alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Dua Rumah Dinas BPS di Sesetan Ludes Terbakar 

DENPASAR, BALI EXPRESS — Kebakaran menghanguskan dua rumah yang terletak di Jalan Gurita II, Lingkungan Krya Dharma, Sesetan, Denpasar Selatan, Jumat (26/3) sekitar pukul 09.10 Wita.

Rumah Nomor 8 dan Nomor 6 yang terbakar merupakan Rumah Dinas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali. 

Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi saat dikonfirmasi menyampaikan api berasal dari rumah Nomor 8 yang kemudian merembet ke rumah Nomor 6. “Barang-barang berharga yang ada di dalam rumah tidak banyak yang berhasil diselamatkan oleh pemiliknya, sehingga ikut ludes terbakar,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi yang diberikan kepada polisi, yaitu Ni Made Krisna Yanti, 22, yang mendiami rumah Nomor 8 dan  korban Kadek Hendra Artana Putra, 32, yang juga bekerja di BPS Bali, saat kejadian, Krisna sedang menonton TV. 

Awalnya saksi melihat ada asap yang dikira dari pembakaran sampah, namun saat dicek ternyata ada api yang terlihat dari plafon salah satu kamar. Kemudian saksi keluar dan berteriak minta tolong. 

Hal serupa disampaikan korban yang mendiami rumah Nomor 6 , Ketut Mondai, 49, yang bekerja di BPS Bali, saat itu sedang bekerja di dalam rumah. Lalu ia mendengar teriakan kebakaran dari tetangga sebelah rumahnya. “Ketika korban keluar melihat rumah tetangga sebelahnya sudah terbakar,” tuturnya.

Warga di sekitar tempat kejadian lalu mencoba menolong memadamkan api dengan alat seadanya. Peristiwa tersrbut dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar. Sayang, sebelum petugas tiba, api lebih dulu merembet ke rumah Nomor 6. 

“Seluruh unit mobil Damkar (Pemadam Kebakaran) dari semua Pos BPBD Denpasar dikerahkan, yakni Pos Induk, Pos Juanda, Pos Cokro dan Pos Mahendradata,” papar Kepala BPBD Denpasar Ida Bagus Joni Ari Wibawa.

Petugas BPBD Denpasar butuh waktu satu jam untuk  memadamkan api. Diperkirakan luas area yang terbakar dari kedua rumah itu seluas dua are. “Penyebanya diduga karena korsleting listrik. Kerugian ditaksir mencapai Rp 400 juta, ” ujar Joni. 

Barang-barang milik korban yang terbakar, yakni dari korban Mondai berupa kulkas, TV dua unit, mini compo, peralatan sembahyang, dan surat surat penting lainya. Sedangkan barang-barang yang terbakar milik korban Kadek Hendra Artana Putra, yaitu mobil Daehasu Ayla tahun 2013, kulkas, TV, 3 buah laptop, perhiasan dan surat surat penting lainya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. (ges)


DENPASAR, BALI EXPRESS — Kebakaran menghanguskan dua rumah yang terletak di Jalan Gurita II, Lingkungan Krya Dharma, Sesetan, Denpasar Selatan, Jumat (26/3) sekitar pukul 09.10 Wita.

Rumah Nomor 8 dan Nomor 6 yang terbakar merupakan Rumah Dinas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali. 

Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi saat dikonfirmasi menyampaikan api berasal dari rumah Nomor 8 yang kemudian merembet ke rumah Nomor 6. “Barang-barang berharga yang ada di dalam rumah tidak banyak yang berhasil diselamatkan oleh pemiliknya, sehingga ikut ludes terbakar,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi yang diberikan kepada polisi, yaitu Ni Made Krisna Yanti, 22, yang mendiami rumah Nomor 8 dan  korban Kadek Hendra Artana Putra, 32, yang juga bekerja di BPS Bali, saat kejadian, Krisna sedang menonton TV. 

Awalnya saksi melihat ada asap yang dikira dari pembakaran sampah, namun saat dicek ternyata ada api yang terlihat dari plafon salah satu kamar. Kemudian saksi keluar dan berteriak minta tolong. 

Hal serupa disampaikan korban yang mendiami rumah Nomor 6 , Ketut Mondai, 49, yang bekerja di BPS Bali, saat itu sedang bekerja di dalam rumah. Lalu ia mendengar teriakan kebakaran dari tetangga sebelah rumahnya. “Ketika korban keluar melihat rumah tetangga sebelahnya sudah terbakar,” tuturnya.

Warga di sekitar tempat kejadian lalu mencoba menolong memadamkan api dengan alat seadanya. Peristiwa tersrbut dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar. Sayang, sebelum petugas tiba, api lebih dulu merembet ke rumah Nomor 6. 

“Seluruh unit mobil Damkar (Pemadam Kebakaran) dari semua Pos BPBD Denpasar dikerahkan, yakni Pos Induk, Pos Juanda, Pos Cokro dan Pos Mahendradata,” papar Kepala BPBD Denpasar Ida Bagus Joni Ari Wibawa.

Petugas BPBD Denpasar butuh waktu satu jam untuk  memadamkan api. Diperkirakan luas area yang terbakar dari kedua rumah itu seluas dua are. “Penyebanya diduga karena korsleting listrik. Kerugian ditaksir mencapai Rp 400 juta, ” ujar Joni. 

Barang-barang milik korban yang terbakar, yakni dari korban Mondai berupa kulkas, TV dua unit, mini compo, peralatan sembahyang, dan surat surat penting lainya. Sedangkan barang-barang yang terbakar milik korban Kadek Hendra Artana Putra, yaitu mobil Daehasu Ayla tahun 2013, kulkas, TV, 3 buah laptop, perhiasan dan surat surat penting lainya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/