alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Gedung D RSD Mangusada Segera Dioperasikan

BADUNG, BALI EXPRESS – Setelah lama tak terpakai, gedung D di Rumah sakit Daerah (RSD) Mangusada akan mulai dimanfaatkan Juli 2022. Rencananya pemanfaatan gedung yang awalnya ditujukan untuk pasien Covid-19 ditujukan untuk memaksimalkan pelayanan. Untuk memastikan penggunaan gedung tersebut manajemen rumah sakit pun akan melakukan penambahan tempat tidur pasien.

Dirut RSD Mangusada dr. I Wayan Darta mengatakan, saat ini pihaknya akan meningkatkan pelayanan kepada pasien. Untuk itu akan dilakukan penambahan bed pada gedung D sebanyak 90 untuk ruang perawatan intensif dan rawat inap.

“Jadi untuk di Ruang perawatan insentif akan ada penambahan 30 bed. Begitu juga untuk ruang rawat inap akan ada penambahan 60 bed. Sehingga kami akan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar dr. Darta saat dikonfirmasi Kamis (26/5).

Menurutnya, pemanfaatan gedung D ini akan dimulai pada Juli 2022. Penggunaaan gedung baru ini tentunya setelah penambahan fasilitas penunjang, seperti listrik, AC, air, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), hydrant, dan lainnya. Bahkan rencananya pemanfaatan gedung tersebut akan berbeda di setiap lantai.

“Untuk gedung D, kami manfaatkan dari lantai satu sampai lantai tiga. Lantai satu digunakan untuk poliklinik, lantai dua untuk ruang perawatan insentif dan lantai tiga ruang inap,” ungkapnya seraya mengatakan pengadaan IPAl menelan anggaran sebesar Rp 25 miliar.

Sebelumnya, gedung D RSD Mangusada belum digunakan lanaran belum lengkapnya fasilitas penunjang. Hal tersebut terjadi lantaran keuangan daerah Pemkab Badung belum stabil di masa pandemi Covid-19. Sehingga manajemen rumah sakit pun berupaya untuk mengisi kekurangan dari ruangan tersebut.

“Kami dari manajemen sedang mempersiapkan, karena belum siap betul. Salah satunya saluran pembuangan air limbah perlu perbaikan, air perlu diperbaiki, dan bed untuk perawatan pasien belum dilengkapi. Gedung itu akan difungsikan sebagai ruang poliklinik, ruang operasi emergency, ruang ICU, HCU, dan PICU serta ruang rawat inap,” papar mantan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Badung tersebut.

Selain melakukan pengadaan untuk Gedung D, dr. Darta mengaku, saat ini sedang melakukan persiapan perlengkapan piranti pendukung di Gedung F dan G. Rencananya kedua gedung tersebut akan digunakan untuk pelayanan onkologi terpadu, seperti kemoterapi, dan radiasi. Kemudian juga akan disiapkan untuk geriatri, hemodialisa, jantung terpadu, ruang rawat inap, dan ruang manajemen. “Intinya kami sudah persiapkan dan masih berproses. Mudah-mudahan dari dua gedung itu dalam waktu dua bulan kedepan salah satu sudah bisa dioperasikan,” harapnya. 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Setelah lama tak terpakai, gedung D di Rumah sakit Daerah (RSD) Mangusada akan mulai dimanfaatkan Juli 2022. Rencananya pemanfaatan gedung yang awalnya ditujukan untuk pasien Covid-19 ditujukan untuk memaksimalkan pelayanan. Untuk memastikan penggunaan gedung tersebut manajemen rumah sakit pun akan melakukan penambahan tempat tidur pasien.

Dirut RSD Mangusada dr. I Wayan Darta mengatakan, saat ini pihaknya akan meningkatkan pelayanan kepada pasien. Untuk itu akan dilakukan penambahan bed pada gedung D sebanyak 90 untuk ruang perawatan intensif dan rawat inap.

“Jadi untuk di Ruang perawatan insentif akan ada penambahan 30 bed. Begitu juga untuk ruang rawat inap akan ada penambahan 60 bed. Sehingga kami akan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar dr. Darta saat dikonfirmasi Kamis (26/5).

Menurutnya, pemanfaatan gedung D ini akan dimulai pada Juli 2022. Penggunaaan gedung baru ini tentunya setelah penambahan fasilitas penunjang, seperti listrik, AC, air, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), hydrant, dan lainnya. Bahkan rencananya pemanfaatan gedung tersebut akan berbeda di setiap lantai.

“Untuk gedung D, kami manfaatkan dari lantai satu sampai lantai tiga. Lantai satu digunakan untuk poliklinik, lantai dua untuk ruang perawatan insentif dan lantai tiga ruang inap,” ungkapnya seraya mengatakan pengadaan IPAl menelan anggaran sebesar Rp 25 miliar.

Sebelumnya, gedung D RSD Mangusada belum digunakan lanaran belum lengkapnya fasilitas penunjang. Hal tersebut terjadi lantaran keuangan daerah Pemkab Badung belum stabil di masa pandemi Covid-19. Sehingga manajemen rumah sakit pun berupaya untuk mengisi kekurangan dari ruangan tersebut.

“Kami dari manajemen sedang mempersiapkan, karena belum siap betul. Salah satunya saluran pembuangan air limbah perlu perbaikan, air perlu diperbaiki, dan bed untuk perawatan pasien belum dilengkapi. Gedung itu akan difungsikan sebagai ruang poliklinik, ruang operasi emergency, ruang ICU, HCU, dan PICU serta ruang rawat inap,” papar mantan Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Badung tersebut.

Selain melakukan pengadaan untuk Gedung D, dr. Darta mengaku, saat ini sedang melakukan persiapan perlengkapan piranti pendukung di Gedung F dan G. Rencananya kedua gedung tersebut akan digunakan untuk pelayanan onkologi terpadu, seperti kemoterapi, dan radiasi. Kemudian juga akan disiapkan untuk geriatri, hemodialisa, jantung terpadu, ruang rawat inap, dan ruang manajemen. “Intinya kami sudah persiapkan dan masih berproses. Mudah-mudahan dari dua gedung itu dalam waktu dua bulan kedepan salah satu sudah bisa dioperasikan,” harapnya. 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/