alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Seekor Ular Bikin Tamu Undangan Heboh Saat Bupati Badung Berpidato

BADUNG, BALI EXPRESS – Puluhan undangan sempat dikagetkan oleh kemunculan seekor ular. Para undangan dalam acara launching icon/sticker G20 pada Truck Compactor Pengangkutan Sampah, Senin (25/4) bertempat di TPST Mengwitani pun berhamburan. Beberapa orang sempat mencoba untuk menangkap dengan tongkat kayu, sampai akhirnya seorang petugas di TPST mengwi berhasil menangkapnya dengan tangan kosong.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa tersebut terjadi saat Bupati Badung memberikan sambutan pada acara tersebut. Berselang 10 menit ular dengan panjang kurang lebih satu meter itu pun menyebabkan kepanikan dari beberapa ASN yang hadir di TPST Mengwi. Sehingga sambutan dari Bupati asal Pelaga tersebut sempat terhenti.

Peristiwa yang juga sempat menjadi perbincangan di media sosial ini, diketahui terjadi sekitar pukul 11.00. Bermula dari teriakan salah satu peserta yang melihat ular datang dari arah barat. Segala usaha pun sempat dilakukan untuk menangkap ular tersebut, namun ular tersebut tetap lincah menghindar. Sampai akhirnya setelah melewati kursi undangan baru lah ular tersebut berhasil ditangkap. Kemudian Giri Prasta pun memberikan apresiasi bagi seluruh peserta yang turut serta menangkap ular.

Kabid Pengelolaan Kebersihan dan B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Anak Agung Gede Agung Dalem, pun membenarkan kejadian tersebut. Namun ia mengatakan, peristiwa tersbut adalah hal yang biasa lantaran, letak TPST Mengwi berada di areal persawahan. “Ia memang benar ada ular yang masuk ke acara peresmian kemarin, tapi itu hal biasa. Mungkin ularnya sudah masuk dan terjebak,” ujar Agung Dalem saat dikonfirmasi Selasa (26/4).

Menurutnya, ular tersebut termasuk tidak berbahaya karena termasuk jenis ular sawah. Bahkan dirinya mengaku sempat ingin menangkapnular tersebut. Namun niatnya diurungkan setelah diambil alih oleh seorang petugas di TPST Mengwi.

“Posisi saya saat itu berada di sebelah driver konvektor di TPST Putu Subagia Arta. Kebetulan sudah ada yang nekat nangkap jadi saya tidak jadi nangkap kejadian. Kemudian ular tersebut sudah dilepaskan ke sisi timir TPST tepatnya di luar tembok,” ungkapnya.

Sementara seorang pecinta reptil yakni Putu Indra Muliana menerangkan, dari sisi ilmiah ada tiga faktor yang mempengaruhi ular dapat keluar dari persembunyiannya. Pertama, karena saat ini sudah mendekati musim kawin, sehingga para ular mulai mencari pasangannya. Kedua, akibat adanya faktor cuaca yang tidak menentu.

“Saat ini musim pancaroba terkadang hujan dan panas. Tetapi bedanya saat ini setelah hujan tetap terasa panas atau gerah. Sehingga ular dapat keluar untuk mencari air, tanpa memandang ramai atau sepi,” terang Indra Muliana.

Faktor ketiga, Indra menambahkan, akibat adanya alih fungsi lahan yang menyebabkan ular kehilangan tempat persembunyiannya. Sehingga ular ini dapat masuk ke areal yang perumahan maupun sejenisnya. “Kalau saya lihat di sekitar TPST Mengwi adalah persawahan. Jadi tempat yang dulunya sawah, semak atau tegalan, akibat alih fungsi lahan ular kehilangan habitat aslinya,” imbuh pria yang sudah memelihara reptil sejak tahun 2007.

Disingung terkait jenis ular tersebut, pria asal Singaraja ini tidak bisa memastikan. Lantaran ia mengaku banyak jenis ular yang serupa, sehingga ia tidak bisa memastikan ular tersebut berbisa atau tidak.

“Kebetulan video yang saya lihat tidak jelas, jadinya saya tidak bisa bilang itu jenis ular apa. Ampura saya tidak bisa bilang ular berbisa atau tidak,” jelasnya.

