alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Dua Warga Melaya Kembali Digigit Anjing ‘Gila’

 

NEGARA, BALI EXPRESS – Kasus gigitan anjing rabies kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Kasus kedua di tahun 2021 itu menimpa dua warga di Dusun Pangkung Dedari, Desa/Kecamatan Melaya. Di wilayah yang sama, anjing rabies sebelumnya juga sempat menggigit empat orang warga.

 

Kabid Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Peternakan Jembrana Wayan Widarsa mengatakan jumlah korban terbaru gigitan dengan sampel otak anjing positif rabies sebanyak dua orang. Keduanya yakni Ni Komang Suryawati,44 digigit pada betis kaki kanan pada Minggu (21/3) dan I Nyoman Arta,51 yang mengalami gigitan di paha bagian kiri pada Senin (22/3) lalu.

 

“Pasca digigit, kedua korban langsung datang ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) I,” ujarnya.

 

Dari keterangan korban maupun pemilik anjing masing-masing, diketahui jika selama ini anjing berusia kurang lebih enam bulan itu keduanya memang di lepas liarkan. Sehingga kedua anjing itu diduga sempat kontak dengan  anjing yang menggigit pada kasus yang pertama beberapa waktu lalu.

“Hasil respon kemarin,Kami melakukan vaksinasi rabies emergency sebanyak 51 ekor dan juga eliminasi selektif 12 ekor anjing yakni yang kulitnya rusak, anjing liar serta yang diserahkan langsung oleh pemiliknya untuk di eleminasi,” terangnya.

 

Sebelumnya diakui Widarsa, pihaknya juga sudah melakukan vaksinasi rabies terhadap 22 ekor anjing milik warga dan melakukan pengambilan sample otak anjing yang diduga pernah kontak langsung dengan anjing rabies yang menyerang warga.

 

Selain itu untuk menekan penyebaran kasus rabies, pihaknya Berharap kepada warga masyarakat untuk tidak meliarkan anjing peliharaannya. “Anjing angan diliarkan, harus dirawat dengan baik, lakukan vaksinasi rabies secara rutin dan melaporkan setiap ada gigitan,” pungkasnya.


 

NEGARA, BALI EXPRESS – Kasus gigitan anjing rabies kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Kasus kedua di tahun 2021 itu menimpa dua warga di Dusun Pangkung Dedari, Desa/Kecamatan Melaya. Di wilayah yang sama, anjing rabies sebelumnya juga sempat menggigit empat orang warga.

 

Kabid Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Peternakan Jembrana Wayan Widarsa mengatakan jumlah korban terbaru gigitan dengan sampel otak anjing positif rabies sebanyak dua orang. Keduanya yakni Ni Komang Suryawati,44 digigit pada betis kaki kanan pada Minggu (21/3) dan I Nyoman Arta,51 yang mengalami gigitan di paha bagian kiri pada Senin (22/3) lalu.

 

“Pasca digigit, kedua korban langsung datang ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) I,” ujarnya.

 

Dari keterangan korban maupun pemilik anjing masing-masing, diketahui jika selama ini anjing berusia kurang lebih enam bulan itu keduanya memang di lepas liarkan. Sehingga kedua anjing itu diduga sempat kontak dengan  anjing yang menggigit pada kasus yang pertama beberapa waktu lalu.

“Hasil respon kemarin,Kami melakukan vaksinasi rabies emergency sebanyak 51 ekor dan juga eliminasi selektif 12 ekor anjing yakni yang kulitnya rusak, anjing liar serta yang diserahkan langsung oleh pemiliknya untuk di eleminasi,” terangnya.

 

Sebelumnya diakui Widarsa, pihaknya juga sudah melakukan vaksinasi rabies terhadap 22 ekor anjing milik warga dan melakukan pengambilan sample otak anjing yang diduga pernah kontak langsung dengan anjing rabies yang menyerang warga.

 

Selain itu untuk menekan penyebaran kasus rabies, pihaknya Berharap kepada warga masyarakat untuk tidak meliarkan anjing peliharaannya. “Anjing angan diliarkan, harus dirawat dengan baik, lakukan vaksinasi rabies secara rutin dan melaporkan setiap ada gigitan,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/