alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Pengelola Hotel Harapkan Semakin Banyak Negara Bisa Apply VoA

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendapat apresiasi dari pengelola hotel dalam upayanya memperjuangkan pemulihan pariwisata Bali. Salah satunya, upaya mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) yang kunjungannya telah mencapai 5.000 penumpang internasional per hari. Tepatnya, sebanyak 5.166 penumpang kedatangan tercatat pada 23 Mei 2022 berdasarkan data dari Angkasa Pura I, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Disamping itu, tidak adanya karantina dan kebijakan bebas PCR bagi wisatawan dengan vaksin lengkap sangat mempengaruhi tingkat hunian hotel.

 

“Terkait dengan kebijakan pemerintah tersebut, hotel kami juga sudah mulai membaik, yakni dengan datangnya wisman,” ujar General Manager The Kayon Jungle Resort, Wayan Sucitra, Kamis (26/5).

 

Teranyar, untuk menggenjot pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali, Pemprov Bali tengah berupaya untuk meminta status dari pandemi menjadi endemi di Bali. Dengan hal ini, tentunya akan sangat memberi pengaruh positif terhadap pemulihan pariwisata Bali.

 

Ia menuturkan, perubahan status Bali dari pandemi menjadi endemi akan dapat memberikan nilai positif bagi pariwisata Bali yang berlandaskan budaya. Pihaknya pun berharap, semakin banyak negara yang bisa apply Visa on Arrival (VoA), sehingga wisatawan dari berbagai negara bisa masuk Bali.

 

“Saya rasa pemerintah sudah melakukannya, dan semoga tahun ini adalah menjadi momentum Bali pulih kembali,” katanya.

 

Maskapai internasional yang mengisi slot penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menjadi harapan bagi sektor pariwisata, khususnya pengelola hotel. Selaku pengelola hotel yang menawarkan suasana sejuk di tengah hutan tropis itu, ia selalu melakukan upaya dan cara agar informasi Bali sudah dibuka bisa sampai kepada para pelanggannya di luar negeri.

 

Menurutnya, pesanan kamar pun terus berdatangan dan mulai meningkat. Meski begitu, tingkat hunian hotel belum mencapai normal. “Wisatawan yang sudah melakukan pemesanan berasal dari Eropa dan Australia, namun jumlahnya masih sangat kecil. Jujur, kami belum bisa memprediksi dengan pasti, bulan apa kunjungan akan ramai,” jelasnya.

 

Diakuinya, untuk saat ini, pasar wisatawan domestik (wisdom) memberi arti yang sangat baik, bagi pariwisata Bali. Kunjungan wisdom yang sudah mengenal kualitas The Kayon Jungle Resort biasanya melakukan pemesanan kamar secara langsung. Resort yang beralamat di Banjar, Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar ini menawarkan pemandangan yang sangat indah. Kawasan desa ini sangat menjaga kearifan lokalnya dan menekuni kegiatan budayanya dengan baik, orang-orangnya sangat ramah.

 

“Jujur, saya banyak belajar tentang genuine hospitality setelah bekerja di sini. Kali pertama bekerja di Kawasan Wisata Ubud sungguh menawarkan sesuatu yang beda,” ungkapnya.

 

The Kayon Jungle Resort yang memiliki 38 kamar terdiri dari 20 suite rooms dan 18 villas dikenal sebagai tempat yang sangat romantis. Pool yang ada bertingkat-tingkat dengan pemandangan hutan tropis yang mampu memberikan suasana tenang dan damai. “Fasilitas yang dimiliki seperti spa, yoga pavilion, gym dan kegiatan lainnya seperti Trekking, Bersepeda dan aktifitas lainnya membuat resort kami semakin disukai wisatawan,” sebutnya.






Reporter: Rika Riyanti

GIANYAR, BALI EXPRESS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendapat apresiasi dari pengelola hotel dalam upayanya memperjuangkan pemulihan pariwisata Bali. Salah satunya, upaya mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) yang kunjungannya telah mencapai 5.000 penumpang internasional per hari. Tepatnya, sebanyak 5.166 penumpang kedatangan tercatat pada 23 Mei 2022 berdasarkan data dari Angkasa Pura I, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Disamping itu, tidak adanya karantina dan kebijakan bebas PCR bagi wisatawan dengan vaksin lengkap sangat mempengaruhi tingkat hunian hotel.

 

“Terkait dengan kebijakan pemerintah tersebut, hotel kami juga sudah mulai membaik, yakni dengan datangnya wisman,” ujar General Manager The Kayon Jungle Resort, Wayan Sucitra, Kamis (26/5).

 

Teranyar, untuk menggenjot pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali, Pemprov Bali tengah berupaya untuk meminta status dari pandemi menjadi endemi di Bali. Dengan hal ini, tentunya akan sangat memberi pengaruh positif terhadap pemulihan pariwisata Bali.

 

Ia menuturkan, perubahan status Bali dari pandemi menjadi endemi akan dapat memberikan nilai positif bagi pariwisata Bali yang berlandaskan budaya. Pihaknya pun berharap, semakin banyak negara yang bisa apply Visa on Arrival (VoA), sehingga wisatawan dari berbagai negara bisa masuk Bali.

 

“Saya rasa pemerintah sudah melakukannya, dan semoga tahun ini adalah menjadi momentum Bali pulih kembali,” katanya.

 

Maskapai internasional yang mengisi slot penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menjadi harapan bagi sektor pariwisata, khususnya pengelola hotel. Selaku pengelola hotel yang menawarkan suasana sejuk di tengah hutan tropis itu, ia selalu melakukan upaya dan cara agar informasi Bali sudah dibuka bisa sampai kepada para pelanggannya di luar negeri.

 

Menurutnya, pesanan kamar pun terus berdatangan dan mulai meningkat. Meski begitu, tingkat hunian hotel belum mencapai normal. “Wisatawan yang sudah melakukan pemesanan berasal dari Eropa dan Australia, namun jumlahnya masih sangat kecil. Jujur, kami belum bisa memprediksi dengan pasti, bulan apa kunjungan akan ramai,” jelasnya.

 

Diakuinya, untuk saat ini, pasar wisatawan domestik (wisdom) memberi arti yang sangat baik, bagi pariwisata Bali. Kunjungan wisdom yang sudah mengenal kualitas The Kayon Jungle Resort biasanya melakukan pemesanan kamar secara langsung. Resort yang beralamat di Banjar, Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar ini menawarkan pemandangan yang sangat indah. Kawasan desa ini sangat menjaga kearifan lokalnya dan menekuni kegiatan budayanya dengan baik, orang-orangnya sangat ramah.

 

“Jujur, saya banyak belajar tentang genuine hospitality setelah bekerja di sini. Kali pertama bekerja di Kawasan Wisata Ubud sungguh menawarkan sesuatu yang beda,” ungkapnya.

 

The Kayon Jungle Resort yang memiliki 38 kamar terdiri dari 20 suite rooms dan 18 villas dikenal sebagai tempat yang sangat romantis. Pool yang ada bertingkat-tingkat dengan pemandangan hutan tropis yang mampu memberikan suasana tenang dan damai. “Fasilitas yang dimiliki seperti spa, yoga pavilion, gym dan kegiatan lainnya seperti Trekking, Bersepeda dan aktifitas lainnya membuat resort kami semakin disukai wisatawan,” sebutnya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/