Lebih lanjut Indra menyarankan, agar ular tersebut dilepaskan kembali ke habitat aslinya. Hal ini ditujukan agar tidak merusak rantai makan, apalagi ular adalah predator pemangsa tikus, kodok, dan lainnya. “Memang sebaiknya ular itu dikembalikan ke habitatnya. Tapi harus melihat kembali lokasi yang aman,” pungkasnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Puluhan undangan sempat dikagetkan oleh kemunculan seekor ular. Para undangan dalam acara launching icon/sticker G20 pada Truck Compactor Pengangkutan Sampah, Senin (25/4) bertempat di TPST Mengwitani pun berhamburan. Beberapa orang sempat mencoba untuk menangkap dengan tongkat kayu, sampai akhirnya seorang petugas di TPST mengwi berhasil menangkapnya dengan tangan kosong.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa tersebut terjadi saat Bupati Badung memberikan sambutan pada acara tersebut. Berselang 10 menit ular dengan panjang kurang lebih satu meter itu pun menyebabkan kepanikan dari beberapa ASN yang hadir di TPST Mengwi. Sehingga sambutan dari Bupati asal Pelaga tersebut sempat terhenti.

Peristiwa yang juga sempat menjadi perbincangan di media sosial ini, diketahui terjadi sekitar pukul 11.00. Bermula dari teriakan salah satu peserta yang melihat ular datang dari arah barat. Segala usaha pun sempat dilakukan untuk menangkap ular tersebut, namun ular tersebut tetap lincah menghindar. Sampai akhirnya setelah melewati kursi undangan baru lah ular tersebut berhasil ditangkap. Kemudian Giri Prasta pun memberikan apresiasi bagi seluruh peserta yang turut serta menangkap ular.

Kabid Pengelolaan Kebersihan dan B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Anak Agung Gede Agung Dalem, pun membenarkan kejadian tersebut. Namun ia mengatakan, peristiwa tersbut adalah hal yang biasa lantaran, letak TPST Mengwi berada di areal persawahan. “Ia memang benar ada ular yang masuk ke acara peresmian kemarin, tapi itu hal biasa. Mungkin ularnya sudah masuk dan terjebak,” ujar Agung Dalem saat dikonfirmasi Selasa (26/4).

Menurutnya, ular tersebut termasuk tidak berbahaya karena termasuk jenis ular sawah. Bahkan dirinya mengaku sempat ingin menangkapnular tersebut. Namun niatnya diurungkan setelah diambil alih oleh seorang petugas di TPST Mengwi.

“Posisi saya saat itu berada di sebelah driver konvektor di TPST Putu Subagia Arta. Kebetulan sudah ada yang nekat nangkap jadi saya tidak jadi nangkap kejadian. Kemudian ular tersebut sudah dilepaskan ke sisi timir TPST tepatnya di luar tembok,” ungkapnya.

Sementara seorang pecinta reptil yakni Putu Indra Muliana menerangkan, dari sisi ilmiah ada tiga faktor yang mempengaruhi ular dapat keluar dari persembunyiannya. Pertama, karena saat ini sudah mendekati musim kawin, sehingga para ular mulai mencari pasangannya. Kedua, akibat adanya faktor cuaca yang tidak menentu.

“Saat ini musim pancaroba terkadang hujan dan panas. Tetapi bedanya saat ini setelah hujan tetap terasa panas atau gerah. Sehingga ular dapat keluar untuk mencari air, tanpa memandang ramai atau sepi,” terang Indra Muliana.

Faktor ketiga, Indra menambahkan, akibat adanya alih fungsi lahan yang menyebabkan ular kehilangan tempat persembunyiannya. Sehingga ular ini dapat masuk ke areal yang perumahan maupun sejenisnya. “Kalau saya lihat di sekitar TPST Mengwi adalah persawahan. Jadi tempat yang dulunya sawah, semak atau tegalan, akibat alih fungsi lahan ular kehilangan habitat aslinya,” imbuh pria yang sudah memelihara reptil sejak tahun 2007.

Disingung terkait jenis ular tersebut, pria asal Singaraja ini tidak bisa memastikan. Lantaran ia mengaku banyak jenis ular yang serupa, sehingga ia tidak bisa memastikan ular tersebut berbisa atau tidak.

“Kebetulan video yang saya lihat tidak jelas, jadinya saya tidak bisa bilang itu jenis ular apa. Ampura saya tidak bisa bilang ular berbisa atau tidak,” jelasnya.

Lebih lanjut Indra menyarankan, agar ular tersebut dilepaskan kembali ke habitat aslinya. Hal ini ditujukan agar tidak merusak rantai makan, apalagi ular adalah predator pemangsa tikus, kodok, dan lainnya. “Memang sebaiknya ular itu dikembalikan ke habitatnya. Tapi harus melihat kembali lokasi yang aman,” pungkasnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/