alexametrics
27.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Remas Payudara Siswi SD, Pria Diamankan Warga di Sading

BADUNG, BALI EXPRESS – Aksi begal payudara menimpa seorang siswi SD berinisial NPAN, 11, di Lingkungan Karang Suwung, Desa Sading, Mengwi, Badung. Tindakan tak senonoh tersebut dilakukan oleh pria berinisial EAP, 45, yang akhirnya berhasil diamankan ayah korban dan warga.

 

Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana melalui keterangan pers menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Rabu (28/4) sekitar pukul 14.00. Bermula ketika korban bersama dua teman gadisnya berinisial V dan N berjalan kaki di jalan kecil Lingkungan Banjat Karang Suwung. Mereka hendak menuju lapangan Sading.

 

Kala itu, NPAN melihat seorang laki-laki (pelaku) duduk di atas sepeda motor. Anehnya, lelaki tersebut terus memperhatikan korban dan teman-temannya sekira lima menitan. “Karena terus diperhatikan, korban sempat bertanya kepada dua temannya kenapa bapak itu terus memperhatikan mereka,” tutur Sudana, Kamis (26/5).

 

Kemudian laki-laki tersebut tampak pergi dengan sepeda motornya menuju ke arah Jalan Nusa Indah. Sehingga NPAN tidak menghiraukan dan terus berjalan menuju lapangan. Tanpa diduga, lelaki yang terus memperhatikannya sejak tadi datang dari arah berlawanan menaiki sepeda motornya.

 

Pelaku tiba-tiba berhenti di sebelah kanan korban dan langsung memegang serta meremas payudara sebelah kiri gadis itu menggunakan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya masih memegang stang motor. “Saking terkejutnya dengan kejadian tersebut, korban tidak sempat bereaksi atau berteriak,” tambah Perwira Balok Dua di pundak ini.

 

Gadis kelahiran Badung tersebut sontak menoleh ke teman-teman yang ada dibelakangnya. Saat itulah EAP melepas tangannya dari payudara dan langsung pergi. Kemudian V dan N mendekati korban dan menanyakan apa yang dilakukan oleh laki-laki tersebut. Kedua saksi ini sempat mengira bahwa pelaku ada hubungan saudara dengan korban.

 

NPAN pun memberitahu mereka apa yang terjadi dan mengaku tak mengenal EAP sama sekali. Ketiganya lantas melanjutkan perjalanan. Namun, sepanjang perjalanan Siswi kelas enam SD itu terus kepikiran dengan apa yang terjadi sebelumnya. Bahkan ketika sampai di lapangan, ia segera mengajak V dan N pulang karena perasaanya tidak enak.

 

Selanjutnya pada Rabu (25/5), sekitar pukul 14.00, kedua teman itu datang ke rumah korban untuk mengajak pergi mencari laki-laki yang memegang payudaranya. Sebab, V dan N mengaku sempat melihat pelaku dan waktu itu keduanya menyempatkan mengambil foto lewat ponsel. “Kedua saksi menunjukan foto tersebut kepada korban untuk memastikan, dan dijawab benar oleh korban,” ujarnya.

 

Saat itu orang tua NPAN mengetahui insiden yang dialami sang anak dan akhirnya V menceritakan kronologinya. Bapak korban tentu saja naik pitam dan tidak terima, sehingga mencari keberadaan EAP berdasarkan gambar yang diperlihatkan oleh V. Hingga mendapat informasi dari seorang penjual pot tanaman, bahwa laki-laki yang dicari berjualan Frozen Food di Sading.

 

Berikutnya sang ayah menemui Kepala Lingkungan Negara Kaja serta orang tua V, untuk menemui bersama menemui pelaku dan mengamankannya di tempat berjualan tersebut. Kemudian masalah ini dilaporkan ke Polres Badung. Saat diinterogasi, EAP mengakui perbuatannya. Tapi ternyata menurut keterangan dari keluarga, EAP saat ini sedang dalam perawatan jalan oleh Dokter Kejiwaan.

 

Dia diharuskan rutin minum obat karena disebut mengidap penyakit Skizofrenia. Penyakit ini adalah gangguan jiwa berat yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan dan berperilaku yang baik. “Ini kan perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, jadi peroses tetap berjalan dulu,” ucapnya.

 

Sementara ini, pelaku terancam Pasal 82 Jo Pasal 76 E UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 281 KUHP, dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.






