alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Selain Pariwisata, Bali Diminta Mainkan Sektor Pertanian dan Laut

DENPASAR, BALI EXPRESS – Selama setahun pandemi melanda, membuat kedatangan pariwisata internasional ke Bali nihil. Maka saat ini Bali diaharapkan lebih memainkan di bidang pertanian dan hasil laut. 

Hal tersebut terungkap saat konferensi pers kegiatan forum inverstasi Bali yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Repubik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, serta Gubernur Bali Wayan Koster, Jumat (26/3).

Luhut  Binsar Pandjaitan menjelaskan, pariwisata di Bali tentu sangat terdampak  di masa pandemi Covid-19 saat ini. Terlebih adanya larangan warga asing yang berlibur ke dalam negeri di situasi sekarang. “Jadi, mesti kita buat parameter yang sama di Indonesia dan Bali khususnya, dari negara asing yang akan masuk ke negara kita. Itu biar sama parameternya, kita bikin penggambaran travel, dan tidak  boleh oleh satu pihak,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan penanganan pandemi Covid-19 di Bali sudah tertangani dengan baik. Terlebih ada datanya, dan penanganan ekonominya juga dapat ditangani dengan baik. Hanya saja, ia menyarankan agar masalah pertanian maupun kelautan lebih dimainkan guna menopang perekonomian.

“Penanganan Covid-19 baik, ada datanya. Penanganan ekonominya juga bagus. Namun, masalah pertanian, kelautan dan industri itu juga harus dimainkan. Seperti Jembrana program kita ikan, akan kita masuk ke UMKM. Semua pararel, kita lakukan dengan  sama -sama,” sambungnya.

Gubernur Bali Wayan Koster  mengakui, wisatawan mancanegara yang datang selama pandemi sudah zero. Lantaran 50 persen warga Bali tergantung pada pariwisata, membuat pihaknya melakukan langkah cepat pemulihan pariwisata. 

Mulai dari jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.  Bidang perekonomian pihaknya telah memprioritaskan hasil pertanian dan selanjutnya di bidang perikanan dan kelautan.

“Sudah kasat mata pandemi Covid- 19  membuat pariwisata memberlakukan pelarangan orang asing ke Bali. Otomatis wisata mancanegara sudah zero, sedangkan perekonomian Bali 50 persen dari pariwisata. Maka kita lakukan langkah cepat pemulihan Bali, jangka pendek ini pariwisata harus pulih,” ungkapnya.

Koster menambahkan, di Bali pandemi terkelola dengan baik, dan kasus muncul turun, tingkat kematian rendah dan kasus baru sudah tidak muncul lagi. Sementara yang sembuh juga meningkat,  dan sekarang data itu masih dinamis.  “Upaya percepatan yang dilakukan seperti vaksinasi. Jalan keluarnya Bali dengan 4,3 juta penduduk  agar divaksin. Supaya paling lambat bulan Juli, wisata mancanegara sudah mulai dibuka,” sambung Koster. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Selama setahun pandemi melanda, membuat kedatangan pariwisata internasional ke Bali nihil. Maka saat ini Bali diaharapkan lebih memainkan di bidang pertanian dan hasil laut. 

Hal tersebut terungkap saat konferensi pers kegiatan forum inverstasi Bali yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Repubik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, serta Gubernur Bali Wayan Koster, Jumat (26/3).

Luhut  Binsar Pandjaitan menjelaskan, pariwisata di Bali tentu sangat terdampak  di masa pandemi Covid-19 saat ini. Terlebih adanya larangan warga asing yang berlibur ke dalam negeri di situasi sekarang. “Jadi, mesti kita buat parameter yang sama di Indonesia dan Bali khususnya, dari negara asing yang akan masuk ke negara kita. Itu biar sama parameternya, kita bikin penggambaran travel, dan tidak  boleh oleh satu pihak,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan penanganan pandemi Covid-19 di Bali sudah tertangani dengan baik. Terlebih ada datanya, dan penanganan ekonominya juga dapat ditangani dengan baik. Hanya saja, ia menyarankan agar masalah pertanian maupun kelautan lebih dimainkan guna menopang perekonomian.

“Penanganan Covid-19 baik, ada datanya. Penanganan ekonominya juga bagus. Namun, masalah pertanian, kelautan dan industri itu juga harus dimainkan. Seperti Jembrana program kita ikan, akan kita masuk ke UMKM. Semua pararel, kita lakukan dengan  sama -sama,” sambungnya.

Gubernur Bali Wayan Koster  mengakui, wisatawan mancanegara yang datang selama pandemi sudah zero. Lantaran 50 persen warga Bali tergantung pada pariwisata, membuat pihaknya melakukan langkah cepat pemulihan pariwisata. 

Mulai dari jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.  Bidang perekonomian pihaknya telah memprioritaskan hasil pertanian dan selanjutnya di bidang perikanan dan kelautan.

“Sudah kasat mata pandemi Covid- 19  membuat pariwisata memberlakukan pelarangan orang asing ke Bali. Otomatis wisata mancanegara sudah zero, sedangkan perekonomian Bali 50 persen dari pariwisata. Maka kita lakukan langkah cepat pemulihan Bali, jangka pendek ini pariwisata harus pulih,” ungkapnya.

Koster menambahkan, di Bali pandemi terkelola dengan baik, dan kasus muncul turun, tingkat kematian rendah dan kasus baru sudah tidak muncul lagi. Sementara yang sembuh juga meningkat,  dan sekarang data itu masih dinamis.  “Upaya percepatan yang dilakukan seperti vaksinasi. Jalan keluarnya Bali dengan 4,3 juta penduduk  agar divaksin. Supaya paling lambat bulan Juli, wisata mancanegara sudah mulai dibuka,” sambung Koster. 


Most Read

Artikel Terbaru

/