alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Lima Desa/Kelurahan di Denpasar Masih Rawan Penyebaran Covid-19

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dari 43 desa/kelurahan yang ada di wilayah Kota Denpasar, 13 desa berada di zona kuning, dan satu wilayah yakni Kelurahan Dauh Puri berada di zona oranye. Sementara 29 desa/kelurahan berada pada zona hijau. Pun demikian, terdapat lima desa/kelurahan di kota Denpasar yang memiliki tingkat penyebaran sedang. Kelima wilayah itu yakni Desa Tegal Harum, Kelurahan Pemecutan, Desa Pemecutan Kaja, Kelurahan Padangsambian, serta Kelurahan Dauh Puri. Sedangkan 38 desa/kelurahan lainnya memiliki tingkat penularan yang rendah.

Hal tersebut dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai yang diwawancarai, Rabu (26/8) siang. “Kelima desa/kelurahan ini memiliki tingkat penularan sedang, dan tersebar di dua kecamatan yakni Denpasar Barat dan Denpasar Utara,” kata Dewa Rai.

Baca Juga :  Kini, Pasien OTG dan GR Covid 19 hanya Diisolasi di Rumah

Dewa Rai menambahkan, kasus di lima wilayah ini tidak stabil dan cenderung berubah-ubah. “Lima desa/kelurahan ini kasusnya fluktuatif atau tidak stabil. Sekarang ada yang sembuh, tiba-tiba naik lagi. Berbeda dengan desa/kelurahan lainnya yang bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama tanpa kasus baru,” katanya.

Menurut Dewa Rai, penyebabnya adalah warga di wilayah ini memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Aktivitas masyarakat di wilayah ini juga sangat tinggi dan heterogen, selain juga kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. “Kondisi penduduknya heterogen, seperti di Kelurahan Pemecutan dan Pemecutan Kaja serta Kelurahan Padangsambian aktivitasnya padat. Ada pasar, pemukimannya padat, itu yang menyebabkan kasusnya naik turun,” katanya.

Baca Juga :  Relokasi Pengungsi Terus Berlanjut, Satgas Target 450 Jiwa tiap Hari

Daerah yang kasus penyebarannya fluktuatif ini sangat sulit mempertahankan zona hijau dan cenderung masuk zona kuning bahkan zona oranye. Apalagi di wilayah ini terdapat beberapa pasar yang sempat menjadi klaster penyebaran Covid-19 seperti Pasar Kumbasari, Pasar Gunung Agung, Pasar Abian Timbul dan Pasar Padangsambian.

Sementara untuk desa/kelurahan yang berada di Kecamatan Denpasar Selatan dan Denpasar Timur memiliki tingkat penyebaran yang rendah dan wilayah tersebut kebanyakan berstatus zona hijau. Pihaknya mengaku telah melakukan beberapa upaya untuk membuat 5 desa/kelurahan ini memiliki tingkat penyebaran Covid-19 stabil bahkan nol kasus. “Upayanya tentu saja kami terus turun melakukan edukasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Kami menggandeng aparat desa/kelurahan serta banjar untuk melakukan pengawasan,” katanya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Dari 43 desa/kelurahan yang ada di wilayah Kota Denpasar, 13 desa berada di zona kuning, dan satu wilayah yakni Kelurahan Dauh Puri berada di zona oranye. Sementara 29 desa/kelurahan berada pada zona hijau. Pun demikian, terdapat lima desa/kelurahan di kota Denpasar yang memiliki tingkat penyebaran sedang. Kelima wilayah itu yakni Desa Tegal Harum, Kelurahan Pemecutan, Desa Pemecutan Kaja, Kelurahan Padangsambian, serta Kelurahan Dauh Puri. Sedangkan 38 desa/kelurahan lainnya memiliki tingkat penularan yang rendah.

Hal tersebut dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai yang diwawancarai, Rabu (26/8) siang. “Kelima desa/kelurahan ini memiliki tingkat penularan sedang, dan tersebar di dua kecamatan yakni Denpasar Barat dan Denpasar Utara,” kata Dewa Rai.

Baca Juga :  Relokasi Pengungsi Terus Berlanjut, Satgas Target 450 Jiwa tiap Hari

Dewa Rai menambahkan, kasus di lima wilayah ini tidak stabil dan cenderung berubah-ubah. “Lima desa/kelurahan ini kasusnya fluktuatif atau tidak stabil. Sekarang ada yang sembuh, tiba-tiba naik lagi. Berbeda dengan desa/kelurahan lainnya yang bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama tanpa kasus baru,” katanya.

Menurut Dewa Rai, penyebabnya adalah warga di wilayah ini memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Aktivitas masyarakat di wilayah ini juga sangat tinggi dan heterogen, selain juga kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. “Kondisi penduduknya heterogen, seperti di Kelurahan Pemecutan dan Pemecutan Kaja serta Kelurahan Padangsambian aktivitasnya padat. Ada pasar, pemukimannya padat, itu yang menyebabkan kasusnya naik turun,” katanya.

Baca Juga :  Kolaborasi Unik, Erick, Pohon Tua, dan Made Bayak Garap Hyena

Daerah yang kasus penyebarannya fluktuatif ini sangat sulit mempertahankan zona hijau dan cenderung masuk zona kuning bahkan zona oranye. Apalagi di wilayah ini terdapat beberapa pasar yang sempat menjadi klaster penyebaran Covid-19 seperti Pasar Kumbasari, Pasar Gunung Agung, Pasar Abian Timbul dan Pasar Padangsambian.

Sementara untuk desa/kelurahan yang berada di Kecamatan Denpasar Selatan dan Denpasar Timur memiliki tingkat penyebaran yang rendah dan wilayah tersebut kebanyakan berstatus zona hijau. Pihaknya mengaku telah melakukan beberapa upaya untuk membuat 5 desa/kelurahan ini memiliki tingkat penyebaran Covid-19 stabil bahkan nol kasus. “Upayanya tentu saja kami terus turun melakukan edukasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Kami menggandeng aparat desa/kelurahan serta banjar untuk melakukan pengawasan,” katanya.


Most Read

Artikel Terbaru

/