alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

RSUP Sanglah Rawat Pasien Anak dengan Kasus Probable Hepatitis Akut

DENPASAR, BALI EXPRESS- Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah,  Dr. dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K), menyebutkan sejak sepekan lalu, RSUP Sanglah merawat rujukan dua pasien WNA anak dengan gejala Hepatitis Akut.

 

“Iya kami merawat rujukan dua pasien WNA anak, namun masih dalam tahap penelusuran dan sudah dilakukan pengecekan lab, namun masih menunggu hasil lab dari Jakarta. Karena masih menunggu hasil lab dari Jakarta, sehingga kami belum bisa menyapaikan apakah pasien ini adalah  kasus probable (kemungkinan) atau tidak, dan pasien dalam kondisi stabil,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom menyatakan RSUP Sanglah memang merawat pasien anak-anak usia 3 tahun asal Denpasar diduga menjadi pasien suspect hepatitis akut.

 

“Yang pasti ada 1 anak umur 3 tahun, asal Denpasar, saat ini sedang dirawat di RSUP Sanglah, untuk teknisnya bisa hubungi Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali, dr. Sanjaya, Sp.A,” jelasnya Kamis (26/5).

 

Menurutnya, terkait dengan pemantauan dan penanganan hepatitis akut, selain dengan Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota, pihaknya juga bekerjasama dengan dokter spesialis anak se-Bali untuk memantau penyakit hepatitis akut.

 

Sementara dikonfirmasi terpisah, Ketua IDAI Provinsi Bali, dr. IGN Sanjaya Putra SpA(K) menjelaskan jika sejak tanggal 15 Mei 2022 memang ada pasien anak asal Denpasar yang dirawat di RSUP Sanglah.

“Iya memang ada pasien dengan gejala hepatitis akut yang dirawat di RSUP Sanglah, namun statusnya masih kasus probable, belum dinyatakan suspect, karena hasil lab dari Jakarta belum keluar,” jelasnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

DENPASAR, BALI EXPRESS- Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah,  Dr. dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K), menyebutkan sejak sepekan lalu, RSUP Sanglah merawat rujukan dua pasien WNA anak dengan gejala Hepatitis Akut.

 

“Iya kami merawat rujukan dua pasien WNA anak, namun masih dalam tahap penelusuran dan sudah dilakukan pengecekan lab, namun masih menunggu hasil lab dari Jakarta. Karena masih menunggu hasil lab dari Jakarta, sehingga kami belum bisa menyapaikan apakah pasien ini adalah  kasus probable (kemungkinan) atau tidak, dan pasien dalam kondisi stabil,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom menyatakan RSUP Sanglah memang merawat pasien anak-anak usia 3 tahun asal Denpasar diduga menjadi pasien suspect hepatitis akut.

 

“Yang pasti ada 1 anak umur 3 tahun, asal Denpasar, saat ini sedang dirawat di RSUP Sanglah, untuk teknisnya bisa hubungi Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bali, dr. Sanjaya, Sp.A,” jelasnya Kamis (26/5).

 

Menurutnya, terkait dengan pemantauan dan penanganan hepatitis akut, selain dengan Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota, pihaknya juga bekerjasama dengan dokter spesialis anak se-Bali untuk memantau penyakit hepatitis akut.

 

Sementara dikonfirmasi terpisah, Ketua IDAI Provinsi Bali, dr. IGN Sanjaya Putra SpA(K) menjelaskan jika sejak tanggal 15 Mei 2022 memang ada pasien anak asal Denpasar yang dirawat di RSUP Sanglah.

“Iya memang ada pasien dengan gejala hepatitis akut yang dirawat di RSUP Sanglah, namun statusnya masih kasus probable, belum dinyatakan suspect, karena hasil lab dari Jakarta belum keluar,” jelasnya.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru

/