Reporter: I Gede Paramasutha

BADUNG, BALI EXPRESS – Aksi begal payudara menimpa seorang siswi SD berinisial NPAN, 11, di Lingkungan Karang Suwung, Desa Sading, Mengwi, Badung. Tindakan tak senonoh tersebut dilakukan oleh pria berinisial EAP, 45, yang akhirnya berhasil diamankan ayah korban dan warga.

 

Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana melalui keterangan pers menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Rabu (28/4) sekitar pukul 14.00. Bermula ketika korban bersama dua teman gadisnya berinisial V dan N berjalan kaki di jalan kecil Lingkungan Banjat Karang Suwung. Mereka hendak menuju lapangan Sading.

 

Kala itu, NPAN melihat seorang laki-laki (pelaku) duduk di atas sepeda motor. Anehnya, lelaki tersebut terus memperhatikan korban dan teman-temannya sekira lima menitan. “Karena terus diperhatikan, korban sempat bertanya kepada dua temannya kenapa bapak itu terus memperhatikan mereka,” tutur Sudana, Kamis (26/5).

 

Kemudian laki-laki tersebut tampak pergi dengan sepeda motornya menuju ke arah Jalan Nusa Indah. Sehingga NPAN tidak menghiraukan dan terus berjalan menuju lapangan. Tanpa diduga, lelaki yang terus memperhatikannya sejak tadi datang dari arah berlawanan menaiki sepeda motornya.

 

Pelaku tiba-tiba berhenti di sebelah kanan korban dan langsung memegang serta meremas payudara sebelah kiri gadis itu menggunakan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya masih memegang stang motor. “Saking terkejutnya dengan kejadian tersebut, korban tidak sempat bereaksi atau berteriak,” tambah Perwira Balok Dua di pundak ini.

 

Gadis kelahiran Badung tersebut sontak menoleh ke teman-teman yang ada dibelakangnya. Saat itulah EAP melepas tangannya dari payudara dan langsung pergi. Kemudian V dan N mendekati korban dan menanyakan apa yang dilakukan oleh laki-laki tersebut. Kedua saksi ini sempat mengira bahwa pelaku ada hubungan saudara dengan korban.

 

NPAN pun memberitahu mereka apa yang terjadi dan mengaku tak mengenal EAP sama sekali. Ketiganya lantas melanjutkan perjalanan. Namun, sepanjang perjalanan Siswi kelas enam SD itu terus kepikiran dengan apa yang terjadi sebelumnya. Bahkan ketika sampai di lapangan, ia segera mengajak V dan N pulang karena perasaanya tidak enak.

 

Selanjutnya pada Rabu (25/5), sekitar pukul 14.00, kedua teman itu datang ke rumah korban untuk mengajak pergi mencari laki-laki yang memegang payudaranya. Sebab, V dan N mengaku sempat melihat pelaku dan waktu itu keduanya menyempatkan mengambil foto lewat ponsel. “Kedua saksi menunjukan foto tersebut kepada korban untuk memastikan, dan dijawab benar oleh korban,” ujarnya.

 

Saat itu orang tua NPAN mengetahui insiden yang dialami sang anak dan akhirnya V menceritakan kronologinya. Bapak korban tentu saja naik pitam dan tidak terima, sehingga mencari keberadaan EAP berdasarkan gambar yang diperlihatkan oleh V. Hingga mendapat informasi dari seorang penjual pot tanaman, bahwa laki-laki yang dicari berjualan Frozen Food di Sading.

 

Berikutnya sang ayah menemui Kepala Lingkungan Negara Kaja serta orang tua V, untuk menemui bersama menemui pelaku dan mengamankannya di tempat berjualan tersebut. Kemudian masalah ini dilaporkan ke Polres Badung. Saat diinterogasi, EAP mengakui perbuatannya. Tapi ternyata menurut keterangan dari keluarga, EAP saat ini sedang dalam perawatan jalan oleh Dokter Kejiwaan.

 

Dia diharuskan rutin minum obat karena disebut mengidap penyakit Skizofrenia. Penyakit ini adalah gangguan jiwa berat yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan dan berperilaku yang baik. “Ini kan perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, jadi peroses tetap berjalan dulu,” ucapnya.

 

Sementara ini, pelaku terancam Pasal 82 Jo Pasal 76 E UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 281 KUHP, dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/