alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Cek Harga, Polsek Gianyar Temukan Ada Pedagang Jual Migor Curah Diatas HET

GIANYAR, BALI EXPRESS – Untuk memastikan harga minyak goreng curah di pasaran sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), Polsek Kota Gianyar bersama Koramil 01/Gianyar melakukan pengecekan ke sejumlah agen maupun pengecer minyak goring di kawasan Kota Gianyar, Kamis (26/5).

 

Pengecekan dipimpin langsung oleh Kapolsek Gianyar Kompol I Gede Putu Putra Astawa, bersama Danramil 01/Gianyar Kapten INF. Hengky Histoveri, Kasat Binmas Polres Gianyar AKP I Gede Endrawan, Waka Polsek Gianyar, anggota Polsek Gianyar dan anggota Koramil 01/Gianyar.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, pengecekan dimulai dari Pasar Rakyat Gianyar. Dimana sejumlah pedagang minyak goreng curah yang disambangi mengaku menjual minyak goreng curah dengan kisaran harga Rp. 16.000 hingga  Rp. 17.000  per kilogram. Para pedagang pun menyampaikan jika mereka membeli minyak goreng curah dari agen dengan harga Rp 15.500 per kilogram dengan syarat KTP dicatat dan maksimal hanya bisa membeli sebanyak 20 liter.

Kemudian sejumlah agen juga tak luput dari pengecekan petugas. Dimana sejumlah agen mengaku menjual minyak goreng curah kepada pengecer Rp 14.500 per kilogram dan kepada konsumen Rp 15.500 per kilogram.

 

Kapolsek Kota Gianyar Kompol I Gede Putu Putra Astawa, disela sela kegiatan mengatakan bahwa pengecekan harga minyak goreng curah ini dilakukan sesuai dengan instruksi Menteri Marves. Dimana pengecekan dilakukan sampai ke tingkat bawah maupun pasar. “Kami bersama Koramil, Kasat Binmas sesuai dengan perintah Menteri Marves agar unit-unit kecil melakukan pengecekan ke pasar,” paparnya.

 

Ditambahkannya bahwa sesuai dengan hasil pengecekan ditemukan harga bervariasi pada sejumlah pedagang. Sehingga pihaknya langsung mengimbau para pedagang untuk menjual minyak goreng curah ini sesuai dengan HET yang telah ditentukan oleh pemerintah yakni Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

 

“Hasil dari pengecekan menunjukkan harga yang bervariasi, ada yang menjual Rp. 16.000 ada menjual Rp. 17.000 setelah kami telusuri dan telah kita jelaskan bahwa harga HET-nya itu di pengecer harus menjual kepada konsumen Rp. 14.000 per liter atau Rp. 15.500 per kilogram. Karena ada kelebihan itu setelah kita telusuri sehingga mudah-mudahan setelah kita turun ini mulai seterusnya harga minyak goreng curah sesuai dengan harga HET,” jelasnya.

 

Namun apabila kedepannya ditemukan ada oknum yang menjual minyak goreng curah tidak sesuai dengan HET maka pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas. “Kita tegaskan, apabila kita temukan mereka menjual dengan harga diatas HET maka kita akan proses. Yang sekarang menjual nigor curah diatas HET kita akan mintai keterangan, apa alasannya dia menjual dengan harga segitu, jadi kita tunggu hasil pemeriksaannya,” pungkas Kompol Astawa.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Untuk memastikan harga minyak goreng curah di pasaran sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), Polsek Kota Gianyar bersama Koramil 01/Gianyar melakukan pengecekan ke sejumlah agen maupun pengecer minyak goring di kawasan Kota Gianyar, Kamis (26/5).

 

Pengecekan dipimpin langsung oleh Kapolsek Gianyar Kompol I Gede Putu Putra Astawa, bersama Danramil 01/Gianyar Kapten INF. Hengky Histoveri, Kasat Binmas Polres Gianyar AKP I Gede Endrawan, Waka Polsek Gianyar, anggota Polsek Gianyar dan anggota Koramil 01/Gianyar.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, pengecekan dimulai dari Pasar Rakyat Gianyar. Dimana sejumlah pedagang minyak goreng curah yang disambangi mengaku menjual minyak goreng curah dengan kisaran harga Rp. 16.000 hingga  Rp. 17.000  per kilogram. Para pedagang pun menyampaikan jika mereka membeli minyak goreng curah dari agen dengan harga Rp 15.500 per kilogram dengan syarat KTP dicatat dan maksimal hanya bisa membeli sebanyak 20 liter.

Kemudian sejumlah agen juga tak luput dari pengecekan petugas. Dimana sejumlah agen mengaku menjual minyak goreng curah kepada pengecer Rp 14.500 per kilogram dan kepada konsumen Rp 15.500 per kilogram.

 

Kapolsek Kota Gianyar Kompol I Gede Putu Putra Astawa, disela sela kegiatan mengatakan bahwa pengecekan harga minyak goreng curah ini dilakukan sesuai dengan instruksi Menteri Marves. Dimana pengecekan dilakukan sampai ke tingkat bawah maupun pasar. “Kami bersama Koramil, Kasat Binmas sesuai dengan perintah Menteri Marves agar unit-unit kecil melakukan pengecekan ke pasar,” paparnya.

 

Ditambahkannya bahwa sesuai dengan hasil pengecekan ditemukan harga bervariasi pada sejumlah pedagang. Sehingga pihaknya langsung mengimbau para pedagang untuk menjual minyak goreng curah ini sesuai dengan HET yang telah ditentukan oleh pemerintah yakni Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

 

“Hasil dari pengecekan menunjukkan harga yang bervariasi, ada yang menjual Rp. 16.000 ada menjual Rp. 17.000 setelah kami telusuri dan telah kita jelaskan bahwa harga HET-nya itu di pengecer harus menjual kepada konsumen Rp. 14.000 per liter atau Rp. 15.500 per kilogram. Karena ada kelebihan itu setelah kita telusuri sehingga mudah-mudahan setelah kita turun ini mulai seterusnya harga minyak goreng curah sesuai dengan harga HET,” jelasnya.

 

Namun apabila kedepannya ditemukan ada oknum yang menjual minyak goreng curah tidak sesuai dengan HET maka pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas. “Kita tegaskan, apabila kita temukan mereka menjual dengan harga diatas HET maka kita akan proses. Yang sekarang menjual nigor curah diatas HET kita akan mintai keterangan, apa alasannya dia menjual dengan harga segitu, jadi kita tunggu hasil pemeriksaannya,” pungkas Kompol Astawa.


Most Read

Artikel Terbaru

/