pengaspalan sebesar Rp 2.068.600. Agus mempermasalahkan semua biaya telah dibebankan kepadanya, padahal pembongkaran, penyambungan kembali dan pengaspalan belum dilakukan. Terlebih tidak ada surat pemberitahuan soal pembongkaran tersebut.

“Ketika saya tanyakan perihal ini ke PDAM, mereka merespon bahwa pembongkaran dilakukan oleh teknis lapangan dan bukan wewenang PDAM. Setelah ditanyakan baru mereka bongkar,” tuturnya. Sehingga Agus merasa ada pembengkakan biaya yang merugikan dirinya akibat tidak jelasnya Standar Operasional Procedure (SOP) dari PDAM Denpasar dan melaporkan ke ORI Bali.

Pria ini mengaku ingin minta keadilan, sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak takut melapor jika dirugikan oleh SOP PDAM yang diduga tidak tepat. Tentunya melapor dibarengi alat bukti yang kuat seperti surat penyegelan dan total tagihan. Menambahkan keterangan kliennya, Denny Sambeka selaku kuasa hukum berharap ORI Bali transparan dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat.

“Tujuan klien melapor ke Ombudsman Bali agar mendat kepastian mengenai SOP pemutusan aliran air, apalagi sejumlah warga juga mengeluhkan,” tandasnya. Karena menurutnya kurang lebih sudah ada tujuh warga mengeluhkan hal serupa kepada dirinya. Untuk itu dia menginginkan kepastian keadilan berkaitan dengan pemutusan aliran air apakah memang sesuai aturan prosedurnya PDAM.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/