alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Tabanan Masih Nihil Pararem Narkoba

BALI EXPRESS, TABANAN -Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa mengharapkan dalam 2019 ini minimal ada 35 desat adat atau desa dinas membuat Pararem tentang narkoba. Khusus di Kabupaten Tabanan, saat ini belum ada pararem dimaksud (tentang narkoba Red-).

Harapan itu disampaikan saat menghadiri peringatan HANI 2019 di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Rabu (26/6). “Di Tabanan belum ada Pararem tentang narkoba,” ujarnya.

Pihaknya telah menyampaikan kepada Sekda Tabanan selaku leading sector terdepan untuk dapat memanggil kelian adat serta dinas dan mengimbau untuk segera membuat pararem. “Ya target 35 lah pararem tahun ini, sampai Desember ini. Sehingga tahun depan BNN RI bisa datang ke Bali untuk menandatanganinya,” paparnya.

Baca Juga :  Pleno Diwarnai Hitung Ulang, Ini Daftar Caleg yang Lolos DPRD Tabanan

Dikatakan, dalam pararem akan mengatur tentang sanksi apabila ada krama yang terlibat kasus narkoba. Mulai dari sanksi denda hingga sanksi moral dan sosial. “Tetapi yang lebih banyak sanksi moral untuk membuat efek jera. Misalnya dari hasil assesment harus rawat jalan ya harua diawasi  rawat jalannya, dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini narkoba masuk ke Bali kebanyakan melalui jalur darat, kemudian laut dan terakhir lewat udara. “Ada juga yang dibawa langsung dan melalui titipan kilat. Sejauh ini juga belum ada yang diproduksi di Bali,” pungkasnya.

Kepala BNNK Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengatakan, pihaknya berencana akan menjadikan 24 banjar yang tergabung dalam Desa Adat Kota Tabanan pilot project dalam pembuatan pararem tentang narkoba. “Kami akan jadikan 24 banjar itu pilot project yang kemudian bisa diikuti desa adat dan dinas lainnya di Tabanan,” tekadnya.

Baca Juga :  TP-PKK Tabanan Gelar Rapid Test Gratis

BALI EXPRESS, TABANAN -Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa mengharapkan dalam 2019 ini minimal ada 35 desat adat atau desa dinas membuat Pararem tentang narkoba. Khusus di Kabupaten Tabanan, saat ini belum ada pararem dimaksud (tentang narkoba Red-).

Harapan itu disampaikan saat menghadiri peringatan HANI 2019 di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Rabu (26/6). “Di Tabanan belum ada Pararem tentang narkoba,” ujarnya.

Pihaknya telah menyampaikan kepada Sekda Tabanan selaku leading sector terdepan untuk dapat memanggil kelian adat serta dinas dan mengimbau untuk segera membuat pararem. “Ya target 35 lah pararem tahun ini, sampai Desember ini. Sehingga tahun depan BNN RI bisa datang ke Bali untuk menandatanganinya,” paparnya.

Baca Juga :  Alot Negosiasi Ganti Rugi Lahan Shortcut di Kantor Camat Baturiti

Dikatakan, dalam pararem akan mengatur tentang sanksi apabila ada krama yang terlibat kasus narkoba. Mulai dari sanksi denda hingga sanksi moral dan sosial. “Tetapi yang lebih banyak sanksi moral untuk membuat efek jera. Misalnya dari hasil assesment harus rawat jalan ya harua diawasi  rawat jalannya, dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini narkoba masuk ke Bali kebanyakan melalui jalur darat, kemudian laut dan terakhir lewat udara. “Ada juga yang dibawa langsung dan melalui titipan kilat. Sejauh ini juga belum ada yang diproduksi di Bali,” pungkasnya.

Kepala BNNK Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengatakan, pihaknya berencana akan menjadikan 24 banjar yang tergabung dalam Desa Adat Kota Tabanan pilot project dalam pembuatan pararem tentang narkoba. “Kami akan jadikan 24 banjar itu pilot project yang kemudian bisa diikuti desa adat dan dinas lainnya di Tabanan,” tekadnya.

Baca Juga :  Dana Buat Ogoh-Ogoh Sekaa Teruna di Badung Naik Rp 40 Juta

Most Read

Artikel Terbaru

/