alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Sampan Dihantam Ombak, Made Turun Tenggelam 5 Meter

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Ombak besar menghantam sampan yang dinaiki dua nelayan di perairan Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Minggu (26/6) pagi. Nahas, Made Turun, nelayan asal Dusun Kaja, Desa Lembongan, tak mampu selamat.

 

Ia tenggelam di dasar laut. Tim SAR gabungan saat pencarian, siang hari, menemukan jenazahnya di kedalam sekitar 4-5 meter. Sementara itu, Kadek Ardika, 24, orang yang juga ikut dengan Made, mampu menyelamatkan diri.

 

Peristiwa itu terjadi bermula saat Made Turun dan Ardika pulang usai mencari ikan menaiki sampan. Sampai di sekitar perairan sebelah selatan Devil’s Tears, Nusa Lembongan, mereka hendak menyeberang di antara Pulau Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan menuju Jembatan Kuning.

Baca Juga :  Baru Memulai Usaha, Dek Ar Diringkus Satreskrim Polres Buleleng

 

Ombak besar secara tiba-tiba menerjang menghantam sampan hingga keduanya tenggelam. Ardika berhasil selamat. Sementara Made Turun belum ditemukan hingga satu jam paska kejadian itu.

 

Empat persoenl Siaga SAR Nusa Penida mulai melakukan pencarian sejam kemudian bersama personel Polsek Nusa Penida, para penyelam di sekitar lokasi dan warga. Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Putu Cakra Negara mengatakan, tim penyelam menemukan korban sekitar pukul 13.30.

 

“Korban ditemukan tenggelam. Tim SAR gabungan mengevakuasi ke sebelah timur Jembatan Kuning Nusa Lembongan, dan oleh pihak keluarga langsung dibawa ke rumah duka,” kata Putu Cakra.

 

Jenasah Made Turun terlihat saat unsur SAR dari freedive menyelami laut sekitar titik lokasi kejadian, sekitar pukul 13.00. Nelayan setempat mencari di seputaran sampan yang terbalik, namun nihil. Selanjutnya para saksi hanya menarik sampan yang sudah terbalik itu untuk dibawa ke tepi.

Baca Juga :  Duh, Usai Cuci Pakaian, Motor Perempuan Ini Nyemplung ke Parit

 

Tim dari Basarnas Unit Siaga SAR Nusa Penida juga menemukan jaring yang tersangkut. “Setelah tiga puluh menit berselang jenasahnya ditemukan pada kedalaman kurang lebih 4 – 5 meter, dan diangkat naik ke RIB Basarnas,” terang Gede Darmada, Kepala Kantor Basarnas Bali.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Ombak besar menghantam sampan yang dinaiki dua nelayan di perairan Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Minggu (26/6) pagi. Nahas, Made Turun, nelayan asal Dusun Kaja, Desa Lembongan, tak mampu selamat.

 

Ia tenggelam di dasar laut. Tim SAR gabungan saat pencarian, siang hari, menemukan jenazahnya di kedalam sekitar 4-5 meter. Sementara itu, Kadek Ardika, 24, orang yang juga ikut dengan Made, mampu menyelamatkan diri.

 

Peristiwa itu terjadi bermula saat Made Turun dan Ardika pulang usai mencari ikan menaiki sampan. Sampai di sekitar perairan sebelah selatan Devil’s Tears, Nusa Lembongan, mereka hendak menyeberang di antara Pulau Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan menuju Jembatan Kuning.

Baca Juga :  Diduga Kelelahan, Bule Rusia Ditemukan Pingsan Dekat Toko Buah

 

Ombak besar secara tiba-tiba menerjang menghantam sampan hingga keduanya tenggelam. Ardika berhasil selamat. Sementara Made Turun belum ditemukan hingga satu jam paska kejadian itu.

 

Empat persoenl Siaga SAR Nusa Penida mulai melakukan pencarian sejam kemudian bersama personel Polsek Nusa Penida, para penyelam di sekitar lokasi dan warga. Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Putu Cakra Negara mengatakan, tim penyelam menemukan korban sekitar pukul 13.30.

 

“Korban ditemukan tenggelam. Tim SAR gabungan mengevakuasi ke sebelah timur Jembatan Kuning Nusa Lembongan, dan oleh pihak keluarga langsung dibawa ke rumah duka,” kata Putu Cakra.

 

Jenasah Made Turun terlihat saat unsur SAR dari freedive menyelami laut sekitar titik lokasi kejadian, sekitar pukul 13.00. Nelayan setempat mencari di seputaran sampan yang terbalik, namun nihil. Selanjutnya para saksi hanya menarik sampan yang sudah terbalik itu untuk dibawa ke tepi.

Baca Juga :  Alami Cedera Saat Mendaki, Pemuda 21 Tahun Dievakuasi Tim SAR

 

Tim dari Basarnas Unit Siaga SAR Nusa Penida juga menemukan jaring yang tersangkut. “Setelah tiga puluh menit berselang jenasahnya ditemukan pada kedalaman kurang lebih 4 – 5 meter, dan diangkat naik ke RIB Basarnas,” terang Gede Darmada, Kepala Kantor Basarnas Bali.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/