alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, July 8, 2022

Mengaku Dirugikan SOP Pemutusan Air PDAM, Warga Lapor ORI Bali

Menanggapi masalah ini, Kepala Sub Bagian Meter dan Pemutusan PDAM Denpasar, Putu Yadnyani bersama Kepala Bagian Distribusi PDAM Denpasar, Nengah Sudarta yang dikonfirmasi terpisah mengaku PDAM Denpasar telah menjalankan SOP yang sesuai dalam pemutusan itu. Karena Agus sebagai pelanggan disebut menunggak selama empat bulan atau empat kali rekening.

Pihaknya mengaku telah memberikan pemberitahuan baik berupa SMS maupun surat, untuk mengingatkan pembayaran dan denda ke dua. Pemberitahuan ini sudah berulang kali, tapi tetap saja pelanggan itu menunggak, sampai diberikan denda ke tiga. Sehingga, seharusnya petugas sudah berwenang untuk ekseskusi dan membawa surat segel. “Kami bahkan sempat berikan permakluman kesempatan untuk membayar, tapi tidak juga dibayar,” ujar Yadnyani.

Lantaran terus menunggak, maka petugas melakukan teknis pemutusan. Namun dikatakan olehnya, petugas tidak diizinkan masuk ke dalam rumah pelanggan. Untuk itu pemutusan dilakukan dengan penyadapan sesuai ketentuan. Pihaknya juga melakukan pembongkaran dan menggali aspal, lalu menutupnya kembali.

Jika pelanggan ingin membayar, memang ada biaya pemasangan kembali. “Jika pelanggan tidak melakukan pembayaran yang sudah ditentukan, maka sudah tugas pokok dan fungsi PDAM untuk melakukan pemutusan atau penyegelan air pelanggan,” tegasnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Menanggapi masalah ini, Kepala Sub Bagian Meter dan Pemutusan PDAM Denpasar, Putu Yadnyani bersama Kepala Bagian Distribusi PDAM Denpasar, Nengah Sudarta yang dikonfirmasi terpisah mengaku PDAM Denpasar telah menjalankan SOP yang sesuai dalam pemutusan itu. Karena Agus sebagai pelanggan disebut menunggak selama empat bulan atau empat kali rekening.

Pihaknya mengaku telah memberikan pemberitahuan baik berupa SMS maupun surat, untuk mengingatkan pembayaran dan denda ke dua. Pemberitahuan ini sudah berulang kali, tapi tetap saja pelanggan itu menunggak, sampai diberikan denda ke tiga. Sehingga, seharusnya petugas sudah berwenang untuk ekseskusi dan membawa surat segel. “Kami bahkan sempat berikan permakluman kesempatan untuk membayar, tapi tidak juga dibayar,” ujar Yadnyani.

Lantaran terus menunggak, maka petugas melakukan teknis pemutusan. Namun dikatakan olehnya, petugas tidak diizinkan masuk ke dalam rumah pelanggan. Untuk itu pemutusan dilakukan dengan penyadapan sesuai ketentuan. Pihaknya juga melakukan pembongkaran dan menggali aspal, lalu menutupnya kembali.

Jika pelanggan ingin membayar, memang ada biaya pemasangan kembali. “Jika pelanggan tidak melakukan pembayaran yang sudah ditentukan, maka sudah tugas pokok dan fungsi PDAM untuk melakukan pemutusan atau penyegelan air pelanggan,” tegasnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/