alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Jelang Idul Adha, Penjualan Hewan Qurban di Denpasar Turun

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menyambut Hari Raya Idul Adha, biasanya pembeli sudah melakukan pemesanan hewan qurban jauh-jauh hari sebelumnya. Namun tahun ini, penjualan hewan qurban mengalami penurunan. Seperti halnya di Tempat Pemotongan Qurban (TPQ) Nurul Iman Padang Udayana, Denpasar.

Ditemui Minggu (26/7), Ketua Rukun Warga Muslim (RWM) Mushalla Nurul Iman, Sayid Abduloh mengatakan, respon masyarakat, terutama umat muslin, tahun ini sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Biasanya, dalam rentang waktu dua minggu sebelum hari raya, pemesanan sudah melebihi kuota. Bahkan sebelum TPQ dibuka, sudah ada pemesanan yang masuk dan seminggu sebelum hari raya penjualan hewan qurban bisa mencapai 200 ekor lebih. Dari respon masyarakat tersebut, ia memprediksi Idul Adha tahun ini penjualan qurban menurun 50 persen. “Ukuran seminggu belum ada peningkatan. Sekarang sudah ada 30 ekor. Kalau tahun lalu sudah ada 200 lebih. Sekarang sapi ada 15, tetapi baru laku 8. Penurunannya mencapai 50 persen,” ungkapnya.

Sayid menambahkan, untuk hewan qurban yang dijual di TPQ Nurul Iman Padang Udayana ini diperoleh dari Jatiluwih, Negara dan Karangasem. “Biasanya H-7 ramai. Biasanya kenceng. Pasokannya gak susah sih. Kalau sapi di Jatiluwih. Kalau kambing dari Negara dan Karangasem,” kata dia.

Penurunan pembelian hewan qurban pada tahun ini didugan karena pembeli saat ini cenderung berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Sebab, saat pandemi ini banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan yang berakibat pada menurunya daya beli. “Penurunannya dikarenakan ekonominya lesu. Selain ada sebagian yang tidak melaksanakan qurban. Untuk harga sama saja. Hewan qurban relatif stabil harganya,” sambungnya.

Untuk hewan qurban biasanya pembeli dominan mengambil hewan yang ukuran sedang karena harganya juga dirasa pas. “Biasanya yang paling laris kelas sedang untuk kambing. Begitu juga sama sapi. Kalau kelas A ada juga, tapi jarang karena lebih mahal. Itu orang-orang kelas atas biasanya yang ambil,” imbuhnya.

Sayid pun mengatakan, hasil penjualan hewan qurban, 100 persen digunakan untuk pengadaan lahan dan pembangunan gedung pendidikan Al-quran Mushalla Nurul Iman Padang Udayana. “Yang ngurus penjualannya dari masjid. Istilahnya kerja sosial gak ada dibayar. Hasil penjualannya untuk mushalla juga,” tegasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Menyambut Hari Raya Idul Adha, biasanya pembeli sudah melakukan pemesanan hewan qurban jauh-jauh hari sebelumnya. Namun tahun ini, penjualan hewan qurban mengalami penurunan. Seperti halnya di Tempat Pemotongan Qurban (TPQ) Nurul Iman Padang Udayana, Denpasar.

Ditemui Minggu (26/7), Ketua Rukun Warga Muslim (RWM) Mushalla Nurul Iman, Sayid Abduloh mengatakan, respon masyarakat, terutama umat muslin, tahun ini sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Biasanya, dalam rentang waktu dua minggu sebelum hari raya, pemesanan sudah melebihi kuota. Bahkan sebelum TPQ dibuka, sudah ada pemesanan yang masuk dan seminggu sebelum hari raya penjualan hewan qurban bisa mencapai 200 ekor lebih. Dari respon masyarakat tersebut, ia memprediksi Idul Adha tahun ini penjualan qurban menurun 50 persen. “Ukuran seminggu belum ada peningkatan. Sekarang sudah ada 30 ekor. Kalau tahun lalu sudah ada 200 lebih. Sekarang sapi ada 15, tetapi baru laku 8. Penurunannya mencapai 50 persen,” ungkapnya.

Sayid menambahkan, untuk hewan qurban yang dijual di TPQ Nurul Iman Padang Udayana ini diperoleh dari Jatiluwih, Negara dan Karangasem. “Biasanya H-7 ramai. Biasanya kenceng. Pasokannya gak susah sih. Kalau sapi di Jatiluwih. Kalau kambing dari Negara dan Karangasem,” kata dia.

Penurunan pembelian hewan qurban pada tahun ini didugan karena pembeli saat ini cenderung berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Sebab, saat pandemi ini banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan yang berakibat pada menurunya daya beli. “Penurunannya dikarenakan ekonominya lesu. Selain ada sebagian yang tidak melaksanakan qurban. Untuk harga sama saja. Hewan qurban relatif stabil harganya,” sambungnya.

Untuk hewan qurban biasanya pembeli dominan mengambil hewan yang ukuran sedang karena harganya juga dirasa pas. “Biasanya yang paling laris kelas sedang untuk kambing. Begitu juga sama sapi. Kalau kelas A ada juga, tapi jarang karena lebih mahal. Itu orang-orang kelas atas biasanya yang ambil,” imbuhnya.

Sayid pun mengatakan, hasil penjualan hewan qurban, 100 persen digunakan untuk pengadaan lahan dan pembangunan gedung pendidikan Al-quran Mushalla Nurul Iman Padang Udayana. “Yang ngurus penjualannya dari masjid. Istilahnya kerja sosial gak ada dibayar. Hasil penjualannya untuk mushalla juga,” tegasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/