alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Pengaspalan Jelang KTT G20, Sempat Memicu Kemacetan Lalin

BADUNG, BALI EXPRESS – Menyambut KTT G20, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Badung kini tengah tersentuh pekerjaan pengaspalan. Ternyata dari pengaspalan juga menyebabkan sejumlah ruas jalan menjadi semakin krodit. Bahkan masyarakat setempat pun mengeluh, sehingga proses pengaspalan diminta untuk memperhatikan waktu. Apalagi saat ini volume kemdaraan bermotor sudah bertambah seiring dengan bangkitnya pariwisata.

 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Bali Muhammad Solthon mengatakan, ada beberapa ruas jalan nasional yang tersentuh pengaspalan dalam rangka menyambut perhelatan KTT G20. Terutama pada akses-akses menuju venue yang memang memerlukan peremajaan. Seperti Bundaran Tugu Ngurah Rai menuju arah Nusa Dua, serta Jalan Uluwatu menuju Garuda Wisnu Kencana (GWK). “Totalnya itu 22 kilometer,” ujar Solthon saat dikonfirmasi Minggu (26/6)

Baca Juga :  LPSK Serahkan Kompensasi untuk Korban Tindak Pidana Terorisme

 

Menurutnya, proyek pengaspalan sudah mulai dilakukan sejak awal Juni yang ditargetkan selesai pada Agustus 2022. Selain di jalan nasional, pihaknya juga menyasar akses Jalan Siligita Selatan menuju The Apurva Kempinski Bali, yang berstatus kabupaten. “Kalau mundur-mundur paling di September minggu kedua selesai. Tinggal marka-marka dan pembersihan, makanya kita kebut,” ungkapnya.

 

Terkait adanya keluhan masyarakat, Solthon pun tak menampik hal tersebut. Pihaknya menjelaskan bahwa kepadatan lalulintas memang menjadi salah satu tantangan dalam pengerjaan pengaspalan. Sehingga hal tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk meminimalisir terulangnya kejadian serupa.

 

“Bukanya pariwisata di Bali ini memang secara tidak langsung juga sekaligus menjadi tantangan bagi kami. Seperti di Jalan Uluwatu, kita harus menyesuaikan dengan jam pelaksanaan Tari Kecak,” jelasnya seraya meminta permakluman kepada para pengguna jalan atas kekroditan yang ditimbulkan.

Baca Juga :  Jumlah Korban Sapi Anjlok, Kambing Naik Tipis

 

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk mengurangi kemacetan di wilayah Badung Selatan pengerjaan akan dilakukan pada malam hari.  Paling tidak proyek tersebut akan mulai dikerjakan pukul 22.00 Wita. “Kalau kita ambilnya dini hari, selesainya itu pagi. Itu takutnya ada anak sekolah yang berangkat dan lain sebagainya. Jadi kita ambil pukul 22.00 saja. Sehingga subuh pukul 04.00, itu sudah selesai,” imbuhnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Menyambut KTT G20, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Badung kini tengah tersentuh pekerjaan pengaspalan. Ternyata dari pengaspalan juga menyebabkan sejumlah ruas jalan menjadi semakin krodit. Bahkan masyarakat setempat pun mengeluh, sehingga proses pengaspalan diminta untuk memperhatikan waktu. Apalagi saat ini volume kemdaraan bermotor sudah bertambah seiring dengan bangkitnya pariwisata.

 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Bali Muhammad Solthon mengatakan, ada beberapa ruas jalan nasional yang tersentuh pengaspalan dalam rangka menyambut perhelatan KTT G20. Terutama pada akses-akses menuju venue yang memang memerlukan peremajaan. Seperti Bundaran Tugu Ngurah Rai menuju arah Nusa Dua, serta Jalan Uluwatu menuju Garuda Wisnu Kencana (GWK). “Totalnya itu 22 kilometer,” ujar Solthon saat dikonfirmasi Minggu (26/6)

Baca Juga :  Parwata Hadiri Lomba Mancing di Tukad Yeh Poh, Dalung, Ini Pesannya

 

Menurutnya, proyek pengaspalan sudah mulai dilakukan sejak awal Juni yang ditargetkan selesai pada Agustus 2022. Selain di jalan nasional, pihaknya juga menyasar akses Jalan Siligita Selatan menuju The Apurva Kempinski Bali, yang berstatus kabupaten. “Kalau mundur-mundur paling di September minggu kedua selesai. Tinggal marka-marka dan pembersihan, makanya kita kebut,” ungkapnya.

 

Terkait adanya keluhan masyarakat, Solthon pun tak menampik hal tersebut. Pihaknya menjelaskan bahwa kepadatan lalulintas memang menjadi salah satu tantangan dalam pengerjaan pengaspalan. Sehingga hal tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk meminimalisir terulangnya kejadian serupa.

 

“Bukanya pariwisata di Bali ini memang secara tidak langsung juga sekaligus menjadi tantangan bagi kami. Seperti di Jalan Uluwatu, kita harus menyesuaikan dengan jam pelaksanaan Tari Kecak,” jelasnya seraya meminta permakluman kepada para pengguna jalan atas kekroditan yang ditimbulkan.

Baca Juga :  Congkel Pintu Tetangga Kos, Ketut Gasak Barang untuk Beli Helm

 

Lebih lanjut ia menambahkan, untuk mengurangi kemacetan di wilayah Badung Selatan pengerjaan akan dilakukan pada malam hari.  Paling tidak proyek tersebut akan mulai dikerjakan pukul 22.00 Wita. “Kalau kita ambilnya dini hari, selesainya itu pagi. Itu takutnya ada anak sekolah yang berangkat dan lain sebagainya. Jadi kita ambil pukul 22.00 saja. Sehingga subuh pukul 04.00, itu sudah selesai,” imbuhnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/